Tetangga Ku Super Ganteng

Tetangga Ku Super Ganteng
Kaburnya Cia


__ADS_3

Brian


Brian benar benar risih dengan sikap Chika yang menempel dengannya padahal ia sudah berkali kali memperingati. Ia bemar benar risih karna selain Brian memang tidak suka dengannya apalagi dengan status Brian yang sudah memiliki Cia, Brian juga pusing dengan kerjaan yang menumpuk akibat ia tinggal ke singapur kemarin.


"sayang kamu gak kangen aku ya?" ucap Chika dengan nada manjanya


"stop Chika, kamu bisa pergi dari ruangan saya. saya sudah benar benar muak dengan kamu" ucap Brian dengan lantang


"sayang apa kamu lupa, mama sudah menjodohkan kita"


"siapa bilang? saya sudah memiliki pacar. lagian mama hanya berencana. tapi saya yang menjalani dan saya tidak mau"


"sayang kamu kok gitu sih" Chika semakin menempel pada Brian sampai menggoda Brian dengan mengelus elus senjata Brian


Brian yang geram langsung mendorong Chika, namun tanpa diduga Chika justru berpegangan pada jas Brian lalu dengan secepat kilat bangkit mencium bibir Brian.


Disaat yang bersamaan, ada ketukan pintu namun tidak terdengar oleh mereka berdua hiingga terdengar suara pecahan piring


prangggg...


mereka pun menengok siapa yang menjatuhkan piring lalu alangkah terkejutnya Brian melihat kekasihnya memakai pakaian kerja juga tanda pengenal karyawan Wijaya Grup.


"mas Brian?"


Cia yang kagt langsung berlari menyambar tasnya kemudian menuju lift untuk keluar gedung Wijaya Grup. Cia tidak mengambil motornya. Ia pulang menaiki taksi.


Brian yang maish bimgung mencerna semuanya masih berdiri ditempat


plakk


**Brian menampar Chika karna benar benar kesal dengan kegilaan Chika


"dasar j*l*ng beraninya kamu ya. lancang sekali kamu"


Chika yang malu langsung berlari keluar untuk pulang.


dilain tempat, Cia didalam taksi hanya bisa menangis. Ia pulang menuju rumahnya. tak lupa ia mengirim email pada HRD bahwa ia tak enak badan hari ini jadi ia memutuskan untuk pulang lebih awal.


Cia sampai rumah kemudian menuju kamarnya. dirumah benar benar sepi karna ayah dan ibu sedang ada urusan. Cia mengemasi beberapa bajunya kedalam koper kemudian menulis surat untuk ayah dan ibunya. ada sepucuk surat lagi ia tulis untuk Brian.


Cia bergegas turun untuk memesan ojek online untuk membawanya ke stasiun.


Dikantor Brian kalang kabut karna mengetahui bahwa sekrestaris barunya adalah Cia. Bahkan Nino juga baru tau posisi yang ditempati Cia adalah karyawan bosnya sendiri. Brian menyambar kunci mobil untuk mencari dimana Cia. Brian bergegas menuju rumah Cia namun disana tidak ada tanda tanda adanya seseorang. semuanya digembok. Brian bingung harus kemana**,


"hallo tuan?"

__ADS_1


"saya minta nomor telfon teman Cia"


"baik tuan saya kirim ke nomor tuan"


"ya"


Telpon pun terputus, Brian mendapat nomor Mela kemudian segera melakukan panggilan suara pada Mela


"halo ini Mela ya?"


" iya? ini siapa ya?"


"saya Brian, pacarnya Cia. kalau boleh tau kamu terakhir kontak sama Cia kapan?"


"astaga ya ampun tuan Brian maaf saya tidak tau kalau ini nomor anda. Tapi kalau untuk kontakan sama Cia. tadi makan siang ketemu kok tuan. tapi habis itu kami pisah ke ruangan masing masing. yaudah gitu aja tuan"


"dia gak kirim kamu pesan apapun?"


"tidak tuan. maaf kalau boleh tau ada apa ya tuan Brian bertanya soal Cia? setahu saya dia bukan orang yang susah dihubungi"


"ah ceritanya panjang. yang jelas kami salah paham. ya sudah makasih ya mel, nanti kalau ada informasi tentang Cia tolomg hubungi saya ya"


"baik tuan nanti saya hubungi tuan Brian kalau ada info tentang Cia"


Brian benar benar kalang kabut mencari keberadaan Cia, disaat yang sama ayah dan ibu pulang kerumah.


Ibu naik ke lantai atas untuk menaruh pembukuan bulan kemarin di kamar Cia. Saat masuk ke kamar Cia, ibu melihat kamar Cia yang begitu rapi namun lemari kamar Cia terbuka lebar. dan lagi ada 2 surat di tempat tidur Cia.


