Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Menemui Cia


__ADS_3

Hari ini, Vino, ayah, dan ibu kembali dari Hongkong setelah 3 hari disana. Dijemput pak muhfim, sopir mansion dari bandara menuju mansion. Setelah perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai.


"gimana gimana?"


"jadinya kapan?"


"lamarannya diterima kan?" nenek memberondong pertanyaan


"mama ini, kami kan baru saja pulang. nanti saja dibicarakan. capek ma" ucap ibu


"yasudah kalian istirahat dulu saja. nanti kita bicarakan sore hari" titah nenek pada mereka semua.


Cia? sudah pasti di kantor sedang berjibaku dengan setumpuk pekerjaan yang begitu memusingkan. Baru saja ia lulus perguruan tinggi, sudah bekerja di perusahaan besar saja.


"ampun deh, baru lulus udah dapet kerjaan setumpuk gini" keluh Cia


"ribet banget dah jadi kak Vino"


"Tuhan, kirimkan kak Vino kesini detik ini. aku lelah tuhan"


dan tanpa Cia sadari, Vino memang sampai mansion langsung mandi kemudian ke kantor menengok Cia yang sudah pasti pusing dengan setumpuk berkas.


"astagaaa" Cia sangat kaget karna baru saja ia berdoa memohon agar kakaknya datang ternyata kakaknya benar benar berada di depannya.


"masih waras?" tanya Vino dengan nada mengejek


"masih dikit, tar lagi gila" jawab Cia dengan nada ketus


"lah jangan gila dulu, kamu belom liat kakakmu yang paling ganteng sedunia ini nikah lo, lagian kalo kamu gila, kasian calonmu tuh?"


"nah itu kakak tau, ngapain lama lama gak pulang pulang sih? aku kira kerjanya cuma jadi asisten kakek, nyatanya kerja benerann... huffff" keluh Cia


"alah baru gitu juga ngeluh, kakak nih tiap hari kaya gini"


"ya kan kakak, Cia kan baru juga kemaren lulus, langsung kerja kek tertampar jadi karyawan teladan nih"


"yaudah puang aja yuk kalo udah selesai"


"nah gitu dong pulang, cape kak"


"iya iya bawellll"


Mereka berdua pulang ke mansion, sebelum itu mereka mampir ke mall untuk membeli jajanan serta Vino mentraktir baju baru untuk adiknya.


"gimana toko mu?"


"baik sih kak, sempet ada masalah karyawan aku gak jujur gitu, tapi berkat mas Brian semua jadi kelar. mereka aku berhentiin trus aku cari pegawai baru"


"dimana mana orang ga jujur tetep ada ci, mau di perusahaan besar ataupun toko kecilpun semua ada apalagi ada kesempatan. Baik kalo kamu ngasih mereka kesempatan tapi gak semua orang memanfaatkan kesempatan tadi buat memperbaiki diri. malah makin pinter pas curang sama kamu jai lebih was was dia. baiknya tetwp kamu yang ambil keputusan karna itu kan hakmu"


"iya kak, syukur ada mas Brian yang ngasih bukti yang ga sengaja dia rekam. jadi Cia gak nuduh sembarangan. emang bener bener ada bukti ga cuma 1 gitu lo"


"kalo kakak boleh tau, Brian itu kerjanya apa sih?"


"dia kerja di perusahaan besar di kota sih kak, itu lo yang depan kedai kopi langganan kita, Wijaya Grup"


"oh dia di Wijaya Grup? ya seenggaknya hidupmu udah terjamin Ci. kakak bukan matre atau apa, seenggaknya udah bisa ngidupin kamu dulu apalagi kalau kalian dikasih rejeki anak cepet. biaya hidup ga murah Ci, harus bener pinter pinter cari pasangan"


"iya kak"


Selesai belanja mereka pun pulang karna hari sudah menjelang petang. Sampai mansion, Cia langsung membersihkan diri karna sebentar lagi masuk waktu makan malam. Cia turun me uju ruang makan.


"wah rame nih, gak kaya kemaren ya nek?" ucap Cia senang


"nah gini dong makan tuh ramean jadi makin enak makanannya" kata kakek


"jadi gimana?" tanya nenek pada ibu

__ADS_1


"ma, nanti aja sehabis makan kita bahasnya" jelas ibu


"yasudah lanjutkan dulu makannya"


semuanya makan dengan tenang karna sudah tidak sabar menunggu kepastian pernikahan Vino. Selesai makan, mereka berpindah ke ruang santai untuk membahas acara pernikahan Vino


"gimana Yo?" tanya kakek pada ayah


"sebulan mulai dari sekarang Pa, rencananya akan dilaksanakan di Malaysia juga. tapi belum pasti dimananya. besok ayah Gaby akan ke Malaysia untuk mengurus semuanya" jelas ayah pada kakek


"gimana kalau di hotel keluarga kita aja" usul nenek


"nahhh" sahut Vino, kakek, dan ibu bersamaan


"bisa samaan gitu yak" ucap Cia


"disitu juga gakpapa, besok kamu temuin ayah Gaby buat kasih rekomendasi hotel Allesandro aja" titah ayah


