
Setelah berkirim kabar dengan kekasihnya, Cia tidur sebentar untuk mengistirahatkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik. Baju baju yang ada dikoper Cia sudah di tata oleh para maid disana sehingga Cia tidak perlu membereskan pakaiannya.
Siang menjelang sore waktu Malaysia, Cia bangun kemudian membersihkan diri. Memakai dress yang begitu terlihat manis melekat pada tubuh Cia, tak lupa polesan tipis di wajahnya menambah keimutan diri Cia.
Cia turun kebawah untuk makan.
"eh, Cucu nenek udah bangun" sapa Nenek
"hehe iya nek"
"makan dulu, tadi semua udah makan siang, tinggal kamu yang belum. nenek lihat kamu kecapekan jadi gak nenek bangunin"
"hihi, iya nih nek. Cia makan siang dulu ya nek"
"yaudah makan dulu sana, Nenek dibelakang ya kalo nyariin nanti"
"baik nek"
Cia pun menuju meja makan untuk makan siang yang terlambat. Meski sendirian, namanya dari pagi belum makan pastilah lapar. Cia menghabiskan makanannya dengan cepat. Menyusul keluargannya yang lain di taman belakang mansion.
"kok udah rapi ci?" tanya ibu
"mau nyusul kak Vino bu, sambil liat liat liat kantor hehe"
"yaudah berangkat sana, sebelum magrib pulang ya, kakakmu mau flight jam 8 katanya kemaren"
"siap bos"
Cia pun menuju perusahaan keluarga besarnya diantar oleh supir mansion.
"wah jalannya beda banget ya pak, udah lama gak kesini" kagum Cia
"makanya nona muda main kesini kan suasananya beda. kasian tuan muda Vino tiap hari pulang larut kadang pulang ke apartemennya karna gak ada teman yang ngurus pwrusahaan " jelas supir
"hehe iya pak"
setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai juga di gedung pencakar langit bertuliskan Allesandro Corp. Marga ibu Cia dari keluarganya memang Allesandro, yakni Bellina Allesandro. tapi karna menikah dengan ayah Cia, namanya menjadi Bellina Jade.
"nona sudah sampai"
"makasih ya pak, bapak balik aja. nanti saya bareng kak Vino aja"
"beneran non saya tinggal"
"iya pak"
"nanti kalo ditanya nyonya gimana?"
"saya kan bawa ponsel pak, biar hubungi saya. lagian ini dikantor pak. nanti nenek sama ibu biar ngabari kakak"
"yaudah kalo gitu non, saya pulang dulu"
"iya pak muhfim balik aja"
__ADS_1
"mari non"
Cia hanya mengangguk pada sopir mansion yang berlalu. Cia masuk ke oerusahaan tersebut dengan wajah ceria. Cia memang tak pernah mengunjungi perusahaan, pernah dulu waktu ia kecil menemani kakeknya ketika ia berlibur ke Malaysia. Jadi disana ia tidak dikenal oleh siapapun. Cia mendekati resepsionis.
"permisi mbak"
"iya ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut
"Pak Alvinonya ada mba?"
"maaf dengan siapa? apa sudah ada janji dengan pak Alvino?"
"saya saudaranya mba"
"saudara dari mana ya mba? setahu saya pak Alvino tidak punya saudara. di mansionnya hanya tinggal bersama kakek dan neneknya saja" ucap resepsionis tersebut dengan sinis
"saya memang saudaranya mbak"
"maaf ya mba, kami disini bekerja, tidak menerima tamu yang sedang membual seperti anda"
"loh saya ini memang saudaranya. sebentar saya telfon dulu" Cia mencoba menelfon kakaknya. berkali kali ia menelfon namun tak kunjung dijawab oleh Vino
"mana buktinya mbak? gak ada kan? anda kalau mau berbohpng jangan disini mbak. banyak yang ngaku ngaku saudara atau pacar pak Alvino disini"
"loh mbaknya kok nyolot. saya ini memang saudaranya, saya adiknya pak Alvino" jawab Cia tak kalah sengit
"alah mbak ini pasti mau deket deket pak Alvino kan?mau manfaatin pak Alvino kan? mbaknya pasti rela merangkak buat jadi teman ranjangnya biar dapet uang banyak dari pak alvino" ucap resepsionis tadi dengan nada meremehkan
Plakkkk...
"kamuuu" geram resepsionis tadi, kemudian membalas Cia dengan menjambak rambut Cia, Cia tak mau kalah jadi ia pun menjambak rambut resepsionis tadi.
"asal kamu tau ya, saya ini adeknya pak Alvino"
"saya gak percaya, kamu pasti wanita j*l*ng yang rela melakukan apapun demi harta pak Alvino. aku saja yang sudah lama disini juga memberikan pesona pada pak Alvino tidak pernah dilirik sedikitpun, kenapa kamu yang hanya j*l*ng bisa lebih dekat dengan pak Alvino"
Mereka masih saling menjambak hingga menjadi tontonan banyak karyawan. tak satupun orang yang mengenal Cia. andai mereka tau siapa sebenarnya Cia, mereka akan benar benar malu. apalagi malah menyoraki perkelahian keduanya.
