Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Brian berkunjung ke mansion Allesandro


__ADS_3

"mas briannnnnn" jerit Cia


"stttttt kamu ini "


Cia langsung berlari memeluk Brian yang baru datang menemuinya. Tak ia sangka Brian benar benar datang menemuinya ke Malaysia.


"masss kok ga ngabarin sih kalo mau kesini? di chat juga ga dibales sama sekali"


"ya kan biar surpriseee sayang"


" ihhh mas Brian, ini bunga buat Cia? pake repot repot bawain bunga segala"


"ya gak papa dong, cuma bunga ini" kata Brian


Ceklekkk...


"Ci?"


"iya masuk" seru Cia dari dalam ruangan


"loh, tuan Andreson?" Vino yang membuka pintu ruangan Cia kaget melihat siapa yang menemui adiknya


Brian tersenyum,


"kakak kenal?" tanya Cia heran


"ya kenal lah, tuan Anderson ini yang kerja sama kemarin sama perusahaan kita" jelas Vino


"lah, ya ini dia kak pacar Cia" ucap Cia


"ha? tuan Anderson ini?" tanya Vino tak percaya


"iyalah masa bapaknya" jawab Cia ketus


"jadi kamu?"


"iya tuan saya yang akan menikahi Cia"


"ya ampun kalo sama dia mah kakak langsung approve tanpa babibu"


"kakakkkk, makasih ya" Cia beralih memeluk kakaknya


"iyaaa sama sama" jawab Vino


Cia masih berfikir bahwa Brian adalah karyawan dari perusahaan di Indonesia yang menjadi perwakilan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan keluarganya. Padahal nyatanya, Brian lah pemilik perusahaan yang bwlerja sa,a dengan Allesandro Corp.


"karena kalian udah ketemu. keluar sana gih gak papa kakak yang urus perusahaan. lagian gak banyak kerjaan ini. nanti sore mampir kerumah ya bro. biar kenalan sama semua dulu" kata Vino


"beneran nihh?" tanya Cia memastikan


"iyaa, bro titip adek gue. jangan lu sakitin. gue udah jauh dari dia jadi gabisa ngawasi dia lagi" minta Vino pada Brian


"iya tuan siap saya akan jaga Cia"


"santai aja, panggil Vino. tar juga bakal jadi ipar gue lu"


"iya Vin"


"yaudah kalo gitu, Cia sama mas Brian keluar dulu ya kak"


"sip, jangan aneh aneh. tunggu sampe kakak nikah dulu baru kalian nikah"


"iya kakakkuuuuu yang bentar lagi mau nikahin anak orang"


"dah sana"

__ADS_1


"pamit dulu kak" Cia mencium pipi Vino kemudian berjalan keluar disusul Brian


"keluar dulu bro, nanti gue mampir" ucap Brian pada Vino


"sip, nitip adek gue ya. nanti kalo nangis beliin kinderjoy aja tar juga diem" bisik Vino pada Brian


"kakkkkkk aku denger looooo" omel Cia


"hahahaha" Vino dan Brian tertawa bersama


Cia dan Brian pun keluar kantor, semua orang dikantor menatap mereka dengan tatapan kagum.


"satu cantik, satu ganteng, keliatan anak orang kaya semua lagi. apalah aku yang remahan kripik singkong ini" kata salah satu karyawan yang melihat mereka


"iya nih kaum kaum ngesot gini mana bisa dapet begituan. baru mimpi udah ditampar malaikat suruh sadar diri" jaeab karyawan lain


dan masih banyak lagi omongan orang orang tentang mereka berdua. saat tiba di mobil Cia,


"mas aja yang nyetir" tawar Brian


"iyalah masa Cia"


"hihhh kamu tu yaaa, mau jalan kemana?" tanya Brian


"kmana aja asal sama mas"


"temenin mas beli dasi mau? sekalian beli kemeja"


"boleh, Cia mau ikut"


"yaudah yok"


Mereka pun melakukan perjalanan menuju mall besar dikota itu. kemudian menuju toko yang menjual kemeja pria. Cia mulai memilih beberapa kemeja, sedangkan Brian hanya mengekori langkah kemanapun Cia berjalan.


