
" akhirnyaaa aku jadi papaaaaaa" Brian berteriak senangggg
Cia pun ikut senang melihat respon suaminya.
" besok kita cek bareng ya sayang? Mas kosongin jadwal mas besok biar bisa nemenin kamu cek okeiii???" ucap Brian pada Cia
" sore aja mas gak papa. Mas kalo ada kerjaan dikerjain dulu aja"
" engga. Mas kerjain sekarang. Lainnya biar diurus Nino. Pokoknya mas mau nemenin kamu" kata Brian posesif
" yaudah, Cia ikut mas aja gimana" kata Cia akhirnya
Brian senang kemudian berlutut didepan Cia lalu mencium perut Cia.
" Cepat besar ya nak, Daddy ga sabar mau ketemu kamu" sambil mengelus perut Cia
" kemarin katanya papa mas? Kok ganti?" heran Cia
" biar beda sayang. Banyak bgt yang panggil papa hehe" ucap Brian
Mereka kemudian memakan makanan yang dibawa Cia.
" mas selesaiin ini dulu ya sayang. Kamu istirahat atau mau pulang dianter mas?"
" disini aja mas, nanti pulangnya bareng"
" okey siap, sayangnya daddy, daddy kerja dulu ya. Kamu baik baik sama mommy"
Cia sedikit geli karna aneh mendengar Brian berkara demikian. ia merasa aneh karna dulunya ia masih muda, manja masih minta jajan srkarang sudah dipanggil MOMMY
Cia ketiduran di ruang kerja suaminya. Kemudian terbangun saat Brian mendekat akan membangunkan nya.
" loh mas udah malem ya?"
" iya sayang. Kamu pules banget tidurnya. Capek ya?"
" hehe engga sih mas. Gatau enak banget tidur hihi"
"mau pulang sekarang?"
" mas udah selesai?"
" udah kok"
" yaudah yok"
Cia kemudian berdiri merapihkan barangnya lalu keluar bersama.
" Nanti biar mas yang masak"
" gapapa mas aku bisa kok"
" mas masakin aja. Kan mas juga bisa masak"
" masak apa?"
" mie hehe"
" boleh tuh"
" yaudah masak mie aja ya"
" mas tapi pengen makan sushi"
" yaudah langsung aja ya"
" oke sipp yeyyy"
Mereka pun akhirnya mampir ke mall untuk makan sushi. Setahu Cia, bumil tidak boleh makan yang mentah. Jadi ia memesan isian matang.
" mas, udah nih habisin ya. Cia kenyang"
" makan lagi sayang masa makan dikit banget?"
" udah ga mau mas"
" yaudah nanti mas abisin"
Mereka pun melanjutkan acara makan malam. Selesai makan, mereka kembali kerumah.
Keesokan harinya,
__ADS_1
" jadi mas?" tanya Cia saat menyiapkan sarapan
" jadi dong. Mas udah ga sabarrrr mau ketemu debayyyy" ucap Brian dengan semangat
" yaudah deh. Cia mandi dulu ya. Mas sarapan duluan aja gapapa."
" barengan aja sayang. Mas ke ruang kerja bentar. Kalo udah selesai sarapan bareng ya"
" syapsss"
Cia pun mandi, sedangkan Brian ke ruang kerjanya.
Selesai melakukan ritual mandinya. Cia berdandan tipis, kemudian melihat dirinya di depan kaca
" aku yang dulunya manja, minta apa apa ke kakak atau ayah. Sekarang udah jadi ibu aja" ucapnya pada diri sendiri sambil mengeluarkan air mata
" sehat sehat ya anak mommy, kita harus berjuang bareng. " ucap Cia pada calon bayinya
Cia memakai dress longgar berwarna biru dan bandana biru muda. Sangat cantik dipakai Cia.
Cia keluar dari kamar kemudian memanggil suaminya di ruang kerjanya
Ceklekkk...
" mas ayok sarapan"
" iya sayang"
Mereka berjalan bersama ke meja makan.
" mas udah reservasi ke dokter kandungan. Temen mas waktu High School dulu. Ternyata dia jadi dokter disini. Mas kira dulu dia jadi pengusaha ternyata jadi dokter" ucap Brian pada istrinya
" cewek?" tanya Cia dengan sinis
" cowok sayang ya ampunnnnnnnn"
" oh yaudah. kan bisa ke dokter yang kemarin Cia datengi?"
