Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Kerumah mama


__ADS_3

" iya dua" ucap dr Melvin


" apanya dok?" tanya Cia bengong


" ya kembar. Selamat ya kalian bakal punya bayi kembar. Ini ada 2 kantong yang mulai berkembang" ucap dr Melvin menjelaskan


" emmm ta.. tapi kemarin saya cek di dokter lain cuma 1 kok dok" kata cia kaget sekaligus tergagap


" ya kan belum kelihatan atau mungkin yang satunya rada nyempil. Tapi ini jelas kan 2. Tuh ada 2 kan?" jelas dr melvin


" puji tuhannnn" ucap Brian senang


Mereka pun duduk di kursi masing masing karna pemeriksaan telah selesai.


Selesai memberikan wejangan dan resep vitamin dan suplemen untuk Cia. Brian dan Cia pun pamit pulang.


Diperjalanan,


" mas ini beneran kan?"


" beneran sayang. Kamu lg mengandung anak kitaa"


" 2 loh mas"


" iya sayang, beneran 2 duh mas ga sabar pengen liat mereka"


" masss aku juga" tiba tiba Cia meneteskan air matanya karna terharu


" kamu jaga diri baik baik. Sehat untuk kalian bertiga, kalau ada apa apa bilang mas. Mas bakal siap siaga 24 jam ada buat kalian bertiga"


" huhuhuhu mas aku mau jadi ibu beneran"


" iya sayang. Kamu jangan banyak pikiran ya. Buang pikiran nggak jelas yang belum tentu kebenarannya"


" hmm" ucap Cia sambil mengangguk


Mereka senang, akhirnya keturunan yang mereka inginkan untuk menjadi pelengkap ramainya rumah mereka berdua hadir. Apalagi mereka mendapat 2 sekaligus.


Cia berniat ingin memberi tahu keluarganya dan keluarga suaminya. Namun Brian melarang,


" biar dulu sayang. Yang penting kamu jaga kesehatan. Belum baik kalo calon bayi masih kecil udah diumbar kesana kesini. Mas takut kejadian aneh aneh di kamu."


" iya mas"


Mereka pun akhirnya pulang kerumah untuk istirahat meskipun masih siang hari. Brian sebenarnya memiliki beberapa pekerjaan namun ia mengalah untuk menemani istrinya juga calon anaknya yang sangat ia tunggu.


" mas ga balik kantor aja?"


" gak lah sayang mau dirumah aja sama kamu"


" gak dulu loh mas"


" apanya?"


" alah belagak lupa"


" wah boleh tuh yang. Jarang jarang siang begini" Brian langsung mendekap tubuh istrinya


" massssss, mas tadi gak inget kata dokter?" tanya Cia berusaha menghentikan nafsu Brian

__ADS_1


" inget kok, kan boleh asal gak sering dan pelan" ucap Brian sambil menggunakan puppy eyes yang sangat menggemaskan


" mas mana bisa pelan. Semangat banget gitu" ucap Cia


" hehe engga sayang kali ini engga kok"


" ah gamau ah mas"


" yakin gamau?"


Pada akhirnya mereka pun melakukan ritual suami istri yang sangat menyenangkan. Sampai pada sore hari, Brian ditelfon mamanya untuk mengunjunginya.


Akhirnya Brian pun bilang pada istrinya.


" sayang, tadi mama telfon. Kita disuruh makan malam disana. Gimana?" tanya Brian pada Cia


" boleh aja sih mas. Aku mah hayuk aja. "


" yaudah kita siap siap dulu aja"


" okei mas"


Mereka pun bersiap untuk berangkat makan malam dirumah mama Brian.


Cia mampir di mall untuk membeli beberapa makanan juga buah.


Sesampainya dirumah mertua Cia, ketika masuk di mansion keluarga Brian. Cia disambut adik iparnya.


" yeyyy kakak ipar datanggg" sorak Anna melihat Cia turun dari mobil


Cia pun tersenyum, ia sebenarnya ingin adik cewek dahulu. namun apa daya, Ia adalah produk terakhir yang orang tuanya buat.


" hah beneran kak? Ga ngrepotin? Yeyeye seneng"


" ngapain ngrepotin. Cuma coklat kok"


Barang bawaan yang brian dan Cia bawa dibawa masuk oleh pelayan. Ketika Brian keluar dari mobil, Anna melihat kakaknya langsung berbisik pada Cia.


