Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Akhirnya


__ADS_3

paginya seperti biasa, cia membuatkan sarapan untuk brian. hari ini cia membuat sandwich juga jus mangga. cia mengantar sarapan kerumah brian. disana ia menemui bi sumi yang sedang membersihkan rumah.


"permisi" seru cia


"eh non cia, ayo non masuk. tuan muda lagi mandi, sebentar bibi panggilkan" ajak bi sumi


"iya bi"


cia duduk di sofa ruang tamu brian. rumah ini cukup besar seperti rumah cia namun nampak kosong, seperti tidak ada kehidupan. ya, karna hanya brian sendiri yang menempati rumah itu. cukup lama cia menunggu brian, akhirnya yang ditunggu keluar juga.


"eh sarapannya udah nungguin"


"iya nih mas, cuma bawa sandwich aja hehe yang cepet"


"gakpapa, temenin mas sarapan dulu ya"


cia mengangguk malu


akhirnya cia menemani brian sarapan di ruang santai sambil menonton tv. hubungan cia dan brian semakin dekat. apalagi perasaan brian dan cia ketika dekat satu sama lain sama sama berdebar namun mereka sama sama gengsi untuk mengungkapkan.


"mas brian gak berangkat kerja?"


"berangkat, nanti siang tapi. gak ada kerjaan banyak jadi bisa berangkat siang"


"mas brian kok enak banget bisa berangkat siang?" tanya cia penasaran


"pasti mas brian deket sama bosnya ya? atau asistennya?"


brian sebenarnya mau mengakui kalau dia malah pemilik perusahaannya jadi dia bisa berangkat jam berapapun. namun karna cia bertanya seperti itu, lebih baik brian berbohong dan tetap menjadi brian yang biasa dimata cia.


"ya begitulah, bos nya mas orangnya santai, asal kerjaan selesai gakpapa kok"


"wah enak dong, cia mau juga deh mas kerja sama mas brian?"


"kerja sama mas? kerja jadi partner hidup mas aja mau?"


cia yang awalnya serius mendadak salah tingkah,


"kenapa? gak mau ya?" tanya brian yang masih menatap wajah cantik cia


"em eh anu, mas cia mau balik dulu. mau anter ibu arisan sama ibu ibu komplek. duluan mas"


"eh kotak makannya"


"ah ya, besok saja mas"


cia langsung berjalan dengan cepat keluar rumah brian untuk segera pulang. brian yang menatap punggung cia yang semakin menjauh jadi senyum sendiri.


"ah lucunya dia" gumam brian


dilain tempat, cia sampai kamarnya langsung menutup pintu. menetralkan detak jantungnya yang semakin cepat berdetak.


"huff, ampun deh mas brian bikin jantung aku deg degan aja"

__ADS_1


cia kemudian mandi untuk menghilangkan pikirannya tentang omongan brian. selesai mandi, cia berniat pergi ke toko untuk menyelesaikan masalahnya. cia membawa bukti cctv yang pindahkan datanya ke ponsel.


bria**n


setelah makan sarapan yang dibuat cia, brian mengganti pakaiannya dengan kemeja kantor. ia menghubungi nino


"cari tau toko tempat cia berjualan. hari ini aku mau membelikan dia bunga juga makan siang. sekalian pesankan makanan dari resto langganan seperti biasa. nanti kirimkan saat aku sudah disana" titah brian


"baik tuan. untuk bunganya?" tanya nino


"aku mau cari sendiri saja. kamu urus yang tadi"


"baik tuan"


brian mengemudikan mobilnya menuju toko bunga. ia akan memilih bunga sendiri untuk ia berikan pada cia. brian memilih bunga krisan karna warnyanya cerah dan nampak ceria seperti cia.


cia


toko cia hari ini lumayan sepi pembeli yang datang, namun tetap saja orderan di online shop mereka banyak. cia semakin bingung harus apa terhadap karyawannya yang menghianatinya. namun mau bagaimana lagi ia harus bertindak agar tidak ada lagi kejadian semacam ini terjadi.


"nisa, adel, mia, lisa saya mau bicara" panggil cia


nisa dan lisa nampak gelisah, tidak seperti adel dan mia yang nampak tenang karna menurut mereka meskipun tertuduh, tidak ada bukti untuk menyalahkan mereka.


"ya mbak ada apa?" tanya mia


"ada diantara kalian yang mau ngomong sesuatu?"


"atau mau mengakui sesuatu?"


"mengakui apa memangnya mba?" kali ini adel yang bertanya


"saya gak mau ada kebohongan disini. jadi lebih baik siapa yang merasa salah tolong mengaku" jelas cia


"saya lebih baik kalian ngaku daripada diam terus terusan dan melakukan hal yang salah. saya selama ini diam bukan berarti tidak tahu tapi saya mau kejujuran kalian." imbuh cia


"baiklah kalau tidak mau mengaku, mungkin kalian harus melihat ini"


cia menyodorkan ponselnya untuk memutar video dari cctv yang memperlihatkan adel dan mia mengendap masuk ruangan cia untuk menyembunyikan barang dagangan kemudian membawanya ketika sudah sepi.


