Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Apa mungkin ini pertanda?


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Cia membawa tentengan yang ia beli di sepanjang jalan. Brian tak habis fikir dengan nafsu makan istrinya kali ini. Meskipun sebenarnya dari awal Cia memang termasuk wanita yang makan banyak namun badannya kecil.


" Mas yang di kresek putih jangan dimakan, itu buat aku semua ya. Mas yang lainnya aja hehe" ucap Cia pada suaminya ketika akan masuk kamar


" habisin aja semuanya sayang, nanti kalo nyisa buat mas juga boleh hehe" balas Brian


" yeyyyyy" girang Cia


Cia pun masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Brian tentu saja ke ruang kerja.


" mandi dulu ah habis ini makan. Laper bgt nih"


" hoekkkk" Cia merasa mual


" kok mual mulu ya? Padahal kalo makan ga mual. Tp kalo berenti makan gini mual mulu"


" ah palingan juga maag"


" hoekkk" cia mual lagi


" duh mual mulu. Apa hamil ya? Tapi aku takut berharap. Nanti aja deh coba cek."


Cia ingin test pack namun ia tak mau Brian jadi berharap juga. Akhirnya ia melanjutkan ritual mandinya.


Sehabis mandi, Cia menemui Brian diruang kerjanya.


Ceklek..


" mas ayok mandi dulu" ucap cia setelah membuka pintu


" bentar yang, mas nyelesaiin dulu"


" ayo mandi dulu. Dari tadi loh mas disini"


" iya sayanggg bentar ya"


Cia yang gemas dengan suaminya yang tidak mau menurut ini akhirnya mendekat. Cia sebenarnya sangat terpukau dengan wajah suaminya ketika serius. Terlihat sangat sangat berkharisma. Apalagi kalau sedang bekerja begini. Menurut cia kegantengan suaminya berlipat 10000000000000x.


" ayo mass, cia laper nihhhh"


" yaudah mas mandi dulu ya. Nanti kita makan bareng. "


" mas mau makan apa?"


" apa aja boleh"


" pasta mau?"


" mauuuuu"


" syap bosss"


" sun dulu"


mwaaa... Mwaa.... Mwaaa... Mwahhhhh....


" dah"


" hehe"


Cia dan Brian keluar dari ruang kerja Brian bersamaan. Cia menuju dapur sedangkan Brian menuju kamar.


Selesai Cia membuat pasta untuk Brian, brian tak kunjung keluar dari kamar. Suaminya ini memang sedikit lama ketika mandi malam. Cia memanggil suaminya, karna terlalu lama akhirnya Cia masuk ke kamar dan bertepatan dengan Brian yang akan keluar kamar.


" mas lama banget sih. Cia udah laper nih" rajuk Cia


" maaf sayang, kelamaan ya? Udah udah yok makan" ucap Brian karna ia merasa bersalah membuat istrinya menunggu


" loh sayang, kamu gak makan? Kok cuma mas yang diambilin?" tanya Brian karna hanya ada 1 piring berisi pasta


Cia menggeleng


" kan tadi udah beli jajan juga mas, makan itu juga udah kenyang. Nanti aja makan buah malemnya" jawab Cia


" mau mas suapin? Sepiring berdua?" tawar Brian

__ADS_1


" boleh si kalo dikasih hehe"


Mereka pun makan berdua sambil Cia makan makanan yang ia beli dijalanan tadi. Selesai makan, Cia memotong buah kemudian menuju ruang tv.


" mas mau? " ucwp Cia sambil menawarkan buah potong yang ia bawa


" dikit aja yang"


"aaaaa.... Duh pinternya suami aku"


" udah sayang, mas udah kekenyangan"


Mereka masih menonton film di ruang tv. tak lama Cia masuk kamar


"mas aku ke kamar bentar"


" iya sayang"


Cia masuk kamar karna merasa mual, namun lagi lagi tak mengeluarkan apa apa.


" besok aku cari testpack aja lah. Gak usah cerita mas"


Cia kemudian keluar lagi,


" mas besok ga banyak kerjaan kan? Cia boleh izin gak hehe" ucap Cia pada Brian


" kenapa izin?"


