Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Vino Pulang


__ADS_3

brian menghela nafas berat. baru saja ia ingin membuka hati, tapi ia tertampar kenyataan. cia yang begitu perhatian padanya ternyata memiliki kekasih hati. sebenarnya, brian mau bilang kalau besok ia akan kunjungan ke luar kota, karna cabang perusahaannya sedang mengerjakan proyek besar. tapi karna melihat cia sedang menelfon seseorang yang sangat penting juga menjadi patah hati sebelum berjuang membuatnya mengurungkan niat untuk berbicara.


"ah lagian buat apa aku memberi tahunya kalau aku besok tidak dirumah, toh pujaan gadis itu sudah pulang untuk mengisi harinya" gumam brian sambil menyetir


"kenapa aku jadi melow gini sih, malu banget kalo sampe karyawan tau kalo presdirnya model begini"


"dahlahhh... kerja kerja kerjaaaa.... semangat brian " seru brian memberi semangat pada dirinya sendiri


brian mengemudi mobilnya sampai kantor, sebenarnya ia punya banyak mobil sport di mansion, tapi menurut brian terlalu berlebihan. dan lagi mobil sport menurutnya untuk bergaya bukan untuk kendaraan kesana kemari. tak jarang brian keluar kota dengan mobil, tidak menggunakan pesawat. maka dari itu karna setiap keluar kota ia membawa banyak perlengkapan entah berkas atau yang lain, ia lebih memilih mobil dengan muatan besar, bukan mobil sport.


sampai di depan kantor, brian memberikan kuncinya pada penjaga pintu masuk,


"tolong parkir kaya biasa ya pak" ucap brian pada penjaga tersebut


"baik tuan"


brian langsung menuju lift dengan tampang arogannya, walau begitu brian sangat diidolakan para kaum hawa disana. di lift ia bertemu nino


"selamat pagi tuan, apakah hari ini sudah siap kunjungan keluar kota tuan?" tanya nino sang asisten


"tentu saja, aku sudah suruh bi sumi menyiapkan sedikit bajuku. jadi minta orang untuk mengambil koperku lalu masukkan ke mobilku"


"baik tuan laksanakan."


brian keluar lift menuju ruangan presdir lalu duduk dikursi kebesarannya. fokus brian terbelah karna memikirkan cia. gadis imut yang mewarnai harinya. ia memutar kursi kebeaaranhya menatap jendela kaca yang menampilkan pemandangan kota dari ruangannya. brian memijit pangkal hidungnya.


"kenapa dia menjalin hubungan dengan orang lain, sedang aku yang didepannya sama sekali tidak dilirik. aku salah mengartikan perhatianmu gadis kecil. bagaimana bisa kamu menolak pesona pria sepertiku? seorang Brian Anderson Wijaya patah hati sebelum memulai. ahh sungguh memalukan" brian bermonolog


sementara itu...


cia pulang dari mengantar sarapan untuk brian dengan senyum yang sangat cerah.


"kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya ibu karna cia terus tersenyum


"ditembak nak brian?"


"iihhh ibu engga tau?" sanggah cia


"padahal gakpapa lo, lucu kalo dibikin sinetron kayak ditipi tipi. gini CINTAKU BERSEMI KETIKA MENGANTAR SARAPAN, atau gak gini AKU KLEPEK KLEPEK SAMA TETANGGAKU. lucu loh ci"


"ih ibu apa siiii, enggaa tau. mana mungkin mas brian nembak cia. dia kan udah dewasa masa belom punya pacar. ibu jangan bikin cia jadi berharap deh" cia merengut


"iya deh iyaaa, ih anak gadis ibu udah gede deh sekarang, dulu aja suka rebutan mainan sama kakak" kata ibu dengan gemas mencubit pipi cia


cia seketika teringat sesuatu ketika sang ibu mengatakan kata "kakak"

__ADS_1


"oh iya, kakak tadi kan telfon katanya besok mau kesini bawa kejutan buat ayah sama ibu. mending aku diem aja deh, biar jadi tambah kejutan. ntar kujemput sendiri aja" batin cia


cia melamun kemudian ibu menyadarkannya,


" heh, malah melamun. anak gadis kok melamun mikirin apa? nak brian lagi ya?" goda ibu lagi


"ihhhh ibuuuu, mas brian muluuuu. udah ah, cia mau ke toko bentar ngecek stok. dadahhhh ibuuuuu" seru cia sambil mencium pipi ibunya


"bu aku bawa mobil ya, nanti kalo mau kemana mana sama ayah aja pake mobil ayah" seru cia dari garasi


cia melajukan mobilnya menuju toko, setelah sebelumnya mampir beli cemilan di minimarket.


