Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Surpriseee sesungguhnyaa


__ADS_3

Cia kembali ke kamarnya setelah menemui Brian. Ia membuka sepasang heels yang benar benar cocok untuknya.


"wahhh cantik bangetttt heelsnya, mahal nih pasti"


"cute banget deh pasti kalo dipake sama dress besok"


" huhu ga sabar banget deh besok pasti kelihatan cantikkkkk bangettt"


" dah lah tidur dulu, besok harus bangun pagi daripada ibu marah marah"


Cia berbicara sendiri dikamarnya sembari mengagumi heels pemberian calon ibu mertuanya. Tak lama Cia pun tertidur.


Keesokan paginya, suara ketukan pintu kamar Cia terdengar.


tokkk.... tokkk... tokkk...


"nak, ayo bangun sudah siang. kamu ikut acara pemberkatan kakakmu gak?" teriak ayah dari luar kamar Cia


Cia mengucek matanya kemudian meraba ponselnya kemudian melihat jam.


" astaga sudah jam 6 ternyata" kaget Cia


" iya yahhh, ini mau mandi" teriak Cia dari dalam kamar


Cia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya kemudian segera bersiap dan didandani bersama keluarga lainnya yang akan mengikuti prosesi sakral cucu pertama keluarga Allesandro.


Cia mengenakan dress putih yang melekat begitu anggun di tubuhnya. meski tak begitu ketat, dan tak panjang hanya sebatas lutut namun ia begitu cantik.


" widiiiwwww, yang mau nikah saya atau anda ya? kok anda terlihat heboh sekaliiii" ucap Vino menggoda adiknya


" ih apaan si kakak, ga usah godain aku deh. aku udah punya 2 pawang sekarang. dan ingat satu lagi, kakak kalo macem macem bakal Cia aduin ke kakak ipar tau wleeee" ejek Cia


" gaby mah ga bakalan marah sama kakak. kan dia Cinta mati sama kakak hahaha" ucap Vino


" yang benerr? keknya yang bucin akut tuh kakak deh bukan ka Gaby haha" ejek Cia lagi


" ishhhh udah udah kalian ini ributttt mulu. ayah makin pusing jadinya" pisah ayah


" pusing kenapa yah?" tanya Cia dan Vino bersamaan

__ADS_1


" ibumu nangis dikamar, belum mau didandani katanya takut kehilangan jagoan dia" jelas ayah


" loh emang iya? pantes dari tadi kok kayak ada yang aneh. ternyata ibu belum di dandanin toh. pantes Cia liat kok ada 1 kursi kosong belom dipake buat dandan. Cia samperin ibu ya yah" ucap Cia


" eh ehhh... jangan dek, biar kakak aja yang nemuin ibu. kamu disini aja. nanti sanggul cetar membahanamu buyar dipake jalan jalan lagi haha" cegah Vino


" hmmmm yayayayayaya"


Ayah hanya geleng geleng melihat kedua anaknya saling bercanda. pemandangan yang akan jarang terlihat setelah ini. Vino yang akan tetap disini melanjutkan bisnis keluarga ibunya, apalagi Cia juga akan dipinang oleh Brian yang sudah pasti akan ikut bersama Brian meskipun rumah mereka berhadapan. sepi sudah rumahnya.


Ayah meneteskan air matanya tanpa diketahui Cia. Ayah memang dekat dengan Cia karna anak perempuan biasanya lebih dekat dengan ayahnya. tapi dengan Vino pun ayah tak kalah dekat. meskipun lama tak bersama serumah namun karna prinsip, hobi kesenangan mereka berdua sama membuat mereka dekat, apalagi badan ayah yang pensiunan tentara jangan ditanya gagahnya, bahkan tak kalah gagah dengan Vino yang masih muda. Tak bisa dipungkiri apalagi ibu yang mengandung dan membesarkan mereka begitu sedihnya akan ditinggalkan kedua anaknya menikah berdekatan.


" wah anak ayah cantik bangettt, gak sadar loh ayah kalo kamu udah sebesar ini. sudah sedewasa ini. ingetnya ayah kamu dulu kalo ayah mau dinas pasti nangis tuh didepan rumah. eh pas tukang es lewat kamu langsung lupa sama ayah hahaha" Canda ayah untuk memecah rasa sedihnya


" ih ayah jangan ngomongin itu dong. Cia malu taukkk. hihi iya ya yah. Cia udah gede dong sekarang. udah bisa kemana mana sendiri. gak perlu ditemenin ayah atau ibu apalagi kak Vino" ucap Cia


bukan candaan, mereka berdua malah makin larut dalam keharuan. Cia langsung memeluk sang ayah.


