Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Berangkat ke Malaysia


__ADS_3

Masih di apartemen milik Brian, Cia melaksanakan ritual mandinya. Tak disangka, bukan hanya pakaian namun peralatan mandi wanita pun disiapkan oleh Brian. Brian benar benar sudah mantap memilih Cia sebagai calon istrinya. Sekarang tinggal menunggu restu sang mama agar jalan menuju pelaminan semakin terbuka lebar.


Di tempat yang tak jauh dari Cia berada, Brian juga sudah menyelesaikan ritual mandinya. Ia sudah memakai setelan santai khas anak muda zaman now. Brian mengambil minum karna ia merasa haus kemudian naik ke kamar melihat Cia. Brian melihat Cia yang suka memandang keindahan kota dimalam hari dari balkon apartemennya. Langsung saja Brian mendekat kemudian memeluk Cia dari belakang.


"Udah mandi mas?" tanya Cia


"udah sayangg" jawab Brian sambil tetap memeluk Cia


"disini enak banget mas, sepoi sepoi, apalagi liat pemandangan lampu kota malam hari"


"iya apalagi ditemenin kamu"


"ih mas Brian mah gombal muluuu"


"gak papa dong sama calon istri sendiri" kata Brian


"kamu besok udah berangkat ya?" sambung Brian


"iya mas, besok gak ketemu ya sampe Cia pulang"


"gak ada yang bawain sarapan dong"


"kan ada bi sumi. masakannya enak juga kok mas"


"ya kan ga seenak bikinan kamu dibikin pake bumbu cinta" Cia seketika berbalik kemudian mencubit pinggang Brian


"ih mas brian gombal teruss, nanti deh kalo Cia pulang langsung dimasakin"


"bener ya?"


"iya bener, janji"


"mas pengen peluk yang lama boleh gak? buat stok kalo kamu lagi jauh"


"emang ada gitu pelukan buat stok, mas Brian aneh aneh aja"


"ada tau sayang"


"yaudah sini" Cia langsung merentangkan tangannya untuk menerima pelukan dari Brian.


Mereka berpelukan cukup lama sampai akhirnya Brian melepas pelukan itu, namun sorot mata Brian memindai wajah cantik Cia, dan kemudian Brian mendekat dan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti kemudian Brian mencium bibir Cia sangat lama dan begitu lembut. Cia pun terbawa suasana, tak ingin kehilangan kesempatan, Brian semakin memperdalam ciumannya dengan memegang tengkuk leher Cia. Brian menggendong Cia masuk kedalam bak koala namun tanpa melepas ciuman mereka. Hawa dingin dari angin malam juga ac dari dalam kamar Brian tak mendinginkan hasrat mereka. Namun Cia segera sadar kemudian melepas Ciuman mereka.


"maaf mas aku terbawa"


"mas juga, maafin ýa. yaudah ayo siap siap pulang" suasana malah jadi canggung setelah adegan panas tadi


"aku harus segera menikahi Cia agar tidak kebablasan seperti tadi, untung Cia segwra sadar" gumam Brian


Akhirnya mereka turun menuju parkir basement untuk pulang. Perjalanan terasa lambat karna memang Brian menyetir dengan kecepatan rendah. Brian sama sekali tidak melepas genggaman tangannya pada tangan Cia.


"nanti kalo mas kangen gimana?"


"ya kan bisa video call masss, cuma di Malaysia deket ko. lagian juga gak lost contact. tetep komunikasi juga"


"nanti kalo mas ga fokus kerja gimana dong sayang?"


"mas kok jadi manja gini sih, gemesss" ucap Cia sambil mencubit pipi Brian


"awwww... ya kan mas persiapan kalo kangen kamu"


Cia hanya menanggapi dengan tawaan, karna menurutnya Brian mulai sedikit posesif juga cemburuan. Cia bukan merasa tertekan namun malah merasa sikap Brian begitu lucu.


"kamu besuk berangkat ke bandara jam berapa biar mas yang anter"


"jam 7 an mas, mas mau nganter?"

__ADS_1


"iya biar mas aja yang anter"


"yaudah kalo gitu, soalnya ayah juga sekalian berangkat"


"loh om sama tante juga?"


"iyalah mas, kan ayah sama ibu mau anter kak vino nglamar ceritanya jadi berangkat barengan"


"yaudah sekalian bareng aja, pake mobil mas"


"gak ngrepotin mas?"


"enggaklah ngapain repot, kan nantinya juga jadi keluarga"


"yaudah deh mas kalo gitu, dianter mas Brian aja gakpapa"


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang. Sampai rumah Cia, Brian meminta izin pada ayah Cia untuk mengantarkan Cia sekeluarga besok. Dan ayah Cia mengiyakan ide Brian dengan senang hati.


Keesokan harinya, Brian telah bersiap didepan rumah Cia. Menunggu ibu dan Cia yang notabene seorang perempuan yang sudah pasti lama berdandan. Di teras, Brian dan ayah sedang mengobrol sambil minum kopi buatan ibu. Tak lupa mereka sarapan bersama terlebih dahulu sebelum berangkat.


"Mas gak papa beneran nganter kami ke bandara?"


