
Pipi Cia bersemu merah mendengar kalimat dari Brian. Cia sudah mengontrol detak jantungnya dupaya tidak meledak sedari tadi tapi malah diingatkan kembali oleh Brian. Cia ingin segera pulang karna malu, tapi tidak bisa disangkal bahwa didekat Brian ia juga begutu nyaman dan tak ingin jauh.
"maaf ya sayang, hari ini mamaku berangkat keluar negeri mengunjungi paman yang sedang sakit jadi aku belum bisa mengenalkan kamu pada mama" jelas Brian
"gak papa kok mas, Cia maklum, lagian masih ada hari lain kok tenang aja" ucap Cia
"yaudah kalo gitu, habisin dulu minumnya. nanti mas antar pulang. apa mau nginep sini aja?" goda Brian
"ih engga ah, pulang aja. belom juga sah"
"lah, disini banyak kamar sayang. ga harus sekamar juga kok" goda Brian sambil mengerlingkan matanya
Cia malu karna ia pikir kamar di apartemen hanya ini, ruangan lainnya kosong
"ah emm ya tapi Cia mau pulang aja deh mas"
"yaudah deh, kamu tu ngegemesin bangett sii sayang" Brian beranjak dari duduknya sambil mengacak rambut Cia gemas
Cia benar benar malu, andai ada topeng barong didepannya. ldbih baik ia menutupi mukanya yang benar benar merah dengan topeng tersebut.
Brian benar benar berbeda dengan Brian yang biasanya, ia lebih bisa mengutarakan ekspresinya dan menunjukkan Brian yang sesungguhnya didepan Cia.
Mereka menyelesaikan makannya kemudian Cia memberesi alat makan mereka. Walaupun Brian melarang karena memang sudah ada orang yang bertugas membersihkan apartemennya, namun Cia tetap bersikukuh membersihkannya. Selesai semuanya, mereka pulang.
Di perjalanan pulang, Brian mampir ke minimarkèt untuk membelikan Cia camilan, entah dapat wangsit dari mana Brian memiliki ide tersebut. Dan tanpa diduga respon Cia begitu mencengangkan.
"ini" Brian masuk mobil memberikan cemilan berbagai merk satu kantung kresek penuh
"astaga mas, ini buat aku? ya ampun mas briannn makasihhh ya sayangg" tanpa disadari saking senangnya, Cia memanggil Brian dengan sebutan sayang.
"sama sama, eh coba tadi mas kayaknya dengar kamu panggil mas beda deh. coba ulangin sekali lagi" tanya brian
"eh ah engga mas, Cia ga manggil apa apa kok. udah ah ayo pulang. makasih ya mass" ucap Cia
Brian mengangguk senang karna hanya dengan sekantong camilan saja membuat Cia begitu bahagia. Sampai rumah Brian pamit karna sudah begitu malam.
"mas balik dulu ya, salam buat ayah dan ibu. maaf gak mampir udah kemaleman soalnya" pamit brian
"iya mas gak papa, makasih ya mas hari ini. Cia seneng banget deh"
Brian mengangguk lalu memutar mobilnya menuju rumah.
Cia masuk rumah kemudian membersihkan diri lalu merebahkan diri di kasur empuknya. Saat ia akan tertidur, rupanya ada telfon masuk dari ponselnya
Kakak is calling...
"haloo"
"dih yang wisuda langsung dilamar"
"ih kakak, apaan sih. engga tauuuu"
"alah pake malu sgala. baru pulang main sama si brian itu ya dek?"
__ADS_1
"hehe iya kak"
"ya selagi dia baik, dia beneran serius sama kamu. kakak dukung kok. yang pentimg gak usah aneh aneh yaaa"
"siap komandan"
"nanti kalo kakak pulang, kenalin ya"
"beres deh. kakak pulang kapan emangnya?"
"belom tau juga sih. kamu tuh udah lulus kesini aja dulu"
"tar dulu ya kak, nanti Cia pikirin"
" yaudah kamu buruan tidur. maaf ya kakak ganggu. sekali lagi s3lamat buat kabar bahagianya. kakak bangga punya kamu dek"
" makasih ya kakak, nanti transferannya ditambahin ya hahahaha"
"kamu tuh cuan mulu otaknya. ya nanti kakak kirim buat jajan kamu sama traktir temenmu"
"makasih ya kak, luvvvv sekebonnnnn sawit akakakkaka"
"iya yaudah, udah dulu ya selamat malam dek"
"iya kak"
telponpun terputus, belum sampai Cia meletakkan ponselnya dinakas. ponselnya kembali berdering namun kali ini Mela lah penelfonnya
"Ci besok bisa ketemu gak?"
