Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Brian datang


__ADS_3

brian masuk kamarnya, ia menatap dirinya di cermin.


"aku sudah matang, wajar saja mama menyuruh aku segera menikah. tapi pandanganku masih semu. aku tidak yakin dia sudah mampu menjadi seorang istri, sedangkan aku sudah cukup umur untuk menikah"


"kalau aku mau, pasti banyak wanita yang mama pilihkan untukku, tapi aku tau keburukan mereka. bagaimana bisa aku menerima wanita yang aku tau mereka tidak baik. mereka hanya jadi alat untuk memperkuat perusahaan lewat perjodohan ini."


"sudahlah, aku pasrah. semoga kalau dia jodohku, kami akan semakin didekatkan" gumam brian


brian melepas jam tangan rolex nya kemudian mulai melepaskan kancing baju untuk segera mandi. brian berendam di air hangat untuk menenangkan pikirannya dan menghabiskan waktu selama 1 jam di bathup. melanjutkan ritual mandi walaupun waktu masih sore hari.


brian keluar kamar mandi menuju walk in closet untuk memakai baju. setelan santai dipilihnya karna brian ingin mengajak adiknya jalan jalan.


"mau kemana kak kok udah rapi? boleh kali mumpung senggang anter aku beli buku" tanya anna


"ayok kalo mau sekarang" kata brian setuju


" aku siap siap bentar ya kak, gak mandi kok cuma ganti baju"


brian menjawab dengan mengangguk


anna segera naik ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya, kemudian ia memoles tipis wajahnya kemudian memakai lip tint sedikit diarea dalam bibir agar tidak terlihat pucat. selesai kemudian anna memilih tas slempang yang cocok untuk jalan jalan dengan kakaknya.


"yuk kak udah siap nih" ajak anna


"ma, brian anter anna beli buku dulu sambil jalan jalan" pamit brian pada mama irene


"yasudah hati hati. oiya nanti mau makan malam dirumah atau diluar?" tanya mama irene


"diluar aja kali mah, sekalian mau jalan sama kakak. jarang jarang keluar sama kakak kan? hehe" jawab anna


mama irene hanya menjawab dengan senyuman. ia sangat senang melihat kedekatan kedua anaknya. karna brian jarang dirumah, ibu dua anak ini sangat bahagia melihat brian tetap menyayangi adiknya.


"kak, pake mobil lama kakak dong. dianggurin mulu di garasi"


"ya boleh deh, kakak juga kangen naik mobil lama kakak" setuju brian


brian memilih Lamborghini Veneno Roadsternya untuk ia bawa bersama sang adik.


"kakak kenapa gak pake mobil lama kakak aja sih? kenapa malah beli mobil yang sekarang. padahal mobil lama kakak juga ga ada yang dipake" tanya anna pada kakaknya


"ya gakpapa, lagian lingkungan tempat tinggal kakak itu isinya orang biasa. ya enggak kekurangan juga tapi mau buat apa sih dek? lagian yang penting bisa dipake kemana mana. trus muatan mobil kakak yang sekarang juga lebih besar jadi kalo dipake kemana mana bawa barang sekalian lebih enak" jelas brian


" terus kenapa kakak dulu beli mobil sport berbagai macam model merk kalo ga kakak pake?"


"ya kan kakak pernah muda, hobi kakak juga ngoleksi mobil sport. dan lagi mobil sport mendukung buat dipake pacaran kan hahaha" jawab brian dengan tawanya


"kenapa gak kamu pake aja?" sambung brian


"ya gimana dong, kakak beli yang model cowok banget. lagian kuliah disinj bawa mobik gituan sama aja bikin kesenjangan sosial tau kak. aku gamau keliatan wah pas bawa mobil kakak terus aku jadi di jauhin temen temen aku. " jelas anna


"lagian ya kak, dulu itu aku awal kampus kan kadang dianter pake mobil mama. temen aku tuh pada gamau berteman sama aku. mereka bilang aku sama mereka itu kastanya jauh. padahal aku ga anggep gitu. yaudah aku bilang aja aku dianter tetangga yang mau kekantor. makanya habis itu aku minta mobil baru yang ga kaya di garasi rumah" tambah anna


"nah itu kamu tau, dah yok turun. udah sampe nih" ajak brian


mereka pun turun menuju toko buku. brian menemani anna mencari buku. mereka tak terlihat seperti kakak adik, malah seperti sepasang muda mudi yang berkencan ditoko buku. maklum wajah brian selalu mengikuti model pakaian yang ia kenakan. ketika ia memakai pakaian casual, brian terlihat seperti anak muda jaman sekarang yang sangat tampan. namun ketika ia berpakaian rapih berjas, wibawa dan kharismanya menguar menghipnotis para wanita.


selesai mencari buku, brian dan anna pergi makan.

__ADS_1


"kak aku punya langganan bakso daerah sini lo. ya tempatnya bukan di restaurant sih, pinggir jalan pokoknya. tapi super enak kok langganan aku sama temen temen kampus" ujar anna


"boleh deh, tunjukkin aja dimana tempatnya" mereka pun menuju tempat penjual bakso langganan anna


sampai ditempat, anna langsung memesan 2 bakso dan 2 jeruk hangat. ketika brian duduk, ada 2 orang perempuan ikut bergabung karna tempat duduk yang tersisa hanya didepan brian dan anna.