"ini juga"


"ini keliatan ganteng banget"


"emang mas, ganteng cia" ucap Brian memotong ucapan Cia


"dih, ini lebih berwibawa kalo dipake"


"ambil deh yang menurutmu bagus. sekarang pilih dasi yang cocok"


"okey bos, ga boleh nyesel ya dipilihin Cia"


"engga sayang"


"harus dipake"


"siappppp"


Cia pun memilih dasi yang pas untuk kemeja kemeja tadi. Selesai semua saatnya membayarm


"nih kamu bayar pake ini" Brian memberikan Black Card alias kartu tanpa batas


Cia hanya membalas dengan acungan jempol. Selesai berbelanja, Cia mengajak Brian pulang ke mansion.


"Cia benar benar cucu dari Allesandro" batin Brian


Brian membawa mobil masuk ke area mansion, kemudian mereka dipersilahkan masuk.


"oh jadi inii calonnya Cia?" sambut kakek


"nah ganteng gini pantes cucu perempuanmu naksir" sahut nenek

__ADS_1


"nenek ihhhh"


"gak papa dong, ayo masuk semua"


"permisi kek, nek" sapa Brian


"mas aku keatas dulu ganti baju, kamu ngobrol sama kakek nenek ya"


"iya Ci"


Cia pun naik ke kamarnya untuk bersih bersih sekalian ganti baju. Brian pun diajak nenek dan kakek menuju taman brlakang yang terdapat kursi santai untuk berbincang


"dari Indonesia langsung ke kantor?" tanya nenek


"enggak nek, sampai sini tadi malam terus ke hotel dulu, baru nemuim Cia hehe"


"kayaknya saya gak asing sama kamu"


"masa kek?"


"kamu itu mirip temen main waktu kecil ibunya Cia"


"siapa kek memangnya?"


"Rena, Irene Wijaya kalau gak salah nama marganya ikut suami nya skarang" ucap kakek setelah mengingat ingat


"loh, itu mama saya kek"


"hah?" pekik nenek


"kamu anaknya rena?"


"iya nek"


"ya ampun kamu tu dulu pernah ketemu nenek waktu kecil sama mamamu, waktu itu nenek bilang kalau anak ibunya Cia alias si Cia itu gadis kecil yang lucu pasti cocok sama kamu. walaupun usia kalian terpaut agak jauh tapi nenek dan mamamu sudah pernah membicarakan itu sebagai gurauan, bahkan ibu Cia juga setuju seandainya Cia dapat anaknya Rena. dan tidak disangka ternyata benar brnar kejadian." jrlas nenek


"benar begitu nek?" tanya brian kaget


"iya, benar benar skenario tuhan yang begitu indah. kalian benar benar dipertemukan"


"apa ibu Cia belum tau kalau kamu anak Rena?"


"belum nek karena selama ini saya tinggal sendiri membeli rumah didepan rumah om Yosua. mama tinggal sama adik saya di mansion karna papa sudah meninggal. "


"jadi papamu sudah meninggal?" tanya kakek


"iya kek sudah lumayan lama"


" lalu Wijaya Grup siapa yang pegang?"


"saya kek, karna sebenarnya perusahaan itu menjadi rebutan saudara papa. namun syukur, papa sudah mewasiatkan bahwa perxahaan itu memang untuk brian karna saham yang dimiliki atas nama papa memang besar persennya"


"keluarga papamu memang tamak dari dulu Bri, kakek saksi papamu dulu dicelakai. kakek pu mengenal papamu dulu. namun kakek heran, papamu lama sekali tidak penah kemari ataupun menghubungi kakek. ternyata papamu telah toada?"


"iya kek, sakit jantung yang papa alami ditambah ada oknum dokter yang salah menyuntikkan obat pada papa membuat kondisi papa memburuk kemudian meninggal"


"sabar, semua sudah diatur tuhan. sekarang saatnya kamu mempertahankan juga membesarkan nama perusahaan yang sudah papamu pertahankan selama ini"


"baik kek mohon doanya"


LIKE KOMENNN KASIH HADIAH KEKK


komen jugaaa dong guizee biar ga sepii


tungguin dabel upnya ya sayank luvvv

__ADS_1


__ADS_2