"bisa aja sih. longgar akunya. tapi habis dari toko ya?"
"yaudah besok ketemu di kafe bintang aja deh sorean"
"siappp boskuuu"
"yaudah bye"
telpon pun terputus
"tumben nelfon tiba tiba ngajak ketemu, kayak ada yang mau diomongin. ah paling juga curhat apaan. dahlah tidur aja aku" Cia bermonolog
Nino
Malam ini Nino terbangun kemudian mengambil air minum di dapur rumahnya. Ia membangun rumah mungil yang indah dengan 2 lantai juga taman yang sangat asri. meskipun tak besar, namun rumah yang ditempati Nino sangatlah nyaman. Ketika kembali kekamarnya, ia melihat ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
"hai mas, maaf ganggu tidurnya. saya yang tadi ditabrak masnya dari kampus trus dianter pulang. btw makasih ya mas bantuannya apalagi dibeliin sepatu gini yang ga murah. salam kenal mas Nino, dari Amel"
Nino tersenyum sendiri membaca pesan dari seseorang yang ternyata perempuan yang membuatnya berdebar seharian. Perempuan bar bar berani namun memiliki paras yang cantik nan manis.
"hai juga Amel. iya sama sama, gak papa kok lagian saya juga salah jalan gak liat liat sampai nabrak kamu gitu" balas Nino
"oh ya mas, jasmu mungkin besok sudah bersih. gimana kalau besok kuantar?" balas Amel
__ADS_1
"kalau besok malam gimana? soalnya aku bisanya kalau malam. kerjaku tak tentu selesai pukul berapa" balas Nino
"okey mas, besok kabari ya"
"sip"
tukar pesan antara keduanya pun terhenti. Nino benar benar mwrasakan jantungnya berpacu karna mereka membuat janji besok akan betemu lagi. Apakah rasa itu cinta? entahlah hanya Nino dan author yang tau hehe
Brian
Brian benar benar bahagia, bagaimana tidak? sekarang ia memiliki pujaan hati yang begitu ia impikan. keinginan mamanya untuk segera memiliki menantu juga cucu mungkin akan segera terlaksana. Brian berniat ingin segera menuju ke jenjang yanh lebih serius. Sampai kamarnya, brian mandi lagi kemudian menuju kasurnya u tuk istirahat. namun sebelum istirahat, ia menelfon Cia terlebih dahulu
"halo"
" halo mas kenapa?"
"gak papa kok, besok anter sarapan lagi kan?"
"ya kalau mas mau ya Cia bikinin kok"
"yaudah terserah kamu aja apapun mas makan kalo yang bikin kamu"
" ihh gombal mas bisa aja
"gak gombal sayang, mas serius. yaudah mas cuma mau tanya itu kok. kamu buruan tidur"
"siap mas briann, ini cia juga mau tidur. mas brian juga jangan kemaleman istirahatnya"
"yaudah, selamat malam sayang"
"malam juga sayangku" Cia langsung menutup telfonnya karna malu memanggil Brian melalui suara langsung dengan sebutan sayang
Brian yang berasa dikamarnya stelah mendengar tadi tentu saja begitu terkejut dan senang. Cia mulai terbiasa memanggilnya dengan sebutan sayang.
Malam berganti pagi. hari ini Cia hanya membuatkan Brian sarapan spagetti bolognesse dengan nugget ayam bikinannya sendiri. Selesai membuatkan sarapan, Cia mengantar sarapan kerumah brian.
Sampai sana, ia dipersilahkan masuk oleh bik sumi yang akan pulang karna pekerjaannya sudah selesai.
"masuk dulu non, tuan lagi mandi. ditunggu didalam mawon" ajak bi sumi
"iya bi makasih"
Bi Sumi tak henti tersenyum bersyukur akhirnya penantian tuan mudanya berhenti di Cia, gadis muda yang begitu sopan dan baik hati tanpa memandang siapa Brian sesungguhnya. Bi sumi kemudian pulang karna pekerjaannya sudah selesai juga sudah pamit pada brian.
"mari non, bibi pulang dulu. sudah selesai soalnya. dutunggu dulu ya non mungkin tuan sudwh b3rsiap" kata bi sumi
"iya bi hati hati, gakpapa kok saya nungguin"
Cia menata makanannya ke meja agar segera dimakan Brian untuk sarapan. Namun saat akan berbalik mengambil minum, ia melihat sesuatu
apetuuuu?
janlup like komen ya guize babay
__ADS_1