"gabung ya mas" kata perempuan tersebut


"silahkan mba" jawab brian


cia


sore ini cia ingin mengecek toko, sampai di toko keadaannya lumayan berantakan karna barang barang baru sampai belum dipindah dan ditata rapi. cia membantu karyawannya memberesi barang barang karna orderan hari ini tidak terlalu banyak dan semua sudah diambil kurir. selesai beres beres, mereka berniat akan makan bersama. cia, nisa dan lisa akan membeli makan di rumah makan padang namun, adel dan mia ingin makan bakso. jadilah mereka berpisah.


brian


brian dan anna menunggu pesanan mereka sambil sesekali berbincang, brian juga tak lupa dengan pekerjaannya. ia membawa serta ipad yang berisi pekerjaan yang bisa ia bawa pulang. bakso mereka sudah jadi kemudian brian dan anna makan dengan tenang, namun


"eh barang dari toko kemarin yang kamu sembunyikan ada berapa banyak?" tanya salah satu perempuan tadi


"lumayan sih, ya untung aja mba cia lagi nggak di toko pas barang dateng jadi aku bisa sembunyiin dulu" jawab perempuan satunya


"lagian nisa sama lisa sok baik banget setia amat sama bos kayak gitu. main curang dikit kan gakpapa. lagian si cia juga gak tau kalo kita ambil barang di toko dia. orang kok percaya amat sama karyawan" kata perempuan tadi dengan tawa sinis


"tapi gakpapa juga sih kita kan jadi untung hahaha"


"eh si cia itu bapaknya tentara apa polisi sih? jadi ngeri kalo kita ketahuan bakal di polisiin"


"tentara kayaknya tapi gatau deh, gak mungkin ah. yang kita ambil juga gak banyak. lagian mana keliatan orang kita ambilnya dikit dikit. dan lagi dia jarang ke toko sekarang kan? jadi kita punya celah"


"iya hihihi udah nanti aja bahasnya makan dulu yuk" bisik temannya


"apa mereka ini karyawan cia, tapi dari omongan mereka keliatannya emang karyawannya cia" batin brian


brian yang melamun disadarkan anna,


"kak ayo cepetan, udah malem kasian mama sendirian. malah bengong"


brian yang tersadar langsung menghabiskan baksonya kemudian beranjak. saat brian mau membayar ia baru sadar. ternyata brian tadi memencet fitur rekaman. dan jelas semua percakapan perempuan tadi terekam. brian yang sadar langsung menyimpan rekaman tersebut siapa tau memang cia tetangga depan rumahnya yang mereka maksud.


brian pulang untuk istirahat karna tak sabar menunggu hari esok.


keesokan harinya, brian bangun kemudian olahraga di ruangan gym sampai jam 8. kemudian brian mandi dan sarapan di ruang makan sendiri karna mama dan adiknya sudah sarapan terlebih dahulu. brian kekantor dulu untuk bertemu klien yang akan bekerja sama dalam proyeknya.


sampai sebelum makan siang brian memanggil nino untuk memasukkan buket yang ia minta kemarin kedalam mobilnya. tak lupa brian membawa kado yang ia persiapkan untuk cia.


brian segera melesat menuju kampus cia, sampai di kampus brian memarkirkan mobilnya. kemudian menelfon cia.


"*halo mas?"


"kamu dimana?"


"ini di depan ruang sidang, barusan selesai. ada apa mas?"


"gakpapa, yaudah kalo sidangnya lancar. selamat ya"


"iya mas, makasih*"

__ADS_1


brian menutup sambungan telfonnya kemudian bertanya kepada salah seorang mahasiswa disana tempat ruang sidang. dengan membawa buket bunga, berjalan dengan sangat berwibawa membuat semua mata mahasiswi tertuju pada brian.


cia


"selamat ya cii, akhirnya kita lulus jugaa" ucap mela


"kamu juga, akhirnya kita semua lulus ya. jadi sarjana juga" kata cia


"walopun aku jarang ikut kelas, tapi akj juga lulus loh" kata andin, teman sekelas cia


dan begitulah obrolan mereka selepas sidang, mereka berkumpul bersama teman teman yang lain sampai,


"eh eh ada cowok ganteng bangettt" ujar salah satu mahasiswi sekelas dengan cia


"ampun pangeran guaaa"


"yaampun ganteng maksimallll"


"gilaa gue mo meleleh gais"


"pada liatin apaan sih?" tanya cia kemudian berbalik melihat siapa orang yang teman temannya maksud


"loh mas brian?" ucap cia kaget


brian langsung mendekati cia kala brian menemukan cia saat mata mereka bertemu.


"hai, selamat ya. mas ikut senang atas kelulusan kamu" kata brian tulus sambil memberikan buket bunga



"ih mas, kok repot repot kesini sih. pake bawain buket lagi. makasih ya mas" ucap cia dengan senyum malu malu


"oiya mas juga punya hadiah buat kamu" sambil memberikan kado pada cia


tak sadar saking senangnya, cia memeluk brian dengan erat, brian pun membalas pelukan cia. setelah sadar cia melepas pelukan tersebut.


"eh, maaf mas. cia kesenengan tadi makanya reflek peluk mas. makasih banyak ya mas" ucap cia dengan senyum mengembang


"iya gakpapa, yaudah mas cuma mau kasih itu. mas balik ya"


"sekali lagi makasih ya mas" ucap cia tulus


brian hanya mengangguk dan tersenyum kemudian berlalu sambil melambaikan tangannya menjauhi cia.


cia yang begitu bahagia sampai melompat lompat ditempatnya.


"yaampunnn sampe gemeteran akuuu saking saltingnya"


teman temannya langsung menyoraki cia, sampai akhirnya waktu pulang.


cia pulang kerhmah dengan wajah berseri. sampai kamar ia meletakkan buket bunga di meja rias kemudian duduk memegang kotak kado dari brian.


saat akan membuka,


*t*okk..tokk...tokk...


hayo apa

__ADS_1


janlup like komen yaww


__ADS_2