
cia mengotak atik laptopnya dengan perasaan bosan.
"kalo aja ada mela, pasti ga seboring ini. apa kutelfon mela aja ya" gumam cia yang mulai bosan
cia merogoh hp di kantong celananya kemudian menelfon mela
"halo"
"i**ya kenapa"
"mel, ke kafe bintang dong. aku sendirian nih, bosen banget ngerjain revisian sendiri"
"duh maap nih, aku lagi pacaran hehe. maap bestieee"
" lah perasaan kemaren jomblo, kenapa hari ini udah ada gandengannya aja?"
" yeee, kan aku udah cerita kalo ditembak anak univ sebelah tapi belom aku jawab. nah ini kujawab ya makanya punya pacar hehe"
" yaudah deh, besok kalo ketemu cerita, utang cerita nih kamu jadinya. udah dulu ya aku lanjut ngerjain ini dulu. bye"
"bye"
telfon terputus kemudian cia menghela nafas panjang.
"hufff, yasudahlah gakpapa. sendirian pun ga masalah"
tak jauh dari cia duduk, ternyata brian juga duduk di kafe tersebut. brian sedang menenangkan pikirannya dengan memesan kopi americano favoritnya ketika ia sedang banyak pikiran. biasanya brian lebih memilih klub dan minum minum. tapi entah mengapa ia malah melajukan mobilnya ke kafe ini.
mata brian tak sengaja menangkap keberadaan cia. keningnya berkerut tanda memikirkan sesuatu.
"loh itu kan cia, sedang apa dia disini. seperti orang stress saja, satu orang memesan banyak makanan" gumam brian heran
brian mendekati meja cia kemudian,
"boleh aku duduk disini?" tanya brian
"oh, mas brian? boleh silakan" sahut cia
__ADS_1
"mengerjakan revisian?" tanya brian lagi
"iya mas ini banyak banget revisiannya. mana gaada temen ngerjain, udah pusing tambah bosen lagi hehe" jawab cia
"boleh kubantu, siapa tau aku bisa" tawar brian
"nggak usah mas makasih, bisa kok" tolak cia halus
brian sampai sudah 2x pesan kopi saking lamanya menunggu cia,
"untuk apa aku menunggu gadis ini, dia juga tidak membutuhkan bantuanku. lagian dia bukan siapa siapaku" batin brian
setelah itu brian berniat akan pulang, namun ketika menoleh pada cia. brian melihat cia sangat tertekan dan bingung.
"coba sini kulihat" brian memaksa merampas laptop cia
cia hanya mematung karna bingung tapi setelahnya ia memperhatikan brian
"ini sih dari judul kamu sudah salah harusnya blablabla" jelas brian
karna cia malah sibuk memperhatikan wajah brian yang sangat tampan ketika menjelaskan pendapatnya, brian menjitak kening cia
"auwhhhh" pekik cia
"kok dijitak sih mas, salahku apa ?"
"kamu itu, dikasih solusi malah melamun. kebanyakan makan kamu ini. nih kerjain sendiri, dasar bocah" omel brian
brian berlalu lalu cia menatap punggung brian yang mulai menjauh.
"enak aja siapa yang bocah? udah gede gini, lagian aku udah mau lulus kuliah" sungut cia saat brian sudah tak terlihat
seketika cia tersadar lalu mengecek laptopnya, betapa terkejutnya. brian sudah memperbaiki kesalahannya.
"astaga, pintar sekali dia. sudah tampan, serba bisa. oh god" puji cia
"hus hus hus, kenapa aku jadi memuji dia sih. dia itu pria yang suka membolak balikkan perasaan."
__ADS_1
"sudahlah, sebaiknya aku segera pulang. kasian ayah dan ibu pasti khawatir" cia bermonolog
cia membereskan barangnya kemudian menuju kasir untuk membayar makanannya, tak disangka ternyata makanannya sudah dibayar brian. kemudian cia bergegas keluar kafe menuju tempat ia memarkirkan mobilnya. setelah itu segera melajukan mobilnya pulang.
didalam mobil perjalanan pulang,
"mas tolong jangan terlalu baik, aku takut jatuh cinta" gumam cia lirih
wajar saja cia takut baper,
flashback
dulu sewaktu ia masuk kuliah, ia sempat dekat dengan kakak tingkatnya yang bernama aldo. tak disangka, aldo mendekati cia karna ia menjadikan cia taruhan. aldo bersama teman temannya bertaruh kalau aldo bisa mendapatkan hati cia sampai memacarinya, aldo akan mendapatkan uang 20 juta cuma cuma.
siang itu cia berniat mengajak aldo makan, cia menghampiri kelas aldo.
"permisi kak, kak aldo ada?" tanya cia pada teman sekelas aldo
"oh kamu pacarnya aldo ya? aldo ada di tangga belakang gedung tadi kumpul sama yang lain" jawab teman aldo
"yaudah kak, makasih ya" cia membungkukkan badannya kmudian berlalu
saat akan turun tangga, ia sayup sayup mendengar aldo dan teman temannya tertawa sangat kencang.
"haha sial*n lo, mana uang taruhannya" tagih aldo dengan tawanya yang sangat membahana
"gila, pesona lo emang ga terkalahkan. bocah semester awal baru bentar aja langsung klepek klepek sama lo" puji temanhya
"ya iyalah gue gitu. mana duit gue 20 juta. gue mau ajak marsha ke klub minum minum malem ini hahahahah"
tak terasa air mata cia menetes, ia sangat jatuh hati pada aldo namun tak disangka cinta tulusnya hanya berharga 20 juta. namun cia tidak menyadari bahwa ia memencet tombol rekam. sesaat kemudian ia lari menuju parkiran menuju motor scoopy kesayangannya untuk pulang. ia mengecek hp karna ada pesan masuk yang ternyata dari aldo. saat ia membuka hp, ia baru menyadari bahwa ia merekam semua perkataan aldo. tanpa pikir panjang, cia hanya membalas chat aldo dengan rekaman percakapan tadi.
flashback off
penasaran selanjutnya apa?
janlup like komen yaww
__ADS_1
luvvvv