
Cia sudah menginap beberapa hari di Malaysia setelah kepulangan ayah dan ibunya ke Indonesia.
Kini saatnya Cia pulang ke Indonesia bersama Brian.
"yah gak ada temen ps lagi gue Bri" ucap Vino
"ntar kalo ke Indo, gue temenin deh Vin"
"bener ya?"
"benerrr"
"kamu hati hati ya Ci, nenek udah ga sabar nungguin hari pernikahan kalian"
"mohon doa restunya ya nek"
"iya, nenek sama kakek kasih restu kalian buat nikah kok. pokoknya jagain Cia. dia itu manja banget" ucap nenek
"nenekkkkk"
"hahahaha, tuh ngambek"
"yaudah kalian hati hati pulangnya. kalau sudah sampai, hubungi kami"
"baik nek, kek, Vin balik dulu"
"iya dadaahhhh"
Cia dan Brian pun segera masuk ke mobil untuk melakukam perjalanan menuju bandara.
Beberapa jam kemudian, mereka pun sudah benar benar mendarat di tanah air. Mereka dijemput Nino.
"kamu ini saya tinggal baru berapa hari udah keliatan kurusan" canda Brian
"saking banyaknya pekerjaan tuan. saya sampai lupa makan siang hehe" jawa Nino sekenanya
"sayang kamu keterlaluan banget sih" tegur Cia, namun Brian hanya tertawa
"ya udah, besok bonus buat ketidak hadiran saya biar saya transfer ke rekening kamu" ucap Brian
"benar tuan?" tanya Nino memastikan
"iya, saya mana pernah bercanda masalah seperti ini"
"terjma kasih banyak tuan" ucap Nino
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka.
Hari telah berganti, hari ini Cia mendapatkan undangan alumni organisasi bela diri karate di kampus. Dulunya Cia memang pemilik sabuk hitam karna sejak menginjak sekolah dasar, Cia dan Vino sudah mengikuti pelatihan bela diri karate. Tak hanya itu, Cia juga menjadi perwakilan perguruannya untuk mengikuti lomba di berbagai daerah. Maka dari itu, terkadang Cia ikut melatih adik tingkatnya yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut.
"mas, aku izin ke kampus ada undangan alumni anak karate"
"loh kamu anak karate?" Brian kaget
"iya hehe"
"mas jadi takut mau macem macem"
"trus kalo Cia ga bisa karate, mas mau macem macem?"
"ya engga sih. mas mah baik baik sama kamu"
"dih, bisa aja"
"mau mas anter apa gak?"
"boleh kalo gak repot mah, sekalian nebeng"
"yaudah yok"
Sampai di kampus, Cia pamit pada Brian.
"nanti telfon mas kalo udah selesai"
"sip mas. bye mas Brian hati hati"
"kamu juga bye"
Brian pun meninggalkan Cia menuju kantor. Cia masuk ke kampusnya lalu menuju kantin karna hari ini ia janjian dengan Mela
"hoiii bengong mulu" Cia mengagetkan Mela
"eh, hehw maaf"
"gimana? jadi nglamar di Wijaya Grup?" tanya Cia
"jadi lah, udah aku kirim lewat email"
"sama, aku juga tinggal nunggu interview aja kan?"
"iya semoga keterima ya Ci"
"iya aamiin"
"pesen makan sana gih"
__ADS_1
"iya ini juga mau mesen. btw gimana mas nya kemaren?"
"hubungannya makin kesini makin baik kok"
"syukur deh kalo gitu, ikut seneng"
"hehe tar deh ku kenalin"
"oke sip"
Mereka pun makan sambil berbincang. Selesai makan, Cia mengajak mela untuk mwndatangi undangan dari pengurus karate kampus. sebenarnya mela juga pernah mengikuti latihan Karate, namun ia keluar karna waktu itu ia memilih waktu bersama pacarnya yang dulu.
"malu Ci, aku dulu kan keluar dengan tidak hormat"
"alah udah ayo masuk"
Setelah mereka masuk, mengikuti acara, juga Cia yang disuruh mempwrkenalkan diri dihadapan semua pengikut karate. Selesai mengikuti kegiatan, Cia pun keluar ruang latihan namun ia menabrak seseorang
brakkk...
"duh maaf kak" ucap perempuan itu
"gak papa kok. kakak juga gak papa"
"eh kak Cia ya? yang ngisi di depan?"
"iya, kamu?"
"aku Anna kak, salah satu siswa sabuk kuning di sini"
"oh, halo Anna salam kenal"
"ah ya kak, ternyata kakak gak cuma cantik tapi juga baik. cocok jadi pacar kakak Anna" gumam Anna namun masih bisa sedikit terdengar oleh Cia
"apa anna?"