"Stooooppppppppp" Vino berlari memeluk Cia
" kamu gak papa?" tanya Vino pada Cia, kemudian Cia hanya menggeleng
"kamu ini apa apaan sih ada tamu malah diajak ribut begini" omel Vino pada resepsionis tadi
"pak, dia ngaku ngaku sebagai saudara bapak, apalagi bilang kalau dia itu adik bapak. mana ada orang percaya. membual disaat jam jam kami sedang bekerja" bela resepsionis tadi
"kenapa tidak menelfon saya?"
"saya melihat penampilannya tidak mungkin kalau dia saudara bapak apalago ngaku sebagai adik bapak. hal yang tidak mungkin dan tidak perku dipertanyakan karna jawabannya sudah jelas pak " alasan resepsionis tadi
"Dengar ya semuanya" Ucap Vino dengan lantang
"Dia ini memang adik saya, adik kandung saya, Alicia Karen Jade, memiliki marga yang sama dengan saya Alvino Graham Jade cucu kedua dari pemilik Allesandro Corp, dia memang tidak pernah kemari karna tinggal bersama orang tua saya di Indonesia sebagai tentara yang berpindah tempat tinggal" Jelas Vino
__ADS_1
" jangan pernah macam macam dengan dia, karna berurusan dengan adik saya berarti berurusan dengan saya. Ingat itu! dan satu lagi dia akan menggantikan saya memimpin perusahaan selama beb3rapa hari. dengar itu" sambung Vino
"silahkan bubar" titah Vino pada seluruh karyawannya yang tadi melihat kehebohan adik serta resepsionisnya
"mati aku, ternyata benar benar adik kandungnya. bagaimana ini" batin resepsionis tadi
"kamu, keruangan saya" titah Vino pada resepsionis tadi
Setelah semuanya bubar, Vino dan Cia naik menuju ruangan CEO, pemegang tahta presdir memang masih di pegang sang kakek, Allesandro.
Vino menatap resepsionis tadi dengan tatapan tajam. diruangan tersebut terdapat Vino, Cia, resepsionis tadi, juga asisten pribadinya.
"kamu tau, yang kamu jambak tadi adik saya?"
"maaf pak, saya tidak tahu. saya kira seperti yang sebelum sebelumnya hanya mengaku ngaku" ucap resepsionis tadi dengan nada menyesal
"kenapa tidak menelfon saya dulu" tanya Vino dengan nada dingin
"tadi tuh aku udah telfon kakak, tapi gak kakak angkat yaudah, mbaknya jadi gak percaya sama Cia" jelas Cia
"ponsel kakak tadi tertinggal di ruangan, kakak di ruang meeting dapat telfon dari kakek katanya kamu dikantor, makanya kakak turun, eh udah heboh aja" kata Vino
"dan kamu, saya sudah kasih kamu keringanan berkali kali atas ketidak sopananan kamu. Jadi kali ini saya sudah tidak akan memberikan kamu keringanan lagi dan kamu dipecat" Ucap Vini dnegan tegas, resepsionis tadi pun jadi ketakutan, ia begitu pasrah dengan keputusan bosnya karna ia memang bersalah
"jangan dong kak, mbaknya kasihan, jangan dipecat kak, mending dipindah devisi aja" saran Cia
"yaudah kamu nanti ke bagian hrd biar mereka yang pindah kamu ke devisi lain"
"alhamdulillah terimakasih banyak pak, maaf atas ketidak sopanan saya. dan terimakasih nona Cia atas kerendah hatian anda" ucap resepsionis tadi tulus
Cia pun tersenyum dan resepsionis tadi dipersilahkan keluar ruangan Vino. Vino mengajari pokok pokok yang harus Cia ketahui tentang perusahaan kemudian mengajak Cia berkeliling kantor.
"kalo ada yang gak kamu ngerti, bisa telfon kakak atau tanya kakek ya adek"
"iya kak, beres deh"
mereka pun melajukan perjalanan pulang ke mansion karna nanti malam, Vino serta kedua orang tuanya akan menemui orangtua Gaby.
"cie yang katanya dilamar pas wisuda"
"ih kakak apaan sih"
"ya gak papa sih, nanti kenalin dulu sama kakak, baru deh boleh nikah. jangan duluin kakak ya. biar kakak dulu yang nikah. kamu kan cewek hehe"
"iya kak, Cia nunggu kakak dulu kok"
"sippp"
Mereka pun pulang ke mansion dengan selamat. kemudian membantu packing barang yang akan dibawa ke hongkong menemui ibu Gaby. setelahnya mereka makan malam bersama
Bismillah nanti dobel up ya besti
janlup like komen, dukung terus pokoknya
__ADS_1
oke?
luv