Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Jemput Brian


__ADS_3

Setelah Cia bertemu dengan Mela di kafe bintang, diparkiran ia mendapatkan telfpn dari pujaan hatinya.


"hallo mas?"


"hallo sayang, masih diluar?"


"ini baru balik dari kafe ketemu Mela. kenapa mas?"


"boleh mas minta tolong?"


" minta tolong apa mas?"


"ini mobil mas dibawa asisten. kamu bisa jemput mas dikantor gak? di Wijaya Grup"


"bisa kok mas. aku otw ya?"


"mas tunggu ya sayang"


"iya mas"


telfon pun tertutup. Cia segera melajukan mobilnya menuju kantor Wijaya Grup. Mobil Brian memang dibawa Nino tadi, ia sengaja karna ia tau Cia keluar malam ini. Jadi ada alasan untuk bertemu Cia. sesampainya dikantor Brian, Cia celingukan mencari keberadaan Brian.


"astaga" seru Cia saat Brian mengagetkannya


"ih mass kenapa sih, kaget tau" marah Cia


"maaf sayang, mas gak sengaja hehe. yuk masuk, mas yang setirin ya" Cia menjawab dengan anggukan


Didalam mobil Cia hanya merasakan harum tubuh Brian yang begitu menyeruak, benar benar memabukkan. Padahal sudah seharian bekerja namun wangi Brian benar benar membuat iman Cia goyah. Ingin rasanya Cia memeluk Brian seharian untuk menghirup bau tubuh Brian.


"mas kerja disini?"


"iya sayang kenapa"


"gak papa sih, gajinya banyak dong mas. perusahaan gede gini"


"ya begitulah"


Brian bukan mau menutupi siapa sebenarnya ia, namun karna Cia juga tidak bertanya lebih jadi Brian memilih diam dan menceritakannya suatu saat nanti.


"kamu besok ada acara?" tanya Brian


"enggak sih mas kenapa emangnya?"


"kan lusa kamu mau berangkat, gimana kalo besok seharian kita main?"


"mas yakin? trus gak kerja gitu?"


"kan mas bisa cuti. mau gak?"


"boleh sih"


"kamu mau kemana? tempat yang pengen kamu kunjungi mungkin?"


"kemana aja deh mas, asal sama mas hihihi"


"kamu tuh yaaa, bisa ya sekaranggg gombal" ucap Brian sambil mengacak rambut Cia

__ADS_1


"ihhh, mas. rambut Cia jadi berantakan kannn" rengek Cia


"iya deh maaf. besok bawa mobil mas aja ya. nanti bawain sarapan ya, sarapan dimobil aja okey?"


"Siap mas"


Sampai didepan rumah Cia, ayah Cia didepan rumah menyapa mereka.


" loh kok nak Brian bisa barengan sama Cia?" tanya ayah


" iya nih yah, tadi mobilnya dibawa asistennya katanya jadi barengan Cia" jawab Cia


"iya om, tadi minta tolong jemput Cia dulu ke kantor. maaf ya om jadi kemaleman" sahut Brian


" gak papa yang penting sampai dengan selamat"


"mari om, saya pulang duluan. sudah malem soalnya"


"gak mampir dulu? ngopi dulu?"


"wah bukannya nolak om, baru pulang gini masa mau ngobrol. besok aja ya om hehe, atau kapan nanti"


"yaudah deh kalo gitu"


Brian pun pulang kerumahnya yang berada diseberang rumah Cia.


"ayah ih ngajak ngopi mas Brian mulu" gerutu Cia


"gak papa kali, kan lehih dekat dengan calon mantu hehe"


"ayahhhhhh"


Cia pun masuk kerumah untuk bersih bersih kemudian tidur. Sebelum tidur, Cia mendengar bunyi ponselnya tanda pesan masuk.


Mas Brian❤ :Jangan lupa besok ya sayang, bawain sarapan. gudnite sayang😙


Cia yang mendapat pesan singkat dari Brian langsung gulung gulung di kasur karna terbawa perasaan. tak disangka Brian bisa se sweet itu. Cia jadi senyum senyum sendiri lalu ketiduran


Sehari sebelum keberangkatan Cia ke Malaysia, Brian mengajak Cia jalan jalan. Ia ingin sekali membawa Cia menemui mamanya agar pernikahan mereka segera diselenggarakan. Namun apa daya karna mama Irene belum pulang jadi Brian belum bisa mempertemukan keduanya.