" mau kerumah ibu hehe"


" kan rumah ibu tinggal kedepan sayang. Gapapa deh kalo kamu mau izin dulu. Apa sih yang engga buat istri mas"


" hehe sip, yok tidur"


Brian mengangguk kemudian masuk ke kamar bersama Cia.


Pagi harinya, Cia kembali mual. Namun ketika mencium bau parfum bercampur bau tubuh suaminya, ia tak lagi mual. Cia melanjutkan pekerjaannya dipagi hari menuju dapur untuk membuat sarapan.


Brian keluar dari kamar mencium harumnya masakan Cia.


" iya mas sini, udah mau mateng. Mau kopi atau teh?"


" kopi sayang"


Brian mendekat ke arah Cia kemudian memeluknya dari belakang


" massss jangan dong, Cia bau bawang nih habis numis numis" kata Cia


" engga ah, mas mau gini"


" trus Cia gimana donggg. Ini mau naroh di piring"


" oh ya maaf sayang hehe"


Cia kemudian menyajikan masakannya dipiring, kemudian mereka berdua makan bersama di meja makan. Selesai makan, Brian berpamitan pada istrinya.


" mas berangkat dulu ya sayang"


" iya mas hati hati dijalan ya"


" syappp boss"


" jangan ngebut"


" baik nyonyahhh"


Cia pun melambaikan tangan kepada Brian yang melajukan mobilnya semakin jauh.


Cia masuk kerumah kemudian mengambil testpack yang ia pesan lewat ojek online.


" cek dulu lah"


Ceklekkk...


cia masuk kamar mandi kemudian buang air kecil. Ia tadahkan pada gelas kecil. Lalu ia celupkan testpack

__ADS_1


*Satu..


Dua..


Tigaa*...


Jrengggggg....


Garis dua jelas


Cia terbengong, bingung selama beberapa menit.


"hah? Hamil?"


Cia kemudian bergegas mandi lalu menuju dokter kandungan. ia benar benar ingin tau apakah benar sudah ada kehidupan baru di rahimnya.


Sesampainya di dokter kandungan, Cia diperiksa. Dan benar saja Cia memang hamil.


" benar bu alicia, anda sedang mengandung 5 minggu. Semoga sehat selalu ya bu, dijaga baik baik kandungannya. Ini untuk resep obat dan vitaminnya bu. Jangan lupa diminum ya bu" pesan dari dokter


Cia kemudian bergegas menuju kantor suaminya, sebelum itu ia membeli makanan untuk ia makan di kantor suaminya.


" halo mas"


"gimana sayang?"


" mas dikantor?"


" iya kenapa? Mau kesini?"


"iya mas, makan siang bareng ya"


" okey siap. Mas tunggu ya sayang"


Telfon pun terputus. Cia sudah membeli makanan kemudian melajukan mobilnya menuju kantor. Sesampainya dikantor, Cia memasukkan test pack dan foto usg di dalam makanan yang ia bawa.


Tak berapa lama, Cia sudah dekat dengan ruangan suaminya. Bertemu dengan Nino


" siang bu"


" hehe iya siang"


Cia kemudian masuk ke dalam ruangan suaminya.


" eh udah dateng" ucap Brian senang karna istrinya sudah sampai


" ini mas Cia bawa banyak makanan. Bentar Cia mau ke kamar mandi dulu" kata Cia kemudian melangkah menuju toilet


Brian yang dalam keadaan lapar tak sabar ingin membuka apaa yang dibawa istrinya.


" ini apa?" katanya pada dirinya sendiri kemudian membuka sesuatu yang terbungkus.


" hah. Beneran" Brian kaget kemudian melihat kertas yang nampak gambar janin yang tertulis nama istrinya


Ceklek...


cia keluar dari toilet


" loh mas?"


" ini beneran sayang?"


" hehe iya mas beneran"


" kok kamu ga cerita mas?"


" ya ini baru mau kasih tau. Eh udah kebuka duluan"


" beneran sayang?"


" iya masss"


" mas bakal jadi papa?"


Cia kemudian mendekat ke arah Brian dan memegang tangan Brian kemudian ia arahkan ke perutnya sambil berkata

__ADS_1


" iya papa" ucap Cia menggunakan suara mirip anak kecil


__ADS_2