"mbak ini gak mungkin" sanggah mia


"ini pasti cuma fitnah mba" kata adel


lisa dan nisa hanya bungkam karna ia takut dituduh yang tidak tidak. cia hanya mendengarkan pembelaan dari karyawannya yang sudah tertangkap basah itu.


"mba cia percaya kan sama mia, mia gak mungkin begitu"


"ini pasti kalian ya yang bikin video seolah olah kami yang salah" tuduh adel pada nisa dan lisa


"untuk apa mereka membuat video rekayasa, toh video itu dari cctv yang kupasang sendiri. lagian tidak ada untungnya nisa dan lisa merekayasa video itu" ucap cia membela nisa dan lisa karna mereka tidak berani berkata kata


"mba cia gak bisa gitu dong, orang diem juga belum tentu baik. kenapa hanya membela nisa dan lisa sedangkan disini kami berdua dituduh dan dipojokkan" ucap mia mulai berani

__ADS_1


"karna aku punya bukti video itu. jadi untuk apa kalian mengelak" jawab cia


"apa dengan video itu mba cia bisa menuduh kami yang mencuri barang toko? padahal itu hanya sekali. dan saya mohon maaf untuk itu. kenapa mba cia menuduh kami seakan akan kami sering berbuat demikian?" kata mia


di balik pintu ternyata brian sudah mendengar semua percakapan mereka. brian yang akan menemui cia menjadi geram karna karyawan cia sudah tertangkap jelas malah masih mencari alasan.


"saya memiliki bukti kok kalau kalian memang sudan biasa berbuat curang" kata brian yang masuk toko cia tanpa permisi


"loh mas brian" cia kaget atas kedatangan brian bersama asistennya


tak jauh berbeda dari cia, mia juga adel pun kaget. ia seperti pernah melihat brian tapi dimana.


"siapa anda? dan apa maksud anda bukti?" jata adel dengan berani


brian pun memutar rekaman saat makan bakso dan bertemu dengan karyawan cia yang tak sengaja pula mendengar semua percakapannya. dan dewi keberuntungan benar benar berpihak pada orang baik karna tanpa sengaja brian memencet tombol rekam.


adel dan mia baru menyadari kalau brian adalah orang yang makan bersama mereka ketika mereka membicarakan cia


" matilah aku" batin mia dan adel bersamaan


"apa kalian masih mau menyangkal?" tanya brian


mia dan adel sudah tidak bisa berkutik karna mereka sudah jelas jelas salah dan ada buktinya. sudah terlambat untuk memohon maaf dan pengampunan karna sikapnya tadi yang sangat berani dan sarkas. akan sangat aneh dimana keberanian mereka tadi menciuypt hanya karna mendengar bukti dari brian.


"baiklah tanpa basa basi, saya mohon maaf per hari ini kalian sudah tidak bekerja ditoko saya. mohon kemasi barang kalian. nanti sore akan ku transfer upah kalian" jelas cia


cia kemudian naik ke lantai atas untuk menenangkan diri. ia begitu lelah dengan keadaan. terlalu baik ternyata tak selamanya baik. cia menangis, bukan karna benci mereka tapi menyayangkan sikap mereka. sudah lama bekerja di toko ini juga ia sudah merasa mereka adalah bagian dari keluarga cia pula namun dengan teganya mereka melakukan itu.


"menangislah kalau kamu mau menangis" kata brian yang sedari tadi mengikuti langkah cia


cia melihat sorot mata brian yang sangat tulus membuatnya ingin merasakan pelukan hangat brian.


brian yang menyadari keinginan cia langsung merentangkan tangannya untuk merengkuh tubuh cia. cukup lama cia menangis mengeluarkan isi hatinya sampai kemeja brian basah akan air mata cia.


"maaf ya mas, jadi basah gini gara gara cia"


" gakpapa kok santai aja"


"ih iya mas ada apa kesini? tumben?"


" tadinya mas mau ngajak kamu makan siang tapi mendengar percakapan kalian jadi lupa tujuan awal kemari"


"maaf ya mas ngrepotin. kalau begitu makan dulu gimana?"


"yaudah yuk biar tenaga kamu balik lagi habis nangis. udah ya gausah diinget. yang udah ya udah. sekarang kamu harus lebih pandai menilai orang lain biar tidak dimanfaatkan lagi"


cia hanya mengangguk dan tersenyum karna brian ternyata sangat perhatian padanya


like like likeee


komennnnn


dukung terus yaaa

__ADS_1


__ADS_2