Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Rencana Pernikahan Vino


__ADS_3

Malam ini, Vino dan kedua orang tuanya bertolak menuju Hongkong. Sampai di Bandar Udara Internasional Hongkong. Disana mereka sudah dijemput supir keluarga ibu Gaby juga Gaby yang ikut menjemput mereka.


Namun mereka tidak langsung menuju kediaman Gaby, mereka check in hotel terlebih dahulu. Setelah check in slesai dan beristirahat sejenak karna waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. keesokan harinya, mereka berkunjung ke kediaman ibu Gaby. tidak hanya ada ibu gaby, namun ayahnya pun juga ada untuk sekalian membahas tanggal pernikahan anak mereka.


"jadi 1 bulan dari sekarang ya pak, bu" tanya ayah Vino


"baik pak, acara pemberkatan akan dilaksanakan di Malaysia juga resepsi di hotel. Karena saya juga menetap di Malaysia"


"baikah karena keputusan sudah kita sepakati, untuk urusan undangan dan keperluan lain biar anak anak saja yang memilih. bagaimana?" ucap ayah Vino


"bagus, biar mereka ikut andil dalam acara ini"


Setelah berbincang cukup lama, mereka pun berpamitan.


Malamnya, ayah dan ibu ingin jalan jalan ke Lin Heung Tea House. Menikmati teh dan diimsum otentik khas hongkong, sambil bercanda dan mengobrol tentang anak mereka yang sudah tumbuh besar besar.


"Lina?" ucap seorang ibu yang nampak seumuran dengan ibu Cia


"loh Rena?" sahut ibu


"ya ampunn kamu apa kabar?" tanya bu tadi yang bernama Rena


"baikk ren, kamu gak pernah kelihatan?"


"ah ya kerjaanku seperti ini, semenjak suamiku meninggal dan anak sulungku sibuk mengurus perusahaan peninggalan suamiku, aku jadi kesepian. anak bungsuku juga sudah mulai sibuk kuliah"


"ah maaf aku tidak tau kalau suamimu sudah meninggal, yah ini Rena teman sekolahku dulu"


"Yosua"


"Rena"


"Anakmu sudah besar Lin?" tanya bu Rena


"sudah, yang besar baru saja lamaran. yang kedua perempuan juga sudan dkat dengan laki laki tapi masih belum begitu jelas"


"wah enak kamu, anak sulungku sudah berumur belum juga mengenalkan calonnya, entahlah apa dia mau jadi bujang lapuk"


"huss, jangan begitu. mungkin dia memilih wanita yang benar benar tepat untuknya. oh ya Ren kamu tinggal di hongkong sekarang?"


"enggak lin, aku di indonesia. Disini lagi jenguk sodara aja"


"loh aku juga di indonesia, kapan kapan main dong"


"oh ya, kamu di Indonesia?"


"iya suamiku penziunan tentara Indonesia"


"wah hebat, minta nomor ponselmu aja biar bisa kasih kabar"


"oiya nanti sekalian aku undang di nikahan anakku ya ren"


"sip, aku balik dulu ya lin, udah ditunggu soalnya. Bye, ini kartu namaku"


Setelah berpamitan, ayah dan ibu Cia juga pulang ke hotel.


Cia


Memulai harinya dengan berangkat ke kantor dengan setelan kemeja khas wanita karier ditemani kakeknya. Sampai di kantor Cia langsung menuju ruangan CEO, melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya walaupun masih dituntun sang kakek.


"kata ibumu, kamu sudah dilamar?"

__ADS_1


"iya kek, tapi belom resmi sih. doain ya kek mohon doa restunya"


"kakek ngrestuin dengan siapapun kamu mau menikah. karna ayahmu pasti sudah menyetujui dengan pertimbangan bersama ibumu. jadi siapapun dia, kalau ayahmu sudah approve berarti dia memang baik" jelas kakek


"makasih kakek"


"sama sama sayang"


Cia melanjutkan pekerjaannya sampai sore hari lalu pulang kembali ke mansion.