" gapapa. Kan lebih enak tanya tanya kalo ke temen sendiri. Jelasinnya jg ga canggung"
" yaudah nuruttttt"
" bentar mas, hp Cia ketinggalan hehe" ucap Cia sambil berlari masuk
" sayang jangan lariiii" teriak brian
" hehe iya masss"
Saat Cia dan Brian akan masuk mobil. Tiba tiba ibu Cia sedang menyiram tanaman didepan rumah
" loh, ga masuk kerja kalian?" tanya ibu cia
" emhhh anu bu, Cia sama mas Brian mau ngedate. Ala ala orang pacaran" ucap Cia sedikit gagap sambil saling melihat dengan suaminya
" iya bu. kami mau jalan jalan hehe" kata Brian
" halah kalian nih kayak ga pernah main aja. Tiap hari barengan gini" ucap ibu
" ya kan biar makin romantis bu. Hehe. Yaudah bu kita pergi dulu bu" pamit Cia
" iya ati ati nak"
" mari bu" kata Brian
Ibu Cia mengangguk,
Ibu sebenarnya melihat Cia memang berbeda, namun biarlah.
Cia dan Brian melajukan mobilnya menuju jalan raya. Tempat praktik dokter yang dulu teman Brian memang sedikit jauh. Namun peralatannya sudah canggih.
Sesampainya di klinik, Cia dan Brian masuk. Tak berapa lama bersama an dengan dokter yang akan memeriksa Cia
" loh bro?" ucap dokter menepuk pundak Brian
" eh ini dia" kaget Brian melihat temannya itu datang
" udah lama?"
" barusan kok, eh sayang ini kenalin dokter yang aku ceritain tadi" ucap Brian pada Cia mengenalkan temannya
" melvin"
__ADS_1
" Alicia" ucap mereka sambil berjabat tangan
" yaudah gue masuk dulu. Tar gue tunggu giliran lu masuk"
" oke"
Cia dan Brian duduk di ruang antrian. Klinik ini memang biasanya menggunakan reservasi terlebih dahulu. Jadi yang datang memang tidak ada karna menyesuaikan jadwal dokternya.
" mas?"
" hmmm?"
" itu temen mas?"
" iya sayang kenapa"
" ganteng mas chinesse ya?"
" hm" ucap Brian jealous
" ihhh mas gitu aja marah"
" ya kamu pake muji orang lain ganteng"
" ya kan gantengan masss"
" masa?"
" iya masku sayangggg"
" hihi yaudah"
Sebelum diperiksa, Cia menjalani beberapa test darah untuk dievaluasi dokter didalam. Selesai menjalani test, Cia dipanggil untuk masuk kedalam.
" wah pinter lu cari istri bro" puji dokter melvin pada brian
" bisa aja lu. Gue kan emang pinter"
" hahahahahah" mereka tertawa bersamaan
" gimana perusahaan lu?" tanya dokter melvin pada Brian karna lama tak berjumpa
" aman, mau invest?"
" duid gue sebagai dokter kecil bro. Ga kaya lu yang pengusaha"
" bisa aja lu, eh gimana udah punya istri lu sekarang?"
" otw sih, mau nikah bulan depan. Doain ya"
" maaf maaf. Ini kapan saya diperiksanya ya?" ucap Cia karna suami dan dokter ini malah asyik mengobrol
" oh iya ibu maaf, dengan ibu Alicia ya?"
" hehe iya"
" dari hasil test, semua sehat ya ibu, normal. Kita cek dulu lewat usg terlebih dahulu ya ibu bayinya"
" baik"
" silakan menuju ranjang ibu"
Cia berbaring di ranjang ditemani Brian. selain Cia dan Brian, disana ada Dokter melvin dan 2 perawatnya.
Perawat di klinik dokter melvin tersenyum melihat ada 2 pria tampan yang menjadi vitamin mata dipagi hari.
Perut cia mulai diolesi gel untuk usg
" saya mulai periksa ya ibu" ucap dr melvin kemudian mengarahkan alat usg di perut Cia
Cia mengangguk
" bentar bentar"
" ini kok kantungnya 2 ya bu"
" wahhh Bro tokcer beneran lu"
" ha?"
Mereka semua bengong melihat reaksi dokter melvin
__ADS_1