"baik yah" jawab Vino


"untuk undangan, gaun danlainnya aku sama Gaby mau milih sendiri nek, kek. tapi dibantu ibu juga biar terarah gak asal milih" kata Vino


"yaudah, yang penting semua sudah terencana, tinggal pelaksanaannya. semoga nanti lancar sampai hari H" harap kakek


"aamiin semoga ya kek"


"kamu setelah nikah mau tinggal disini kan?" tanya nenek


"Vino sudah membeli tanah disamping mansion, dan sudah mulai membangunnya. jadi Vino tidak tinggal di mansion namun disamping mansion. nanti dibuat jalan akses masuk mansion lewat samping saja" jelas Vino


"loh jadi tanah samping itu milikmu?" tanya kakek


"iya kek, sudah Vino rencanakan dari awal"


"nah untuk kamu Yosua, Lina? kapan kalian tinggal disini. Yosua kan sudah pensiun lalu alasan apa lagi yang akan kalian katakan untuk menolak tinggal disini?"


"nanti biar Lina pikirkan ma, pa"


Semua bubar menuju kamar masing masing untuk istirahat.


Ditempat lain, Brian uring uringan. dia benar benar sangat merindukan Cia. Ia menelfon Nino untuk mencari alamat tempat tinggal Cia.


"hallo"


"iya tuan ada apa menelfon malam malam"


"tolong carikan alamat tempat tinggal Cia, juga tempat kerja Cia"


"baik tuan segera saya carikan"


panggilan pun terputus. Dengan cepat Nino mencari keberadaan Cia. Setelah beberapa saat, akhirnya Nino mendapatkan apa yang ia cari. Lalu mengirimkan alamat mansion juga tempat kerja Cia.


"hallo tuan sudah saya kirim alamatnya "


" baik sekarang kamu pesankan tiket pesawat malam ini. saya akan kemalaysia malam ini. kamu handle urusan kantor selama beberapa hari ini"


"baik tuan"


Setelah telpon terputus Brian membaca alamat yang diberikan Nino.


"Loh jadi Cia itu Cucu kedua kluarga Allesandro? berarti dia adik tuan Alvino? oh astaga dunia benar benar sempit"


Brian sudah tidak sabar untuk menemui sang pujaan.


Nino yang ingin istirahat malah terganggu dengan kebucinan Brian yang sudah kangen dengan Cia sampai malam malam minta dipesankan tiket penerbangan menuju Malaysia.


"bucin beneran nih si bos sampe jam segini mau ke Malaysia. orang kaya mah beda. kangem langsung samperin mau dibelahan dunia manapun"

__ADS_1


Brian bersiap kemudian segera menuju bandara. Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya Brian sampai di negeri Jiran.


"ah akhirnya aku akan bertemu denganmu" gumam Brian sambil melihat pesan Cia yang masuk begitu banyak namun tak ada satupun yang ia balas


Brian ingin memberikan kejutan esok hari. sekarang ia memesan hotel untuk istirahat sampai pagi menjelang.


Cia


Cia uring uringan karna Brian tak kunjung membalas pesannya


"ini mas Brian ngapain sih dari kemaren sampe sekarang pesanku gak ada yang dibales sama sekali? padahal dibaca loh " gerutu Cia


"tau deh, mending kerja aja. dasar cowok. ditinggal gitu langsung ngilang"


Cia berangkat ke kantor bersama Vino namun membawa mobil masing masing. sampai kantor ia disambut semua karyawan, sangat berbeda dengan pertama kali ia datang tidak diterima.


Cia memulai harinya di kantor dengan banyak berkas yang sudah menunggu tanda tangannya.


Dilain tempat, Brian sudah bangun dari tidurnya. Ia akan menemui Cia, sebelum itu ia mampir membeli bunga untuk Cia. Sampai di depan geding Allesandro Corp, Brian menuju resepsionis.


"permisi mbak, apa Alicia ada dikantor?"


"maaf dengan siapa ya pak?"


"saya Brian dari Wijaya Grup rekan kerja tuan Alvino ingin bertemu dengan Alicia"


"sebentar saya tanyakan sekretaris nona Alicia dulu ya pak?"


"baik"


setelah resepsionis tadi menelfon sekretaris Cia,


"silahkan naik ke lantai 25 pak, ruangan nona ada di ujung dekat dinding kaca"


"baik terimakasih"


"sama sama pak"


Brian pun naik menuju ruangan sang kekasih, sampai di lantai dimana Cia berada. Brian mendekat ke meja sekretaris.


"Alicia ada?"


"tuan Brian ya?"


"iya"


"silakan masuk pak, nona ada didalam"


"kamu bilang kalau saya datang?"


"belum pak, namun tadi memang nona mengatakan kalau ada tamu langsung suruh masuk karna tuan Alvino sedang keluar"


"okey"


Brian pun mengetuk pintu ruangan Cia.


"masukkk" seru Cia dari dalam


Brian pun membuka pintu ruangan Cia.


Klekkk...


"lohhhhh, mas?"


komen dong guizee biar ada ikatan gitu lohhh


ciahhh ikatan katanya🤣🤣🤣

__ADS_1


like komen ya ayank


luvv


__ADS_2