Pagi ini, Cia membuatkan sarapan untuk Brian juga dirinya nasi goreng sosis tak lupa jus alpukat juga air putih, potongan buah untuk pencuci mulut juga ia siapkan. stelah selesai ia masukkan ditempat makan. ia bersiap untuk mandi dan dandan. Cia memakai mini dress dengan sepatu sneakers juga rambut yang digerai indah. bedak tipis ditimpa blush on agar sedikit merona, lipstik nude yang menambah keimutan wajah Cia. Setelah selesai, Cia turun dan ternyata Brian sudah **menunggunya dilantai bawah bersama ayah.


"mau keluar kemana?" tanya ayah


"jalan jalan aja yah, boleh kan?"


"boleh dong, yang penting baliknya jangan kemaleman"


"siap om"


" eh eh eh ci,mampir ke toko bawain jeruk ke anak anak. kemaren dibawain ibu ibu arisan, kebanyakan jadi daripada kebuang, bawa ke toko aja ya" ucap ibu


"iya bu, nanti cia mampir"


"yaudah sana berangkat" titah ibu


"iya ibu kuuuuu yang tercantik. jerukna cia bawa ya" Ibu mengangguk

__ADS_1


"mari om, tante berangkat dulu" pamit Brian


"iya hati hati dijalan" sahut ayah dengan menepuk bahu Brian


Mereka pun berangkat, tak lupa mampir toko Cia untuk mengantar jeruk titipan ibu.


" loh mba Cia, bawa apa nih?" tanya jeje


"ini cuma mau nganter titipan ibu, ada jeruk. bawa kedalem ya, aku mau keluar dulu. nitip toko sama temen temen"


"makasih ya mba cia, yaudah ati ati mba"


"sip salam buat yang lain"


Cia melambai pada jeje kemudian masuk ke mobil Brian.


"karyawan kamu emang melambai ya?"


"iya mas, tapi meskipun melambai, dia tuh kuat angkat angkat. kasian anak anak kalo ngangkat barang gak kuat. lagian dia bisa membaur sama yang lainnya kok meskipun cowok sendiri"


"oh gitu ya"


Brian melajukan mobilnya dengan pelan sambil menikmato sarapan buatan Cia yang juga disuapi Cia.


"masakan kamu emang gak pernah gagal bikin nagih. jadi oenen cepetan nikah biar makan masakan kamu terus"


"ih mas tuh nikah mulu, sabar dong"


"ya gimana, deket kamu pengennya bungkus muluuuu tapi belom boleh dong"


"makanan kali dibungkus. mas bisa aja"


Mereka lanjut jalan jalan ke kebun binatang memberi makan binatang yang ada disana, menghabiskan waktu berdua sampai sore tiba. Cia juga mampir belanja di mall untuk membeli baju. Mereka mampir apartemen Brian untuk mandi.


"mampir apartemen dulu gak papa kan?"


"gak papa kok mas, sekalian makan cemilan yang beli di mall tadi"


"okey deh"


mereka pun turun dari mobil kemudian menaiki lift dari lantao basement menuju lantai dimana apartemen Brian.


"ini tiap hari dibersihin ya mas apartemennya?" tanya Cia


"iya, ada orang sini yang bersih bersih kan tiap hari"


"emang mas ga berniat tinggal disini?"


"rencananya sih kalo udah punya istri mau disini sementara, nanti cari rumah yang agak gedean jaga jaga punya anak kan rumah juga musti besar biar anak anak bisa main lenih leluasa"


"ooooo"


"kamu mandi di kamar mandi dalam aja, mas dibawah nanti. oiya bajumu juga ada di lemari situ kemaren aku minta orang buat ngisi baju ukuran kamu"


"makasih ya mas, padahak gak usah sampe segitunya"


"ya kan kamu bakalan nginep sini juga nantinya kalo nikah. jadi sekalian aja nyicil ngisi"

__ADS_1


Cia hanya tersenyum menanggapi Brian. perhatian sekecil itupun membuat Cia berbunga bunga


__ADS_2