"kamu nanti kalo sudah nikah jangan lupa main kerumah ya nak ya. ibu sama ayah nanti gak ada temennya kalo kamu ikut suamimu" ucap ayah dengan meneteskan air matanya


"ihhh ayah jangan nangis donggg. Riasan Cia jadi rusak taukkkkkk. kan rumah mas Brian cuma didepan doang. masa iya Cia ga main kerumah ayah sama ibu. kebangetan banget lah" ucap Cia juga ikut meneteskan air mata


" ya kan biasanya ada kamu rumah tuh rame banget kan sayang. kalo kamu gak ada gimana sepinya coba"


Mereka pun kembali berpelukan,


" apanih kok peluk pelukan gak ngajak Vino" ucap Vino dari jauh


" iya nih, ibu kok gak diajak" sambung ibu


" gak usah ajak ajak. nanti gak keburu dandan dan ke gereja malah nangis nangisan disini." ucap ayah


beberapa lama kemudian mereka pun siap.


sudah siap dengan beberapa mobil yang membawa keluarga besar Cia menuju gereja tempat pemberkatan Vino.


Gereja yang dihias begitu cantik seperti sang mempelai perempuan yang sangat anggun sangat serasi sehingga membuat suasana semakin sakral.


Selesai acara pemberkatan, seluruh keluarga menuju mansion karna akan ada acara makan malam keluarga besar dan kerabat nanti malam. Acara resepsi akan dilaksanakan keesokan harinya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah, Cia sangat lelah sampai ia ketiduran di kamar kakaknya. karna ia benar benar capek.


Sampai sore Cia baru terbangun karna suasana mansion begitu ramai. Ia keluar dengan rambut acak acakannya namun gaunnya sudah ia lepas. ia menggunakan kaos sang kakak karna ia bangun dari kamar kakaknya.


" ya ampun ini satu lagi cucu nenek. mau menikah kok gak ada perubahan. keluar kamar acak acakan begini apa gak malu kalo tiba tiba calon suamimu disini?" ucap Nenek


" hehe kan engga lagi disini nek jadi gak papa dong" ucap Cia membela diri


" dibilangi kok malah begitu. sudah sana makan dulu buruan mandi" kata nenek


" iya nek" cia segera menuju ruang makan untuk makan sore. dengan kaos oversize dan hotpants serta rambut acak acakan yang ia kuncir diatas


Ia makan makanan yang sudah disiapkan. namun karna ia mengingat nanti malam akan ada acara makan malam besar sehingga ia hanya memakan pancake nuttela beberapa lembar.


Selesai makan ia kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap. Cia mengenakan gaun pilihan ibunya, yang sangat serasi dengan heels pemberian calon ibu mertuanya. Cia tak curiga mengapa bisa gaun dan heelsnya sangat serasi padahal Cia tak menceritakan apapun tentang gaun yang akan ia kenakan malam nanti. malam yang dinanti pun tiba.


Tamu keluarga Cia dan keluarga besar lain pun datang. Cia agak heran, keluarga Brian pun datang, apalagi Anna, adik Brian pun datang. padahal Brian bilang adiknya sedang ada acara dengan temannya liburan ke hawai kemarin. Brian mengenakan jas pink sama seperti gaun Cia dan sangat serasi.


Namun Cia tak begitu memikirkannya, ia segera menuju kursi tempatnya duduk yang sudah disiapkan. Cia mendekati Brian kemudian mengajak Brian duduk diantara keluarganya dan berbincang ringan. tak lama, Brian pamit ke toilet. Cia mengiyakan.


tak lama lampu tiba tiba mati. Cia tersentak karna ia takut gelap. Cia bingung, lalu ada panggung yang tanpa Cia sadar terdapat inisial namanya dan Brian. yang dihias cantik namun tak nampak karna tertutup back drop yang sudah direncanakan seluruh keluarga.


Tak disangka Brian telah berada disana memegang mic


" mohon perhatian semuanya, saya akan menyampaikan sesuatu kepada kekasih saya. Saya mohon Alicia Karen Jade untuk kemari" ucap Brian dengan tegas


"ayo ayo ayo" semua tamu bersorak meminta Cia maju ke panggung


Cia malah terbengong lalu disadarkan sang kakak.


" buruan maju daripada doi gak jadi nglamar elu" canda sang kakak lalu mendapat pukulan dari ibu


Cia pun maju ke panggung mini tersebut.


"disini saya Brian Anderson Wijaya akan menyatakan keinginan saya untuk melamar kekasih saya didepan semua hadirin agar menjadi saksi awal hubungan kami selangkah lebih maju dan meresmikan hubungan kami didepan para tamu dan keluarga sekalian" ucap Brian pada seluruh tamu dan keluarga


Brian membuka kotak cincin yang berisi cincin berlian mewah untuk melamar Cia secara resmi didepan keluarga besar mereka. Brian berlutut


" Alicia Karen Jade, WILL U MARRY ME?" tanya Brian pada Cia

__ADS_1


lama tak terdengar suara apapun, dan tamu menunggu jawaban Cia


"YES I DO" jawab Cia akhirnya


__ADS_2