"ayaaahhhhhhh" teriak ibu, ayah langsung berlari dari lantai bawah takut ibu kenapa kenapa.


"apa sih bu teriak teriak" tanya ayah


"yah ini yah baca" ucap ibu


Ayah Cia menerima sepucuk surat dari tangan ibu,


Untuk ayah dan ibuku tercinta


Bu, Yah maaf Cia pergi tanpa pamit. Seperti yang ayah dan ibu tau, setiap Cia punya masalah pasti Cia bakal menghilang sejenak untuk berfikir. ibu juga pasti tau Cia kan, kalau udah gini nanti pulang lagi kok buat menumpahkan semua ke ibu. Tapi Cia butuh waktu bu, yah buat mencerna semua hal yang terjadi di hari ini. langkah apa yang harus Cia ambil. dan dengan merenung menyendiri, Cia pikir, Cia bisa berfikir dengan jernih. Maaf yah, bu jadi merepotkan bikin ibu sedih dengan drama ngilangnya Cia. Tapi Cia yakin ko ibu pasti ngrasain keberadaan dan keadaan Cia gimana. jadi gak usah khawatir ya bu, Cia pasti baik baik aja dan ibu tau harus hubungi Cia dengan apa. Jangan sedih ya bu,


Cia


Ibu menangis membaca surat dari Cia, namun tidak dengan ayah yang sudah biasa dengan kebiasaan Cia. dari Cia menginjak bangku SMP, setiap ada masalah pasti ngilang. entah nginep dirumah temannya atau minta uang abangnya untuk menginap di hotel.


Ayah tenang karna ayah tau bagaimana cara menghubungi Cia. Meskipun saat seperti ini Cia tidak mungkin menghidupkan ponselnya, namun Cia tak pernah lupa membawa laptopnya untuk membuka email.

__ADS_1


Ada satu surat lagi yang tertulis untuk Brian, Ayah segera menghubungi Brian untuk memberikan surat tersebut,


"hallo om?"


"eiii nak Brian lagi dimana?"


"di jalan om, mau kembali ke kantor"


"kau ada masalah dengan Cia?"


"iya om, sebenarnya saya sama Cia salah faham om. makanya Cia keluar kantor langsung menghilang. saya sudah coba cari tapi belum ketemu"


"sekarang kamu kerumah. ada yang mau saya bicarakan"


"baik om, saya segera menuju rumah om"


telpon pun terputus. Brian segera putar balik menuju rumah Cia. Sampai disana rupanya ayah Cia sudah menunggu di depan,


"ayo ngobrol dibelakang rumah aja"


"baik om"


Brian diajak ayah untuk kebelakang rumah Cia yang terdapat taman kecil juga kolam ikan.


"kamu baca ini dulu. ini surat dari Cia"


Brian menerima surat dari Cia kemudian membacanya,


*Teruntuk mas Brian


Aku tau pasti saat ini mas lagi bingung cariin Cia, nanya ke Mela atau kerumah buat tanya ke ayah dan ibu. Dan pasti ayah dan ibu juga gak tau Cia lagi dimana. Gak papa mas tenang aja, Cia baik baik aja kok. Cia cuma mau mencerna keadaan aja. Cia gak mau salah ambil keputusan. Mas kenapa sih gak cerita kalau mas kerja jadi presdir di Wijaya Grup? padahal waktu mas jemput Cia di Malaysia Cia juga udah cerita kalau Cia mau daftar disana. kenapa harus bohong sih? kenapa gak cerita? mas ini mau ngelamar aku mau nikah sama aku loh. kok gak ada keterbukaan gini? apa aku yang bodoh? yang gak bisa mengartikan keadaan? mana ada seseorang punya orang tua yang rumahnya sebesar itu kerjanya cuma jadi karyawan? dan kalau saat ini niat mas nemuin Cia cuma mau ngejelasin apa yang terjadi di ruangan mas tadi, mungkin mas Brian coba buat merenungkan aja deh, sebenarnya hati mas itu milik siapa? kenapa sembarang orang bisa bersikap seintim itu sama mas. Mas gak usah cari Cia. Cia bakal pulang kalau Cia mau pulang. oh ya, Cia udah kirim surat resign di kantor. biaya penalti bakal Cia ganti setelah ini. makasih mas


Cia*


Brian tertegun ternyata Cia sekecewa itu


"Cia itu, setiap ngambek pasti ngilang" ucap ayah


lanjutttttt lagiii


kasi tips song guizeee


hadiah like komennnnn


dukung terus pokoknyaaaa

__ADS_1


__ADS_2