"ah enggak kak, yaudah aku buru buru. maaf ya kak"
"iya" ucap cia sudah tidak didengar Anna
"loh ini bukunya jatuh. tapi orangnya udah pergi. gak tanya jurusan apa lagi" cia membuka buku novel tersebut
"wah ada nomor telfonnya. nanti biar ku hubungi dia"
Cia pun menuju kantin untuk menemui Mela yang sudah kembali duluan ke kantin. Sampai di kantin, Cia menelfon Brian
"hallo mas"
"iya sayang? udah pulang?"
"iya mas"
"yaudah mas biar Cia pulang naik taksi aja"
"jangan, kamu nurut mas. biar dijemput Nino"
"iya mas Brian bawelll dahhh"
Cia menutup telfonnya.
"kenapa?" tanya Mela
"mas brian nih ga bisa jemput malah suruh asistennya jemput aku "
"yaudah sih, nurut aja susah amat"
"tapi kan gak perlu sampe suruh orang mel"
"bersyukur aja kali"
"yaudah yok kedepan sambil nunggu orangnya"
"ayok"
Sampai didepan ternyata Nino sudah menunggu Cia.
"Nona" panggil Nino
"loh, kamu" kaget Nino
"kamu?" kaget Mela
"kalian kenal?" tanya Cia heran
"ah em nanti aja Ci, aku kasih tau" alasan Mela
"yaudah ayok barenganaja. gak papa kan No?"
"ah em gak papa nona" jawab Nino gagap
"enggak usah Ci. aku bisa naik taksi"
"halah gak usah nolak. biar sekalian ayok" Cia menarik lengan Mela masuk ke mobil
Mereka pu pulang, sebelumnya mengantar Mela kerumahnya. Setelah Mela turun,
__ADS_1
"loh kamu kok tau rumah Mela padahal tadi saya ataupun Mela belum kaish tau alamat rumah loh"
"em itu ya nona? emm" Nino bingunh mau menjawab apa
"yaudah lah itu urusan kalian"
Dilain tempat. Adik Brian pulang dari kampus
"ma, tadi Anna ketemu alumni cantik banget baik, jago karate juara terus lagu top bangt deh buat kakak"
"kamu ada fptonya?"
"yah engga tuh ma"
"kamu ini, mana bisa mama menilai kalau belum lihat"
"hehe siapa tau mama kayak cenayang, atau kayak uya kuya yang bisa baca pikiran orang"
"kurang ajar ya kamu sama orang tua"
"hehe ampun ampun mah"
Malamnya, Nino mengunjungi rumah Mela.
ting tong...
"iyaa sebentar" seru mela dari dalam rumah
ceklek...
"loh mas nino?" kaget Mela, Nino hanya tersenyum
"siapa mel? loh mel kok ga bilang mau bawa calon mantu mama kesini" ucap mama amel
"lah bukan ma, mama mah, ini temen Mela"
"siapa ma? ada tamu mbok ya disuruh masuk. ayo masuk mas" ajak papa Mela
"iya om"
"tapi gak papa sih mel. kelihatannya pekerja keras. boleh nih jadi mantu mama. ganteng juga kok" ucap mama jahil
"ih mama apaan sih. engga tauk"
"mas nya ini belom pernah kesini ya? soalnya saya asing. temennya Amel apa pacarnya?" tanya papa Mela
"temen om, tapi ya kalo om merestui saya untuk mendekati Amel ya pasti saja maju om" ucap Nino tegaz
"kalo saya mah jadi orangtua cuma mengarahkan. yang menjalani kan kalian. susah senangnya juga kalian yang ngrasain. yang penting kalo buat saya tanggung jawab juga mau kerja keras. siapapun itu kalo saya sok sok aja kalo mau deketin Amel"
"alhamdulillah makasih ya om"
Nino benar benar senang mendapat lampu hijau dari papa Mela. apalagi mela, sudah tersipu ditempatnya.
"nak Nino kalau mau ajak Amel keluar silakan. Boleh kok"
"baik om tante saya mohon izin"
"iya jangan pulang malam malam"
"baik om"
mereka berdua pun keluar menggunakan mobil Nino.
"kamu kenal nona Cia?"
"Cia? Alicia?"
"iya"
"ya kenal lah, kita berdua itu udah kaya perangko, nempelll terus"
"ya ampun dunia sempit ya ternyata. aku kerja sebagai bawahannya tuan Brian yang notabene calonnya Nona Cia, dan sekarang ternyata kamu temennya Nona Cia"
"hah, jangan jangan yang mau dikenalin Cia yang dia bilang asisten pacarnya jomblo itu kamu ya? hahahahaa"
"Nona Cia bilang gitu?"
"iya hahahaha"
"biarin deh yang penting kan sekarang udah ada kamu" ucap Nino sambil memegang tangan Mela
Mela malu malu kucing mendengarkan penuturan Nino
Bersambung bestieee
luvvv
komen komenn
kasih like
kasih hadiah
semua deh
__ADS_1
kalian terbaikkk
babay❤