
tokk...tokk...tokk...
"ciaa" panggil ibu
" iya, gak dikunci bu" sahut cia dari dalam kamar
"ibu masuk ya" ibu membuka pintu kemudian masuk
"gimana? lancar sidangnya?" tanya ibu
"lancar dong bu, anak siapa dulu heheh"
"puji tuhan kalo kamu lancar, ibu ikut seneng kalo kamu cepet selesai kuliah gini" kata ibu senang
"tadi pas ibu arisan, bu lidya yang suaminya pak saipul itu pulang dari bali. bawain kamu oleh oleh. kan kamu tau sendiri bu lidya pengen anak cewek eh tiga tiganya anaknya keluar cowok" kata ibu
" iya bu, makasih. nanti cia kebawah hehe, mager banget bu capek"
"eh kok ada buket bunga bagus, dari siapa?" tanya ibu penasaran
"hehehe, dari tetangga kita bu"
"tetangga? siapa? emang** iya ada tetangga kita yang baik sampe kamu lancar sidang dikasih bunga segala?" tanya ibu lagi penasaran
"ya ada lah, tuh mas brian"
"brian depan rumah kita?" tanya ibu lagi karna tak percaya
"iya ibuku yang paling imuttttt" jawab cia dengan gemas
ibu langsung mendekati bunga pemberian brian lalu menciumnya
"wahhh, ini mah bunga bunga orang jatuh cinta ci. kamu deket ya sama nak brian?"
"engga tau bu, ya biasa aja deh pokoknya. ah ibu jangan digodain terus ah" kata cia malu malu
"yaudah deh, ibu gak mau ganggu anak gadis ibu yang lagi kasmaran"
"ibu keluar ya, sekali lagi selamat ya nak. ibu bangga sama kamu" ucap ibu kemudian memeluk cia
cia senang berada di keluarga yang sangat menyayanginya. ibu keluar dari kamar cia, seketika cia teringat kado dari brian.
"ah ya kado dari mas brian" cia kemudian mengambil kotak kado di nakas lalu membukanya
dan alangkah terkejutnya melihat,
jam yang sangat cantik. cia sangat suka, kemudian ia memakainya kemudian mengirim pesan pada brian.
__ADS_1
cia : makasih ya mas jam nya bagussss banget
brian : sama sama, dipake ya kalo suka
cia : iyaaa, sukaaa bangettt heheheh
brian
brian tidak menjawab pesan dari cia karna bingung mau membalas apa. brian bukan tipikal laki laki yang pandai merayu atau pandai bermain kata. brian hanya pandai memegang perusahaan dan mengembangkannya.
setelah memberikan kado kekampus cia, brian kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya. sore ini ada rapat pemegang saham. maka dari itu selaku direktur utama, brian harus datang. ia sebenarnya malas, memikirkan senyum cia yang begitu cantik ketika ia memberikan buket bunga membuat fokus brian terpecah.
detik demi detik berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. selesai rapat, brian melanjutkan pekerjaannya diruangannya sampai tak sadar jika matahari telah tenggelam. maklum, diusianya kini ia masih sendiri. belum ada alasan untuk segera pulang. maka dari itu untuk menghabiskan waktunya, brian memilih bekerja sampai ia lelah.
"ya ampun ternyata sudah jam 7. saking fokusnya sampe lupa pulang" gumam brian
brian membereskan meja kerjanya kemudian menyambar jas yang ia sampirkan di kursinya lalu keluar. saat melewati ruangan nino terlihat masih menyala.
"loh belum pulang?" tanya brian pada nino
"saya mau pulang sungkan tuan, bos saya saja belum pulang masa saya asisten pulang duluan" jelas nino
"sudah ayo pulang. biasa aja bicara sama saya. lagian bukan jam kantor. kamu ini kayak sama siapa aja"
"siap bos"
nino beranjak, berjalan dibelakang brian kemudian menuju parkiran dan pulang kerumah masing masing. dijalan brian mendadak ingin masakan rumahan, ia mampir warteg yang direkomendasikan nino. namun bukan rejeki brian, ternyata wartegnya sudah tutup. brian yang sudah merasa lelah memilih pulang. ia akan memesan makanan lewat aplikasi online.
