Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Setiap waktu setiap tempat


__ADS_3

Seluruh keluarga Cia maupun Brian telah kembali ke kota asal tempat tinggal masing masing. Begitupun Brian dan Cia tak lupa Vino dan Gabby.


Brian dan Cia sudah tinggal di atap yang sama. Tepat didepan kediaman orang tua Cia. Ibu Cia sering membawakan makanan untuk Cia, karna berfikir anak perempuannya tak sempat untuk memasak karna akan bekerja.


" ibu ga perlu bawa makanan kesini. Kan Cia bisa masak bu" ucap Cia pada ibunya


" iya nih ibu pake repot repot bawain makan buat kita. Jadi ngrepotin" sambung Brian yang baru turun dari lantai atas


" gak apa apa. Lagian ibu juga gak ada kerjaan, masak banyak udah gak ada yang ngabisin kalo cuma berdua sama ayah. Karna rumah kalian deket, yaudah ibu anter aja" jelas ibu


Brian pun berlalu untuk memanasi mobil di garasi


" ih ibu mah gatau kita lagi gencar tau bu. Nanti kalo cia lagi gituan ibu dateng gimana" protes cia


" gencar apanya?" tanya ibu polos


" ya bikin adonan"


" oh kamu sekarang belajar masak ya?"


" kok masak si bu?"


" lah katanya adonan?"


"adonan buat anak ibuuuu"


" hehhhh" ibu terkejut


" kamu ini ya ngomongnya jorok" ucap ibu dengan tegas


" lah kan cia udah punya suami bu"


" astaga cia, ibu lupa hihi maap ya maklum ibu kan ya sudah tua. Yasudah kalo gitu besok besok ibu ga kesini lagi deh" ucap ibu sambil tersenyum malu malu


" hihi sip"


" makasih ya bu makanannya. Cia jadi ga perlu masak deh hehe"


" iya nak, nanti ibu mau ke toko. Katanya mau ada barang yang dateng"


" sip deh bu. Nitip toko dulu ya bu"


" hemmm, ibu pulang dulu"


" iya bu hati hati"


ibu keluar rumah Cia kemudian bertemu Brian di garasi.


" loh bu mau balik?"


" iya nak, kata Cia ibu suruh balik takut ganggu"


" hihi bisa aja ibu. Ati ati ya bu"


Ibu mengangguk kemudian menyebrang jalan lalu masuk rumah dan tak terlihat lagi di pandangan Brian.


Brian masuk rumah,


" sayang?"


" ya mas? Mau sarapan dulu atau mandi dulu?"


" mau ngecas boleh?"


" massss, masih pagiii ini. Nanti aja, udah telat loh kita. Kesiangan"


" yahhhh, yaudah deh mas mandi dulu" ucap Brian sambil merengut


" marah tuh pasti" lirih Cia


Selesai mandi, mereka pun sarapan. Tanpa obrolan satu kalimat pun.

__ADS_1


Pukul 8 mereka pun berangkat menuju kantor bersama. Hari ini sedikit senggang karna pekerjaan Brian sudah ia selesaikan sehabis resepsi bersama Nino. Sehingga hari ini tinggal Nino yang menyelesaikan sisanya.


Sampai kantor, Cia masih tak nyaman berjalan didekat Brian. Ia tak mau jadi bahan gunjingan satu kantor. Meskipun semua orang sudah tau ia adalah istri pemilik gedung ini.


Cia yang awalnya berjalan bersama akhirnya pelan pelan mundur dan berjalan tepat di belakang brian. Seperti bos dan asistennya.


Brian yang menyadari hal itu lantas berhenti kemudian menggenggam tangan Cia


" kenapa sayang? Kok ga barengan?"


" hehe" Cia hanya meringis malu karna brian menyadarinya.


Ruangan Cia berada di dalam ruangan Brian. Namun diberi jarak dan sekat, agar masing masing tetap fokus pada pekerjaan masing masing.


Jam makan siang pun telah tiba, Cia tiba tiba ingin makan bakso dekat kampusnya dulu. Mau tidak mau Brian yang sangat sayang pada istrinya mau menuruti perkataan istrinya.


Sesampainya di tempat bakso, mereka memesan bakso dan minuman. Datanglah makanan mereka langsung mereka habiskan dengan cepat agar segera kembali ke kantor karna pekerjaan Cia masih banyak.


Perjalanan kembali ke kantor, Cia mampir membeli kopi karna ia mudah mengantuk setiap melihat banyak tulisan. (Apa cuma Cia yang mudah mengantuk membaca banyak tulisan? Readers juga gak????? Tulis di kolom komentar yaw)


Selesai membeli kopi, mereka pun kembali ke kantor.


