Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Jalan Jalan Malam


__ADS_3

selesai mengantar cia mengambil kebayanya. brian kembali ke kantor, malam ini dia akan menginap di mansion. brian menyelesaikan pekerjaannya dikantor hingga pukul 7, brian langsung menuju mansion tanpa mampir makan dijalan. karna ia sudah menghubungi mama irene untuk menunggunya makan malam.


sampai di mansion brian disambut banyak pelayan,


"ini nih yang ditunggu dari tadi" ucap anna dengan sewot


"cepetan deh kak, udah laper nih, gasadar bgt ditungguin dari tadi" imbuh anna


"iya iya bawel, baru juga sampe udah ngomel mulu. pantes susah punya pacar" sahut brian


"dih ga ngaca kak? kakak tuh suruh nikah lama banget. buruan sana cari istri biar bisa bikin ponakan buat anna" sengit anna


"kalian tuh yaa, kalo ketemuuu. ini rumah kalo bisa denger kupingnya pecah dengerin perdebatan kalian" tengah mama irene


"kamu anna, sama kakak gak sopan kaya gitu"


"kamu juga brian, suka banget godain adek kamu. toh kamu sendiri juga belom punya pandangan istri kok ngejek adekmu belom punya pacar"


semua diam ketika mama irene bicara


"udah ah, ayo makan" ucap brian


akhirnya mereka pun makan malam dengan tenang, diselingi dengan ngobrol agar suasana makan malam yang jarang terjadi ini menjadi hidup.


selesai makan, brian menuju kamarnya. brian sangat heran dengan dirinya, kenapa ia selalu memikirkan cia. bayangan cia selalu muncul dimanapun dan saat apapun. brian jadi bingung sendiri dengan perasaannya. brian meminta pelayan mengantarkan kopi kekamarnya kwtika ia mandi. brian mandi dengan cepat kemudian mengenakan pakaian santai.


ia berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati pemandangan taman di mansion. ia melihat taman bunga yang dahulu ketika sang papa masih ada pasti dirawat mama irene sendiri. sekarang taman itu dirawat pekerja di mansion ini agar tetap berwarna meskipun bukan mama irene yang mengurusnya.


sluuuurrrrrpppppp....


brian menikmati kopi hitamnya di balkon kamar. lagi lagi ia teringat cia, pikirannya hanya dipenuhi cia dan cia. apalagi saat cia mencoba kebaya tadi. cia begitu cantik dan anggun.


"kenapa denganku?"


"apa aku benar benar mencintai dia?"


"kenapa dengan jantungku yang berdetak begitu cepat ketika dekat dengan cia"


"apa aku harus mengungkapkannya?"


"apa akhirnya kalau aku ditolak?"


"tapi rasanya begitu tak nyaman, tanpa ikatan tapi aku ingin selalu didekat dan melindungi dia"


"arghhh kenapa aku?"


"tapi bagaimana dan kapan aku harus mengungkapkannya?"

__ADS_1


"ah aku ada ide"


brian yang memiliki ide untuk mengungkapkan perasaanya kepada cia kemudian masuk kamar untuk istirahat agar ia sedikit lupa dengan semua tentang cia. namun tenyata ia salah, semakin ia mencoba untuk tidur, semakin ia teringat senyum cia. akhirnya brian memutuskan untuk mengirim pesan pada cia


brian : sudah tidur?


cia


cia sudah terlelap beberapa saat yang lalu namun saat mendengar notifikasi di ponselnya langsung bergegas mengambil ponselnya di nakas.


"huhhh mas brian lagi, aku tuh udah lupa lo mass udah meremm. eh inget lagi" gumam cia frustasi


cia : barusan tidur trus bangun lagi denger pesan dari mas


brian : eh maaf ya ganggu kamu istirahat. yaudah dilanjut deh tidurnya


cia : gak kok, udah terlanjur gabisa tidur juga mas


brian : sama, mau keluar gak?


cia : kemana? udah malem mas. takutnya gaboleh sama ayah


brian : nanti mas yang izin


cia : mau kemana?


brian : ya jalan aja. makan juga gakpapa, gak diet kan?


brian : jangan dandan cantik cantij nanti mas khilaf


cia : khilaf ngapain?


brian : cium kamu๐Ÿ˜๐Ÿ˜†๐Ÿ˜š


cia tidak membalas pesan brian, ia malah jadi malu sendiri dan takut brian akan benar benar menciumnya. cia bergegas untuk cuci muka dan gosok gigi kemudian mengganti baju lalu memoles tipis wajahnya agar mukanya tetap fresh. setelah selesai, ia mendengar dibawah ayahnya mengobrol dengan seseorang yang ia yakini sebagai brian.


