Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Diantar Nino


__ADS_3

Alangkah kagetnya, Cia melihat pemandangan yang sangat tak ia duga sebelumnya. Pemandangan Brian yang selesai mandi dngan berbalut handuk dibagian bawah kemudian dada bidangnya yang terekspos apalagi otot lengannya yang sangat uwwwwwww😂(author jadi bayangin wkwkwk)


Cia super kaget, Brian pula namun Brian mencoba biasa saja.


"kukira tadi bi sumi, ternyata kamu sayang. tunggu bentar ya, mas pake baju dulu" ucap Brian


"emh iya mas" Cia menjawab dengan terbata bata, bagaimana tidak? ia melihat setiap lekuk tubuh Brian yang sangat sempurna. Setelah Brian kembali masuk ke kamar, Cia mulai bisa bernafas lega.


"ya ampun Ciaaaa bayangin yang engga engga muluuu. Sadarr, mas Brian juga baru kemaren nembak" seru Cia sambil memukul mukul kepalanya untuk menyadarkan diri


Selesai Cia menata makanan juga menyiapkan air minum, Brian keluar dengan setelan kerjanya yang begitu berwibawa.


Brian memeluk Cia dari belakang kemudian mengecup pipi Cia dengan lembut.


"Kayanya enak kalo punya istri, ada yang nyiapin apa apa" kata Brian


"loh kan udah ada bi sumi mas?"


"ya kan kalo bi sumi ga bisa diajak mesra mesraan sayang"


"iyalah, bisa digampar suaminya bi sumi kamu mas hehehe"


"nah itu kamu tau, nikah aja yuk"


"emm, ya nanti ya mas sambil jalan. Kan Cia juga baru wisuda kemarin"


"yaudah deh, makan dulu yuk"


Cia mengangguk mengiyakan. mereka berdua pun makan dengan tenang. Kemudian selesai makan, Brian masih duduk di meja makan ketika Cia memberesi bekas makanan mereka.


"mas?"


"kenapa sayang?" tanya brian


"Cia mau ngomong sesuatu" mulai Cia


"mau ngomong apa? bilang aja?"


"lusa aku mau ke malaysia mas, disuruh bantuin kak Vino soalnya kak Vino mau ngunjungin keluarga calon istrinya"


"emang berapa hari?"


"belum tau mas, soalnya sekalian mau lamaran gitu katanya"


"yaudah gak papa, lagian jaman sekarang kan canggih. kalo gabisa ketemu kan bisa kabaran juga. ya nanti kalo mas ada waktu kan juga bisa nemuin kamu sekalian liburan"


"mas gak papa?"


"loh mas harus apa? marah? kan enggak. gak papa lagi, kan kamu juga bisa belajar juga di perusahaan biar lebih siap buat kerja."


"beneran mas gakpapa aku ke malaysia?"


"iyaa sayang gak papa kok"


"makasih ya mas" ucap Cia sambil memeluk Brian tanpa sengaja kemudian Brian membalasnya


"ih enak deh dipeluk peluk gini, jadi pengen nikah"


"mas apaan sih, tunggu kakak dulu ya nanti mas lamar Cia secara resmi. okey?"


Pertanyaan Cia dijawab kecupan dibibir Cia sekejab kemudian Brian mengangguk.

__ADS_1


"mas tunggu waktu itu dan ketika kamu siap, mas langsung nikahin kamu"


Cia yang kaget dengan perlakuan Brian hanya mematung binguhg. Antara kaget, senang, dan terbawa ciuman Brian. Cia twrsenyum canggung kemudian pamit pulang karna menahan malu, bayangkan saja muka Cia merah bak tomat rebus.


Tadi malam, Vino menelfon Cia untuk meminta Cia supaya menggantikannya beberapa hari mengurus perusahaan karna ia akan menemui orangtua Gaby.


Sore ini Cia janjian bertemu dengan Mela. Sehabis memngabtar sarapan kerumah Brian, dilanjut ritual rumahan anak gadis pada umumnya dirumah. kemudian berangkat ke toko untuk cek toko dan barang masuk.


"eh mba cia udah dateng" sambut jeje


"iya nih je, ini dibawain ibu bolu sama sate buah. dibagi sama lainnya ya"


"siap mba, makasih yak. tante nih baik bener repot repot bawain segala."


"ibu emang biasa gitu. gak papa rejeki, dah sana makan itu dulu. pada udah sarapan kan?"


"udah kok mbak, tadi barengan beli bubur ayam depan sana"


" yaudah kalo gitu"


Cia membantu bongkar bongkar barang bersama nisa, lisa, widya, ina, juga jeje si laki laki lemah gemulai. Selesai membongkar barang, mereka makan siang dilanjut packing barang hingga sore hari. Sorenya Cia pamit pulang untuk mandi karna akan bertemu Mela di kafe bintang.


Cia berniat menjemput Mela menggunakan mobilnya namun ternyata Mela sudah bersiap dengan motornya karna ia juga akan bertemu orang lain nantinya.