Cia duduk di meja kerjanya begitupun Brian. Merasa gerah dengan dirinya karna sehabis makan bakso, Cia pun menguncir kuda rambutnya. Dandanan rambut Cia favorit Brian kala malam menjelang. Cia tidak peduli karna ia benar benar merasa gerah meskipun ac sudah nyala.


Brian duduk di meja kerjanya sambil melihat tablet yang berisi pekerjaannya, menyelesaikan perkerjaan kecil yang bisa ia selesaikan dikala senggang. Kemudian Cia berdiri untuk mengambil air putih. Cia tak sadar, mata elang Brian melihatnya bak kehausan. Cia baru sadar setelah menghabiskan air putihnya. Cia menutup pintu ruangan Brian dari dalam dan menguncinya.


" loh kok dikunci sayang?" tanya Brian


Cia berjalan mendekati Brian.


" Sebenernya Cia tau sih ga sopan karna lagi di kantor. Tapi kayanya mas mau deh"


Brian tersenyum senang


" ahh istriku benar benar sudah pintar memanjakan suaminya"


Brian pun menutup seluruh tirai yang ada diruangannya menggunakan remote.


" tuh kan udah keras, mas nih cuma liat aku dikuncir kuda aja langsung pengen" goda Cia sambil mengelus pipi suaminya


" mas selalu pengen sayang kalo liat kamu" bisik Brian


" mas bisa aja" ucap Cia sambil mengecup bibir Brian yang begitu sexy


Dan akhirnya terjadilah pertempuran siang yang begitu panas di ruangan Brian.


" mas suka?"


" sangat sangat sangat sangaaattttt suka senang sekali sayang" sambil mengecup bibir dan pipi Cia berkali kali


" udah ah, nanti pengen lagi?"


" enggak sayang, nanti dirumah lagi ya"


" masss nihhhhh apa sih"


" bentar doang sini dulu. Sepi juga, gapapa kok"


" hmmm"


Selesai mereka melakukan hubungan yang sangattt intim. Mereka pun membersihkan diri


" mas nih, bajuku jadi lecek"


" kan ada baju didalem sayang"


" kan isinya bajunya mas doang"


" ada baju kamu juga, cari aja. Mas udah minta tolong Nino buat masukin baju kamu kok"


" gausah ah mas. Udah mau balik juga kan? Mau balik kan? Ga malem malem kan?"

__ADS_1


" mau balik sekarang aja gimana? Tar sore jalan jalan naek motorrr"


" mauuuuuuu"


" sekali lagi?"


" apanya? "


" kaya tadi, sekali lagi, disini"


" MAAASSSSSSSS"


Akhirnya mereka pun pulang sore itu. Sesampainya dirumah, Brian dan Cia mandi bersama kemudian berganti pakaian.


" ayo mas jadi gak?"


" yaudah ayok"


Mereka pun naik motor berdua tanpa tujuan, melihat lihat jalan. Cia benar benar senang. Meskipun jalan yang ia sering lewati ketika berangkat ke kantor


Namun rasanya berbeda, ia sangat senang.


Selesai berkeliling, Cia pun pulang kerumah bersama Brian karna hari sudah malam


Dimeja makan, Cia mengenakan daster mini yang sangat sexy. Selesai memanaskan lauk, mereka pun makan. Selesai makan, Cia dan Brian masih berada di meja makan lalu telfon Cia berdering dari kakaknya.


"hallo dek"


" ya kak"


" kakak mau balik besok"


" ngapain?"


" mau kasih kejutan buat ibu sama ayah kalo bakal punya cucu"


" asikkkk, oke deh balik kapan biar Cia sama mas Brian jemput"


" gausah lah dek, ntar kalo gue sampe bandara, lu pulang kerumah ibu aja. Gue balik naik taksi"


" yaudah oke tar kabarin aja"


" yaudah cuma mau bilang itu doang"


" hmmm okeiii"


Tutttttt....


Telpon pun terputus


" siapa yang?"


" kak Vino mau balik katanya"


" mau dijemput?"


" engga mas, mau naik taksi aja katanya. Mau kasih tau ibu sama ayah kalo.mau punya cucu"


" kita kapan?"


" mau?"


" mau sayang"


Cia pun berdiri tanpa kata menutup pintu rumahnya kemudian mematikan lampu menjadi remang remang.


" mau disini?" Ucap cia sambil meraba milik suaminya


" boleh sayang?"


Cia pun mengangguk sambil membuka bajunya

__ADS_1


Avvv ayo dukunggg teruss yaaa


__ADS_2