" gimana ci rasanya kerja?" tanya nenek


"capek banget nek, Cia kira cuma bantu bantu kakek, ternyata Cia jadi CEO beneran dibimbing kakek" jawab Cia dengan nada lemas


"ya namanya juga kerja Ci, sambil belajar" kata


"kamu bantuin kakakmu disini aja Ci, biar mansion ini rame" ucap Nenek


"biar Cia pikirkan dulu ya nek"


"jangan ma, biar Vino yang disini. Cia di Indonesia. lagian pacar Cia juga di Indonesia kok" sanggah kakek


"loh Cia juga udah punya calon to?" tanya nenek


"hehe udah nek"


" habis Vino nanti lanjut kamu ya Ci, jangan lama lama nanti keduluan orang"


"iya nek"


Cia naik ke kamar untuk membersihkan diri, lalu kembali turun untuk makan malam bersama.


"iya tiap hari begini. kan kakakmu juga jarang nginep sini. di apartemennya terus" sahut nenek


"iya nih. ya semoga aja kalau kakakmu nikah, dia mau nginep disini. rumah dibangun segede ini eh ga ada yang nempati"


"hehe, nanti Cia sering sering main kesini deh nek, kek"


Mereka pun melanjutkan acara makan malam dengan tenang. Setelah selesai, kakek dan nenek mengobrol di taman belakang dengan ditemani teh hangat, Cia yang gabut pun bergabung dengan kakek dan neneknya menikmati indahnya malam di Malaysia.


"nenek lebih suka ditaman. katanya anginnya sepoi sepoi, harum bunga yang ditanam di taman juga bikin otak lebih fresh. sambil lihat kolam ikan dan lagi ditemenin pasangan"


"ih kakek bahas pasangan mulu, nanti liat aja kalo Cia bawa pulang calon Cia "


"yang muda kebawa perasaan hahahaa " ejek sang kakek


tak terasa mereka mengobrol cukup lama. Cia pun pamit untuk tidur. Sampai kamar, Cia membuka ponselnya kemudian melakukan panggilan video pada Brian


"hallo mas"


" hallo sayang"


"mas baru pulang?"


"iya sayang, lembur banyak banget kerjaan gara gara mikirin kamu mulu"


"dih hubungannya apa coba"


"ya adalah sayang. kamu kapan pulang sih?"


"belum tau mas Brian, tapi gak lama sih nanti balik ke Indonesia"

__ADS_1


"buruan balik dong sayang. mas udah kangen banget loh iniii"


"duh mas Brian ku sayanggg manja banget sih, gemess"


"mas boleh minta alamat kamu? mau anter paket"


"boleh nanti ku kirim via pesan ya mas"


"sip, yaudah kamu buruan istirahat"


"nanti dulu ah mas, Cia masih pengen ngobrol sama mas"


"kannnn kamu juga kangen. mas jadi pengen kesitu"


"ihh mas, sayang tauuu uangnya cuma kangen kesini muluu"


"yaudah deh kalo gaboleh, kamu baik baik disana"


"iya mas, tadi Cia udah mulai kerja loh. ternyata capek juga kerja mas"


"ya gak papa lah, kamu sambil belajar juga"


"tempat kerja mas ada lowongan gak? Cia mau kerja di Indonesia aja lah mas daripada bantuin disini jauh dari mas kan?"


"nanti deh mas tanyain. trus toko kamu gimana?"


"kan ada karyawan mas, sesekali nengok sama ibu biar bantu jagain"


"yaudah mas dukung apapun keputusan kamu, yang penting kamu seneng dan bisa ngehandle semua dengan baik"


"iya mas, makasih ya supportnya"


"oiya gimana, kakakmu kapan nikahnya. dan kapan kita nyusulnya?"


"ibu, ayah dan kak Vino belum pulang sih mas. Nanti kalo ada kabar biar Cia langsung bilang mas atau mas ngobrol sama ayah"


"mas udah nggak sabar mau ngelamar kamu secara resmi dan nikahin kamu"


"sabar ya mas, nanti pokoknya secepatnya deh"


"iya sayang. yaudah mas mau mandi dulu. udah sampe rumah"


"yah dimatiin dong"


"lah emang kamu mau liat mas mandi gitu? kalo mau sih gak papa"


"enggak lah masss, ih malu tauuu"


"yaudah buruan tidur, besok pagi telfon lagi. dah sayang"


"malam mas brian sayang babay"


Cia langsung mematikan telfonnya setelah memanggil Brian dengan sebutan "sayang", Cia masih canggung dengan hal hal seperti itu.


kan dobel up kan akuuuuu


yeyyy


dukung terus ya beb


babay

__ADS_1


__ADS_2