"mau ketemu siapa mel? cantik bener?" goda Cia


"ada deh, tar aja crrita di dalem. pesenin strawberry squash deh, sama spagetti plus nugget hehe"


"oke siap"


Mereka masuk ke kafe, kemudian Mela mencari tempat duduk dan Cia memesan minuman. Setelah selesai mereka menunggu makanan juga minuman datang kemudian mulai mengobrol.


"kenapa? gimana? tumben ngajak ketemu?"


"tar dulu deh, ini cantik mau ketemu siapa emangnya?"


"nah ya gara gara itu"


"gimanaa cerita deh dari awal" tanya Cia


obrolan mereka terhenti ketika makanan mereka datang, lalu lanjyt makan sambil bercerita.


"jadi tuh kemaren pas wisuda aku nabrak cowok di jalan depan auditorium. sama salahnya sih ci, aku juga ga liat karna buru buru, dia keliatannya juga."


"terus?"


"nah, pas dia nabrak tuhhhh, kebaya aku robek bagian depan. ya gimana dong dia kasian trus kasih jas dia buat nutupin dada aku"


"udah gitu pas mau balik malah high hells aku haknya patah gegara jatuh, yaudah dianter pulang plus dibeliin heels baru"


"heem terus?"


"kalo aku baper salah ga si ci?"


uhukkk uhukkk...


Cia twrsedak minumannya ketika mendengar pernyataan Mela.


"ya gimana dong, baik banget orangnya. ganteng lagi, tanggung jawab banget keliatan wibawanya apalagi pas deket dia rasanya dag dig dug" jelas Mela


"jadi ini dandan cantik mau ketemu masnya itu?" tanya Cia

__ADS_1


"iya hehe, mau anter jas dia sekalian ketemu sih. kapan lagi ketemu cowok ganteng, kalo kamu mah udah ada pasangan. lah aku? gimana coba? emang kamu mau liat aku sendirian? cariin cogan dong ci, kalo aja yang ini ga nyampek perasaanya hehe"


"heleh, ada sih temen mas Brian tapi gatau deh dia jomblo apa gak soalnya nempel mas Brian mulu"


Mereka lanjut mengobrol sampai malam menjelang. dan tanpa mereka sadari, laki laki yang dibicarakan Mela, juga teman Brian yang dimaksud Cia adalah Nino. namun mereka tak tau bahwa yang sedanb mereka bicarakan adalah satu orang yang sama. Mela memperkenalkan diri sebagai amel karna amel adalah panggilan sayang omanya dulu.


"Ci, aku balik dulu. mau ketemu pangeran" pamit Cia


"dih sa ae lu, yaudah semoga yang ini jadi beneran ya. tak beliin sepatu jordan yang kamu pengen kemaren deh"


"beneran ci?" tanya Mela berbinar, Cia menanggapinya dengan anggukan.


"Jangan gitu deh ci, kesannya ngedapetin pangeran buat sepatu doang. tapi kalo nanti dibeliin mau sih hehe"


" kamu mah, dah sana. udan kubayar anggep aja pajak jadian kemar3n"


" ih top bener sobat aku ini. dah makasih yaw "


Mela melajukan motornya menuju alamat restoran yang sudah di kirimkan oleh Nino. Sampai diparkiran, Mela mengambil totebag yang berisi jas Nino.


"mas Nino?" sapa Mela


"eh amel, sini duduk dulu. mau makan apa?"


"apa aja deh mas"


"gak diet kan?"


"enggak lah mas, ngapain coba diet"


"iya sih. yaudan ditunggu dulu makanannya"


Mela mengangguk, ia melihat lihat suasana restoran tersebut. trmpat makan yang terlihat memang elite, tempatnya nyaman, super bersih dan tenang.


"kenapa? tempatnya gak enak ya? "


"hah? enggak ko mas, nyaman banget. keliatannya mahal ya mas?" ceplas ceplos Mela


"enggak juga. lagian kerja juga buat apa sih mel? gak papa kali makan ditempat gini biat reward diri sendiri biar semangat terus kerjanya biar bisa tiap hari makan disini hehe"


"iya juga sih mas"


Obrolan mereka pun mengalir sampai malam, mereka semakin akrab dan dekat padahal baru 2 kali bertemu. Sampai akhirnya mereka pulang masing masing, namun tak disangka, ban motor Mela bocor. lalu Mela memanggil Nino


" halo"


"mas bisa puter balik gak? motorku bannya bocor"


"yaudah mas kesitu, tunggu bentar"


Nino pun putar balik menjemput Mela kemudian menelfon orang bengkel untuk mengambil motor Mela kemudian mengantar Mela pulang.


"maaf ya mas ngrepotin"


"gak papa lagi, rumahmu sejalur juga"


"makasih ya mas"


"iya sama sama"


maaf ya slurr, jarang upload. lagi ada masalah hehe

__ADS_1


tengkyuuuu


tunggu yaaa


__ADS_2