"ci, ada nak brian nih. katanya mau keluar buruan turun" panggil ayah


"iya yah bentar" cia menetralkan perasaannya yang sangat tak karuan. kalau bisa kabur, cia pasti sudah memilih kabur agar ia tidak salah tingkah didepan brian


cia turun menemui brian.


"eh mas brian" sapa cia


"nih udah ditungguin, hati hati ayah percaya sama nak brian. yang penting pulang selamat"


"iya om, saya jaga cia sampai rumah nanti. mari om"

__ADS_1


ayah cia mengantarkan mereka sampai depan rumah. sekarang brian lebih nyaman memanggil ayah cia dengan sebutan "om" juga ibu cia dengan sebutan "tante" agar terasa lebih akrab.


cia berjalan menuju mobil brian. bak pasangan lain yang sedang dimabuk asmara, brian membukakan pintu untuk cia. cia makin salah tingkah dengan perlakuan brian. ia takut kalau ia menyukai brian namun brian malah tidak ada rasa padanya malah hanya menganggapnya adik. jadi cia menekan sekecil mungkin kemungkinan ia untuk berharap pada brian.


"mau kemana mas?" tanya cia


"jalan jalan aja kali ya, nanti kalo ada yang menarik kita turun"


"yaudah boleh deh mas"


malam ini mereka keliling kota entahlah apa yang mereka cari. namun hanya ingin berjalan tanpa arah. hingga mereka bertemu dengan penjual jagung bakar diperbatasan kota. cia sangat antusias karna ia jarang jarang keluar rumah, keluarpun hanya untuk ketoko atau kekampus, atau mungkin ke mall.


"mau jagung bakar?" tanya brian


"mau mas hehe" akhirnya mereka pun turun dari mobil untuk membeli jagung bakar


mereka menikmati jagung bakar sambil melihat pemandangan pinggir jalan juga sawah disamping jalan karna ini adalah perbatasan kota jadi tidak se ramai di kota.


"udah mulai selesai nih kuliahnya" ucap brian


"iya mas, malah 5 hari lagi cia wisuda" kata cia


" mau lanjut kuliah apa gimana? "


"tadinya pengen lanjut kuliah tapi tar dulu deh kak, mau jagain toko dulu. nanti gampang lah"


"yang penting kamu seneng, mau ngapain aja asal ada manfaatnya sih gakpapa ko"


"iya mas"


"kamu udah punya pacar?" tanya brian


"eh? ha? pacar? emm belom mas"


"beneran?"


"iya mas brian kenapa? mas takut ngajak jalan aku gini nanti ketahuan pacarku? tenang gapunya pacar aku. sibuk ngurusin kuliah sama toko mas, gak ada waktu?"


"bener kamu, emng ga gitu penting"


"aku sih bukan gamau pacaran mas, yang deketin ada, cuma capek aja pacaran ga serius. mending langsung nikah"


"nikah? kamu mau nikah muda?" tanya brian


"ya gak harus tapi ya kenapa kalo nikah muda, toh nikah sambil kerja atau sambil kuliah juga bisa. sekarang serba bisa kan kak gak kaya dulu jadi gak masalah sih kalo aku. lagian pacaran lama lama udah pada tau kesana kesini barengan endingnya udahan ya buat apa? yang penting udah kenal, saling tau satu sama lain, sama terbukanya aja udah enak kok"


brian senang mendengar pendapat cia karna sebenarnya ia juga bukan mencari pacar melainkan istri, dan ternyata pemikiran cia sedewasa itu.

__ADS_1


kan double up loh aku


janlup like komennn


__ADS_2