"selamat malam nak brian" sapa ayah cia
"malam pak yosua" sahut brian
"baru pulang ya?" tanya ayah cia
" iya pak, lembur tadi hehe" jawab brian
"bapak sendiri dari mana kok diluar?" sambung brian
"itu, habis lihat jadwal ronda bapak bapak. pas banget jadwal nak brian sama saya bareng loh hari minggu"
"syukur deh pak, gak pas hari kerja jadi gak ngantuk dikantor"
"eh nak brian sudah makan belom?
" eh em belum pak, ini mau pesan lewat ponsel" jawab brian
" daripada pesan, ikut saya aja makan dirumah. kan enak rame juga. ibunya cia masak banyak tadi"
"em tapi.." kata brian terputus
__ADS_1
"halah gak papa ayok gak usah sungkan. lagian tambah personil jadi rame makan makin enak loh ayok" potong ayah cia
"yasudah pak boleh"
brian mengikuti langkah ayah cia menuju rumah cia. sampai disana, brian disambut hangat oleh ibu. sambil menunggu ibu menggoreng lauk, brian mengobrol dengam bapak diruang tamu. disaat bersamaan ibu memanggil cia. karna cia takut ibunya mengeluarkan suara dengan tingkat dengungan tinggi, cia langsung turun. cia turun tanpa melihat ada siapa dirumahnya. ia memakai celana hotpants hitam dengan tanktop abu kemudian blazer tipis putih lalu turun. ia biasa memakai pakaian seperti itu karna memang biasanya hanya ada ayah dan ibunya jadi tak masalah. brian menoleh saat mendengar langkah kaki turun dari tangga, dan alangkah terkejutnya melihat penampilan cia. tubuh cia yang memang putih bersih, tidak terlalu tinggi juga montok membuat siapa saja yang melihatnya jadi terpesona.
apalagi dandanan cia seperti itu dengan rambut di ikat tinggi yang memperlihatkan leher jenjangnya membuat tongkat brian seketika menegang. laki laki normal manapun yang melihat penampilan cia sudah dipastikan juga menegang.
cia yang melihat ada brian di ruang tamu bersama ayah jadi kaget tapi ia tak menyadari pakaiannya saat ini, dan anehnya orang tuanya juga tidak menyadari itu. ibu selesai masak kemudian mereka mulai duduk dimeja makan. mereka makan dengan tenang, walau begitu brian tetap gelisah. bagaimana tidak, makan makanan rumahan yang super enak plus pemandangan yang hot membuat otak normalnya travelling kemana mana. untung saja makan malam berjalan cepat sehingga brian segera menyudahi pikiran kotornya.
"terimakasih pak, bu atas makan malamnya" ucap brian tulus
"gakpapa nak, malah ibu ngrasa rame. ibu punya anak laki laki jarang pulang jadi ada nak brian di sini bikin kangen ibu sedikit terobati" kata ibu
"benar nak brian, jangan sungkan. lagian nak brian tinggal sendiri, gakpapa gabung makan malam disini malah ramai" sahut ayah
brian merasakan kehangatan keluarga disini yang tidak ia dapatkan dahulu. dahulu sewaktu papanya masih ada, papa brian selalu sibuk dengan pekerjaannya. apalagi mama irene yang selalu mengikuti arisan sosialitanya.
"maaf mengganggu karena sudah malam saya mohon ijin pamit pak bu, sekali lagi terimakasih makan malamnya permisi"
"iya sama sama nak brian" ujar ayah cia
"cia sana antar brian kedepan rumah" titah ibu
cia hanya mengangguk kemudian mengikuti langkah brian
"enak yak dirumah kamu kumplit, ibumu masak enak, punya anak cantik, keluarga yang hangat lagi"
" ah ya gini gini aja mas, tapi bersyukur masih bisa kumpul bareng gini setiap makan walaupun kak vino gaada."
" eh iya yaudah kamu balik gih kekamar, mas pulang dulu"
"iya mas hati hati"
" emmmm ehhh cia"
"ya mas?"
brian kemudian mendekat dan membisiki sesuatu ditelinga cia
"jangan memakai pakaian seperti ini didepan lelaki lain" bisik brian
brian kwmudian berlaku pulang sedangkan cia mematung ditempat menyadari pakaiannya
"alamakkkk kenapa aku gak sadar sihhh" gumam cia dengan perasaan malu
besok kenapa lagi ya?
yuk like komenn
__ADS_1
dukung terus ya guizeee😘😘