"guizee, ini ada cemilan. aku bantu dikit dikit ya, nanti siang mau pulang. istirahat soalnya kakakku mau pulang"


"siap mba cia, rebesss dehhhh"


"oiya sekalian nitip toko, kalo ada apa apa hubungi aku ya"


"siap komandan" jawab mereka serempak


keesokan harinya...


cia seperti biasa membuat sarapan untuk brian, kemudian memasukkan ke kotak bekal. kemudian bergegas kedepan. namun entah kenapa rumah brian seperti tak berpenghuni. diketok berkali kali juga tidak menyahut. ditelpon juga tidak diangkat. tak ambil pusing, cia kembali kerumah membawa kembali bekalnya.


"ya enggak lah yah, gatau tuh. rumah mas brian gada penghuninya jadi cia bawa balik aja"


"oooo, kwrumah orangtuanya kali" sambung ibu


" emang dimana rumah orangtuanya bu?" tanya cia penasaran


"mana ibu tau"


" lah trus knapa ibu bisa bilang kalo mas brian kerumah orang tuanya?"


"ya kan kali aja ci, pasti dia punya keluarga juga orang tua. masa gaboleh nyambangi orang tua."


"iyadeh bu. yaudah cia siap siap dulu mau keluar"


"loh mau kemana? bukannya udah gak kuliah? lagiam toko jam segini juga belom buka" tanya ayah


"janjian sama orang ayah, nanti cepet pulang kok"


"yaudah iya"


cia naik ke kamarnya kemudian berganti pakaian, memoles tipis wajahnya kemudian memakai liptint diarea dalam bibir seperti ombrelips. kemudian segera turun

__ADS_1


"yah, bu brangkat dulu ya"


"iya hati hati bawa mobilnya, jangan ngebut"


cia segera menjalankan kuda besinya menuju bandara. ia hari ini menjemput sang kakak yang katanya mau membawa kejutan.


sampai di bandara, cia memarkirkan mobilnya kemudian mencari sosok sang kakak. berjalan kesana kemari, clingak clinguk kemudian ia melihat dari kejauhan seperti melihat sosok sang kakak. postur tinggi besar bak tentara, wajah yang sedikit melayu chinesse, dengan otot tangan kekar. tak salah lagi pasti itu kak vino.


"kakkkkkk vinoooo" teriak cia sambil melambaikan tangannya


yang dipanggil pun menoleh, namun cia bingung. kenapa kakanya tidak sendirian, cia melihat ada seorang wanita berdiri tepat di samping kakaknya dengan menggandeng tangan vino.


cia tak peduli langsung berhambur memeluk sang kakak. rindu, yaaa cia sangat rindu pada kakaknya. pasalnya, vino jarang sekali pulang. tapi entah kenapa kemarin tak ada angin, tak ada hujan, kakanya mengabari kalau ia akan pulang.


"kakakkkk, kangennnnn"


"ya ampunnn, adeknya kakak udah bener bener gede sekarang" vino mengacak rambut cia gemas


"mana oleh olehnya?"


"ini" kata vino sambil menunjuk wanita disampingnya


"siapa kak?" tanya cia sambil berbisik


"ini tuh calon kakak ipar kamu, kakak mau kenalin ke ayah sama ibu. biar cepef cepet halal"


"ihh, ini mah oleh oleh buat ayah sama ibu, bukan buat aku. setuju deh kak, cepet nikah biar rame hehehehe."


"iya iya, oleh oleh kamu ada dikoper kakak. nanti kita buka dirumah yaaaa"


cia mengacungkan jempol pada kakaknya kemudian menggandeng vino, dan tangan satu lagi menggandeng wanita tadi.


cia pulang membawa kakak juga wanita yang digadang gadang akan jadi kakak iparnya. sampai rumah, cia sengaja tidak langsung membuka pintu. cia memencet bel 2x.


"iya sebentarrr" teriak ibu dari dalam


setelah membuka pintu, sang ibu kaget. ternyata anak sulungnya pulang. ibu tak kuasa menahan tangis dan langsung memeluk vino.


"ada apa bu?"


tak kalah terkejutnya sang ayah melihat anak laki lakinya pulang, langsung ia peluk dengan sayang untuk menyalurkan rasa rindu.


habis ini ngapain yaaa?


janlup like dan komen guizeeee

__ADS_1


__ADS_2