"gak papa Cia sayanggg, lagian cuma sebentar. nanti juga balik ke kantor"


"yaudsh deh, ayo berangkat"


Mereka pun melakukan perjalanan menuju bandara. Setelah sampai, Brian berpamitan dengan ayah dan ibu Cia


"tante, om hati hati, selamat sampai tujuan ya"


"aamiin makasih ya nak Brian, kamu juga hati hati disini, jaga kesehatan" ucap ayah Cia


"siap om"


Ayah dan ibu Cia masuk duluan kedalam, tinggal Cia dan Brian.


"hati hati ya, jaga kesehatan, jangan lupa kabari mas terus, makan teratur, pokoknya baik baik disana"


"siap mas Brian sayangggg"


"duh gemesin banget sih pacar mas, gak usah berangkat aja gimana. disini aja"


"gak ah, biar kangen. Cia mau tau kadar cintanya mas Brian lewat ldr hahaha"


"oh jadi kamu ngraguin mas yaaaa"


"ya kali aja gitu mas. udah ya mas, udah dipanggil tuh"


"ati ati ya sayang" Brian mengecup singkat kening Cia kemudian Cia berllau meninggalkan Brian dengan lambaian selamat tinggal.


Brian pun pulang menuju kantor, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sampai dikantor ia bertemu dengan Nino sang asisten.


"tumben si bos gak ceria, pasti ada masalah" batin Nino


Saat Brian yang sedang gundah gulana ditinggal sang kekasih menuju negeri Jiran, laiin lagi dengan Nino yang berbunga bunga karna ia sedang naksir cewek yang tak lain Mela sahabat Cia atau yang ia kenal dengan Amel.


"Hari ini saya jadwalnya apa no?"


"hari ini ada jadwal bertemu klien di restaurant juga dikantor tuan, nanti juga ada rapat dengan masing masing devisi sore harinya"


"yaudah siapkan semua keperluannya" titah brian


"eh tunggu, kayaknya kamu kok bahagia banget?" tanya Brian pada Nino heran


"hehe enggak tuan" jawab Nino malu malu

__ADS_1


"jatuh cinta nih pasti"


"emang keliatan ya tuan?"


"ya iyalah orang keliatan lebih sumringah gitu kok"


"hehe iya tuan"


"akhirnya kamu melepas masa lajangmu juga ya no"


Nino hanya menjawab dengan senyum malu malu.


Dilain tempat, Cia baru saja mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur lalu segera menuju kediaman keluarga besar ibu Cia. Mansion bak istana yang begitu besar namun tampak sangat sepi karna hanya dihuni Nenek dan Kakek Cia serta maid yang mengurus mansion.


"akhirnya cucu nenek datang juga" nenek langsung memeluk Cia


"iya nek, nenek kakek sehat"


"sehat dong, liat nih kakek jalan gaperlu pakai tongkat lagi karna rajin terapi"


"wah kakek emang top jempollll" ucap cia sambil mengacungkan kedua ibu jarinya


"kamu nginep disini kan?" tanya nenek dengan antusias


"iya nek, Cia nginep disini aja selama di Malaysia daripada pakai apartemen kakak pasti berantakan"


"tau aja kamu kelakuan abangmu itu" sahut kakek


"Ma pa" sapa ayah dan ibu cia pada nenek dan kakek


"kalian ini gak pernah mengunjungi orang tua. kamu juga lina, suamimu kan sudah pensiun. bisalah nginep nginep sini dulu atau main kesini lah" omel nenek pada ibu dan ayah


"iya ma, kapan kapan kami main kesini"


"nah gitu kan nginep, kamu juga yosua bantuin anakmu di perusahaan daripada ngurus ikan di taman melulu" omel kakek


"gak usah pa, biar anak anak aja yng ngurus pwrusahaan. saya sudah capek dari muda sampai umur pensiun mengurus keamanan negara" ujar ayah dengan nada tegas namun masih bercanda


"jadi kalian mau berangkat menemui besan kapan?" tanya kakek


"malam ini kami berangkat pa, biar besok bisa banyak waktu untuk membahas kelanjutannya"


"yasudah, kalian istirzhat dulu disini. nanti malam biar diantar sopir ke bandara, Vino juga dikantor. Cia kalau mau ikut kakakmu bilang ke sopir suruh antar. tapi kalau mau istirzhat juga gak papa" jelas nenek


"Cia beberes dulu aja nek, nanti agak sorean aja Cia ke perusahaannya "


"yaudah kalo gitu, kamarmu udah dibersihkan maid. kayak biasa kalo butuh apa apa tinggal pencet tombol ya sayang" ucap nenek pada Cia


Cia mengangguk kemudian meninggalkan kakek dan neneknya menuju kamarnya dilantai 3 melalui lift.


Sampai di kamar, Cia merebahkan diri di kasur. Tak lupa ia mengirim pesan pada Brian bahwa ia sudah sampai.


Cia : Aku sudah sampai rumah nenek mas😊


tak lama kemudian balasan dari Brian pun masuk


Mas Brian ❤ : syukurlah, istirahat dulu sayang. kamu kan baru sampai. nanti kalo udah kabari lagi ya.


Cia : nanti aja deh mas, Cia kangen deh sama mas


Mas Brian ❤ : kamu tuh ya, jangan bikin mas gila deh. mas samperin sekarang loh


Cia : eh eh jangan dong, baru juga belom ada sehari gak ketemu udah kangen aja hihi


Mas Brian ❤ : ya habisnya kamu sih ngangenin, yaudah makan siang dulu sana nanti lanjut lagi sayangg

__ADS_1


Cia : iya masku sayanggg


__ADS_2