
Sore ini seusai Cia pulang dari kantor, ia menuju rumah ibunya. Suaminya berencana menjemput kakak ipar yang akan pulang memberi kejutan.
" tumben kemari?" tanya ibu heran
" mas Brian ada lembur bu, jadi Cia balik dulu. Capek"
" kok ga kamu temenin?"
" ya kan Cia capek bu, Cia juga gak masak hihi makanya kesini minta makan"
" kamu ini ada ada aja. Yaudah ibu masakin masakan kesukaan kamu deh"
" banyakan ya bu, Cia bawa pulang hihi"
Ibu mengacungkan jempolnya. Padahal Cia meminta ibunya memasak banyak karna kakaknya sedang perjalanan pulang ke kediaman ibunya.
" ayah mana bu?" tanya Cia
" tadi sih katanya ke bengkel. Motormu tuh olinya habis" jawab ibu
" ooohhh"
Setelah beberapa saat, masakan ibu Cia matang bersamaan dengan bel rumah yang berbunyi.
" Ci bukain pintu sana" teriak ibu
" Cia baru selesai mandi buuuu" jawabnya dari kamar
Padahal Cia sudah selesai mandi dan dandan. Ia sengaja tak mau membuka pintu agar ibunya kaget siapa yang datang.
" iya sebentar" teriak ibu
" duh siapa lagi yang bertamu jam segini" ucap ibu pada dirinya sendiri
Ibu berjalan keluar dari dapur kemudian membuka pintu
Alangkah kagetnya ibu,
" ya ampunnnnnn kaliannnn ngangetin ibu. Kenapa dateng ga ngabarinnnn" heboh ibu
" kan kejutan bu" jawab Vino
" jadi nak Brian yang jemput kalian?" tanya ibu
" iya bu, saya tadi langsung ke bandara. Makanya Cia saya suruh balik duluan" jawab Brian
" oalah ya ampun ayo ayo masuk dulu ya ampunnnn anak sama mantu ibu kumpullll seneng deh" ucap ibu kegirangan
" Ciaaaaaa, pangeranmu nih datengggg udah kakak balikin" teriak Vino pada Cia
Cia langsung turun dari kamarnya lalu memeluk suaminya
" dihhh, yang dateng dari jauh siapa, yang dipeluk siapa?" sindir Vino
" ya kan Cia kangennya sama suami Cia" jawab Cia sambil menjulurkan lidah
Cia langsung memeluk kakak iparnya yakni Gaby
" aku juga kangen sama kak Gaby aja nih, ga sama kamu" ucap Cia pada Vino
Vino tak begitu menggubris omongan Cia karna ia melihat meja makan yang sudah penuh dengan makanan favoritnya.
" loh ibu kok masak makanan kesukaan aku? Ibu firasat ya kalo Vino mau dateng?" tanya Vino ge er
__ADS_1
" dih ke ge erannnn. Orang tadi yang minta masakin Cia kok" ucap Cia sewot
Mereka pun akhirnya makan malam bersama setelah menunggu ayah pulang. Masuk ke kamar masing masing untuk membersihkan diri
Dikamar Cia,
" mas nanti kalo pengen jangan kenceng kenceng ya? Samping kita kan juga penganten baru nih" ucap Cia pada Brian
" ya ga seru dong sayang"
" tapi kan mas, malu tauk didengerin"
" kan ga kedengeran"
" kedengeran mas masa engga?"
" ya engga lah kan sama sama lagi main. Jadi asik sama istri masing masing hahahahahaha"
" masssss ada ada aja"
" sayang?"
" hmmm"
" mau sekarang"
" massss hmmm nanti ah. Baru juga jam 8 ga seru"
" seru sayang kan sama kamu"
" ya iyalah sama aku. Kan istrimu aku mas gimana sih" jawab Cia sewot
" iya deh. Yuk"
" nanti massss"
" iya nantiiiiiiiii"
" hufff yaudah deh. Mas ps aja sama Vino"
" yaudah sana bawa bantal guling sekalian tidur sama kakak"
" lolololo kok marah?"
