Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Malam pertama Part 2


__ADS_3

Brian mendekati Cia ketika Cia meneguk wine nya.


" sayangg kamu cantik banget malam ini" ucap Brian tepat di telinga Cia membuat bulu kuduk Cia berdiri.


Bukan takut melainkan terangsang, nafas segar mint khas laki laki yang begitu berkharisma. wangi tubuh Brian yang benar benar menggoda. Entah parfum apa yang dipakai Brian malam ini. Yang jelas Cia benar benar dimabuk kepayang berada didekat Brian.


Cia menengok melihat Brian yang sama sama menggunakan kimono, dadanya yang kotak kotak six pack terlihat benar benar menggoda. Sepolos polosnya Cia, bukan tidak punya naluri apabila ia disuguhi pemandangan sesempurna ini.


Entah apa yang merasuki Cia, Cia menatap bibir tebal nan sexy milik Brian. Berdiri dengan berjinjit lalu mengecup bibir Brian tanpa diminta, dia kecup berkali kali lalu saling memandang.


" istriku benar benar agresif" ucap Brian dengan tersenyum


Brian langsung ******* bibir mungil Cia lalu mengangkat badan cia dan menggendongnya bak koala. Mereka saling ******* sampai akhirnya brian mendudukkan Cia pada meja dapur.


Benar benar spot menarik untuk saling menyenangkan satu sama lain. Mengeksplor sudut sudut kamar hotel dengan cara lain.


Saling menghisap milik pasangan sampai Cia benar benar sadar, nikmatnya sesuatu yang dilakukan sesudah menikah. Dia benar benar polos. Ada hal yang sangat menyenangkan didunia ini bila dilakukan berdua dengan pasangan.


Selesai saling menghisap mereka pun akhirnya menuju tempat tidur untuk melakukan hal yang selama ini mereka nantikan.


Lemas? Ya cia benar benar lemas. Ia menikmati setiap hal yang dilakukan dan diajarkan suaminya.


Brian? Brian bak mesin yang tak berhenti beroperasi karna selalu diberi bahan bakar. Ia benar benar tak kenal lelah. Ia menantikan ini bersama Cia. Dan atas buah kesabarannya. Setelah menikah benar benar 10000000000000x lipat nikmatnya. Tak terdefinisikan


" mas aku takut" ucap Cia lirih


" kenapa takut?" tanya Brian dengan nada menggoda


" sakitttt"


" tadi sakit gak?" tanya Brian


" engga"


" yaudah pasti ini ga sakit juga kok" ucap Brian menenangkan


" tapi kan beda mas"


" iya sayang, mas pelan ya"


" mas sih, gede banget"


" ya kan emang gini sayang settingan dari sananya"


" pelan ya mas"


" iya sayang. Siap ya?"

__ADS_1


Blushh...


Sekali hentakan, milik cia dan brian pun akhirnya menyatu. Cia yang awalnya merasa sakit, akhirnya merasa enak dan ketagihan.


Cia yang tadinya terlihat polos. Malah memimpin permainan. Meskipun bukan dengan gaya aneh aneh. Tapi Cia benar benar bisa memuaskan suaminya di permainan pertama.


" lagi sayanggg, terus sayang"


" mmmppphhhh"


" auhhhh"


"mhhhhh ahhh"


"mhaasss"


"mhhhh"


Begitulah mereka saling bersautan disela permainan malam yang panas ini sampai akhirnya


"mhaasss"


" apa sayang"


" akuhhh chapek"


" bentar lagi ya sayang"


Mereka benar benar melakukannya berkali kali sampai benar benar lelah.


Sampai akhirnya mereka menuntaskan malam panas ini. Cia berjalan benar benar pelan menuju kamar mandi karna lelah tapi masih ingat untuk membersihkan sisa sisa percintaan mereka. Tak lupa mengingatkan Brian untuk membersihkan diri.


Selesai semua, mereka akhirnya tidur lelap sampai pagi.


Cia bangun cukup siang. Bahkan Brian pun sudah terbangun menikmati kopi paginya dan membuka tab.


" mas?"


" apa sayang" Brian menjawab kemudian mendekat


" udah siang ya? Kok gak bangunin aku sih?"


" gak apa apa. Kan habis bertempur. Pasti kamu capek. Mas ga tega bangunin kamu. Makanya mas biarin sampe kamu bangun sendiri"


" ihhh tapi aku laper"


" yaudah yuk turun, yang lain udah pada sarapan"

__ADS_1


" duhh malu aku, nanti pasti di ceng in yang lain"


" gapapa sayang. Namanya pengantin baru pasti juga pada ngertiin. Ayok katanya laper"


" bentar, cia bersih bersih dulu. Mas tungguin"


Brian mengangguk dan tersenyum melihat tingkah istrinya yang tak sadar berjalan menuju kamar mandi telanjang bulat karna ulahnya semalam yang benar benar gemas melihat badan Cia yang tersibak sehabis bertempur. Brian memainkan milik Cia dan membuka kimono yang cia pakai.


Tak lama Cia teriak


" Masss"


" iya kenapa?


" kok aku telanjang? Perasaan kemaren aku pake baju kok sebelum tidur"


" emang iya? Engga kali sayang. Kamu lupa"


" masa iya mas, kalo aku lupa kenapa mas ngga ngingetin kalo aku tadi ga pake baju?"


" emang kenapa?"


" kan malu masss"


" malu sama siapa? Kan dikamar cuma kita berdua. Lagian kenapa kalo kamu telanjang. Udah mas cobain semua juga" jelas Brian dengan tersenyum menggoda


" apa mau lagi sekarang?" goda Brian lagi


" MASSSSSS"


" udah dong mas, nanti lagi aja. Cia laper nih capek juga. Nanti aja ya" ucap cia lesu


" jadi nanti boleh lagi?"


" he eummm"


" oke deh sayang. Nanti mas ajarin gaya lain deh"


" ihhh udah udah mas ayok sarapann. Bahas itu mulu ga jadi makan kita"


Cia pun turun menuju tempat makan yang telah di booking keluarga mereka. Cia menggandeng lengan Brian. Bukan hanya ingin menunjukkan bahwa pria sempurna ini miliknya. Ia juga menyangga badannya agar tak limbung, Cia benar benar dibuat lemas oleh Brian.


Keluarga mereka ternyata masih berkumpul di tempat sarapan. Karna masih berbincang ringan sehabis sarapan.


" wah manten baru nih bangun siang ciyehhh" ujar Vino


Cia tersenyum malu malu kucing sambil menggandeng brian yang kemarin baru resmi menjadi suaminya.

__ADS_1


" ayo ayo sini sarapan dulu" ucap nenek dan kakek Cia


Cia tak menjawab, hanya tersenyum. Ia malu, sebab baru bangun sesiang ini. Meskipun begitu, sebenarnya semua orang sudah maklum dengan keadaan saat ini.


__ADS_2