" apa kak Bri galak dirumah kak?" tanya Anna pada Cia


" engga kok, kakakmu super duper baikkk" jaeab Cia sambil tersenyum


saat Brian mulai dekat,


" apa? Mau ngomporin istriku apa dek?" sinis Brian


" kakak nih apaan sih, dah yu kak Cia masuk aja. Kak bri ga asikkk" Anna menggandeng Cia masuk ke dalam


Entah kenapa, Anna nyaman sekali berada didekat Cia.


" apa kakak hamil?" bisik anna pada Cia


Cia panik kaget karna ia bingung kalimat dari mana Anna bisa menanyakan hal yang masih ingin ditutupinya bersama brian.


" hah eh belum tau dek. Doain aja ya biar kamu cepet punya ponakan" jawab Cia akhirnya


" hihi amin"


" kamu gimana kuliahnya?" tanya Brian pada Anna

__ADS_1


" aman kok" ucap anna


Dari kejauhan terlihat mama Brian menuruni tangga.


" ehhh, anak anak mama sudah datang" ucapnya pada Cia dan Brian


Mama brian langsung memeluk dan menggandeng Cia meninggakan kedua anaknya yang berhenti mematung dan saling memandang.


" anak mama nih kita apa kak Cia sih" ucap Anna dan Brian bersamaan


" halah lebay kalian tuh. Kamu Brian, biasanya digituin juga gak mau. Kamu juga Anna, tiap hari begini masa iri sama kakak iparmu" cerewet mama Brian


" hmmm ya dehhhh" jawab Anna akhirnya


" sehat ma?" tanya Cia pada mama mertuanya


" sehat nak. Kamu gimana? Briii, bilangin tuh adekmu, dia tuh tiap hari karateeee mulu. Heran mama, katanya biar kaya kakak iparnya. Bagus aja si, cuma ya mama gimana dong? Ditinggal terus gak ada temennya" keluh mama brian


Cia tersenyum sambil terus dirangkul mama Brian


" jangan gitu lah dek, kasian mama kamu tinggal terus tuh" ucap Brian memberi nasihat


" yeee. Kakak dulu juga ga betah dirumah, pergi mulu. Masa adek ga boleh ikut kegiatan sama sekali?" rengek Anna


" ya kan kakak cowok. Kamu tuh cewek, jangan sering keluar gitu ninggalin rumah. Boleh tapi jangan terlalu sering. Lagian kasian mama juga dirumah ga ada temennya terus"


" ya elah kak, aku tuh dirumah nih ya. Diajak mama ke mall. Katanya daripada suntuk. Tau taunya sampe mall cuma disuruh nungguin mama mau ketemu temen temen arisannya. Mana lama lagi, mau pergi jalan jalan ditahan temen temennya. Katanya gini NGAPAIN NAK? DISINI AJA GABUNG NGRUMPI. Lah Anna masih muda mana cocok gerombol sama ibuk ibuk rumpi" celoteh anna


Mama langsung mencubit tangan Anna


" aduuuuwwhhhh mama ih apaan sih" teriak anna kesakitan karna dicubit mamanya


" kamu ini kerjaannya ngaduuu" ucap mama


Cia dan Brian geleng geleng kepala melihat mama dan adiknya.


Mereka akhirnya makan malam dan mengobrol santai menghabiskan waktu malam di rumah keluarga Brian.


Brian? Sudah pasti sambil bekerja diruangan alm papanya.


" mama kenapa nikahin kakak sama kak Cia?" tanya Anna random pada mamanya


Cia juga bingung kenapa adik iparnya sampai bertanya semacam itu.


"hus ngawur kamu tu. Ya namanya udah jodoh. Apalagi dapet paket komplit, anak temen mama lagi. Harus segera dinikahkan ini" jawab mama dengan bijak


" yeee kalo sama kak Cia apa gak kasian? Malah berduaannnn mulu ama tab kerjaannya. Aku aja yang liat pen ngrebut, apalagi kak Cia" keluh Anna


" hahahaha iya bener kamu Ann, apa gak marah kamu liat Bri kerja terus nak?" tanya mama pada Cia


" engga papa ko ma. Lagian sibuk juga buat Cia kan?"


" tapi kamu dipegang kan sama Brian?" tanya Mama penasaran


" apanya ma?" tanya Cia lagi polos


" emmm ituuuu" jawab mama dengan gerakan tangan


" oalah ya iyalah ma masa engga"

__ADS_1


" hufff syukurlahhh" ucap mama dan Anna bersamaan


__ADS_2