" tauk deh, Cia kemudian keluar kamarnya menuju ruang keluarga"
Ibunya sedang mengiris buah bersama kakak iparnya.
" loh mau ngrujak bu?" tanya Cia
" iya tuh kakakmu pengen rujak katanya" jawab ibu
" ihhh asikkkkk Cia mau juga deh" ucap Cia kegirangan
" yaudah kamu yang ngulek sambelnya ya?" ucap ibu
Cia mengacungkan 2 jempolnya
Selesai membuat rujak, Cia dan Gaby pun membawanya keruang keluarga. Ayah, Vino, dan Brian sudah berkumpul disana.
" loh ibu mana?" tanya ayah
" gatau yah tadi katanya mau ke kamar dulu"
__ADS_1
Mereka pun akhirnya menyantap rujak dan makanan lain yang disediakan.
Saat gaby mengambil buah nanas, Vino langsung merebut
" loh emangnya kenapa Vin kan cuma nanas?" tanya Ibu
" kan kak Gaby udah isi bu" jawab Cia dengan polosnya lupa kalau hal itu masih rahasia
" upsss" Cia yang menyadari hal itu langsung menutup mulut
" eh jadi kamu isi beneran nak? " tanya ibu memastikan
" hihi iya bu, Gaby sudah isi bentar lagi ibu punya cucu" jawab Vino
" akhirnyaaa puji tuhan ibu sudah mau jadi nenek. Yahhhhh akhirnyaaa" ucap ibu kegirangan
Ayah tak kalah bahagia namun pria tak menunjukkan ekspresi senangnya padahal aslinya benar benar senang.
" ayah juga senang kalian segera dikaruniai momongan. Intinya Vino jaga istrimu jangan sampai kelelahan. Jangan sering berantem, dibicarakan baik baik, maunya apa sebisa mungkin dituruti, jaga perasaan istrimu" kata ayah memberi nasihat
" baikkk yahhh" jawab Vino
Mereka pun lanjut memakan camilan yang telah disediakan sambil berbincang ringan.
Selesai berkumpul, semua kembali ke kamar masing masing tak lupa Cia dan Brian.
Cia membersihkan diri ke kamar mandi kemudian disusul Brian.
" mas?"
" ya sayang?"
" kalo Cia belum hamil hamil gimana?"
" gimana apanya?"
" mas marah gak?"
" kenapa harus marah?"
" ya kan mas nanti kecewa"
" gak papa sayang. Nikah tuh bukan cuma buat mau punya anak. Tapi hidup bersama saling melengkapi mengerti dan menghargai. Anak itu bonus. Dikasih syukur, engga pun masih ada jalan lain. Mungkin kita masih disuruh tuhan untuk senang senang. Lagi pula mas pun ga masalag kalo mau adopsi kok. Apapun jalan yang kamu mau yang didepan kita, asalkan kita lakuin bareng dan dengan hati ikhlas pasti kita juga bakal senang kok" jelas Brian
" jadi mas ga papa?"
" ga papa lah. Lagian kenapa harus mikir itu, nikah pun belum lama. Ga perlu dibikin ribet sayang. Kalo pikiranmu kemana mana yang ada bukan bahagia yang kamu dapet. Tapi obsesi buat punya anak aja"
" iya mas"
" udah sekarang istirahat aja kita biar ga mikirin hal hal aneh ya"
" mas ga pengen?"
" pengen sih cuma mas pengen berduaan aja dulu nikmatin malem ini. biar pikiran kamu tenang dulu"
" tapi Cia pengen. Gimana dong mas?" ucap Cia mendekat ke arah Brian dan menempelkan dirinya ke tubuh Brian
" istri mas iniii. Gemesin dan seneng banget godain masss"
" hehe"
" udah sayang , kita istiarahat dulu aja. biar kamu juga jadi tenang. Ga mikirin hal aneh aneh"
__ADS_1
" iyw mas"
Mereka pun berjalan menuju ranjang kamar Cia dulu sewaktu masih sendiri. Kemudian berbaring dan saling memeluk.