
Setelah misi penyelamatan yang melelahkan dan penuh bahaya, tim medis Wina kembali ke tenda medis mereka. Mereka masih merasakan getaran dan ketegangan dari situasi yang mereka alami di luar, tetapi ada kebutuhan mendesak untuk melepaskan stres dan mengingatkan diri mereka sendiri tentang keberadaan hal-hal yang lebih besar di luar konflik.
Wina duduk di tengah tenda, melingkarkan lengan di sekitar Marmut, kucing peliharaannya. Marmut, yang biasanya ceria, sekarang tampaknya merasakan ketegangan yang ada di antara manusianya.
"Kita butuh momen kebersamaan," kata Dr. Layla, mencoba mengangkat semangat timnya. "Saatnya untuk menghilangkan stres sejenak."
Anggota tim medis berkumpul di sekitar cahaya senter yang redup, menciptakan lingkungan yang penuh kehangatan. Mereka membawa beberapa alat musik yang mereka bawa dari rumah, termasuk sebuah gitar yang Wina bawa dari Indonesia.
Duduk di antara mereka, Wina memetik senar gitar dengan lembut, menciptakan melodi yang merdu. Melodi itu menyebar di sekitar tenda dan menciptakan suasana yang tenang di tengah-tengah kekacauan.
Dr. Layla mengambil serulingnya dan mulai memainkan melodi yang menawan. Suaranya merdu dan memikat, seakan-akan mengangkat jiwa mereka ke tempat yang jauh dari medan perang yang menakutkan.
"Kita punya dua budaya yang berbeda di sini," kata Wina, "mungkin kita bisa berbagi lagu-lagu tradisional kita."
Mereka mulai bernyanyi dengan penuh semangat. Wina memimpin dengan lagu-lagu Indonesia seperti "Bengawan Solo" dan "Rasa Sayange," sementara Dr. Layla menyanyikan lagu-lagu Palestina yang penuh makna dan keindahan. Bahkan dengan bahasa yang berbeda, musik menyatukan mereka dalam momen yang indah.
Marmut, kucing yang terduduk di pangkuan Wina, merespon dengan mengeong pelan, seakan-akan turut serta dalam musik. Anak-anak yang mereka selamatkan dari reruntuhan bangunan juga ikut bernyanyi, walaupun dengan mata yang masih penuh ketakutan.
Mereka melanjutkan dengan nyanyian-nyanyian yang berirama dan menggembirakan, menciptakan suasana yang penuh keceriaan meskipun hanya sebentar. Di tengah-tengahnya, mereka juga menyanyikan beberapa lagu yang penuh dengan harapan dan kekuatan.
__ADS_1
Saat cahaya senter yang redup menggantikan sinar matahari, suasana di tenda menjadi lebih intim. Mereka berbicara tentang keluarga, impian, dan apa yang mereka harapkan di masa depan. Anak-anak yang semula tegang mulai merasa nyaman di tengah kebersamaan ini.
Saat lagu-lagu selesai, mereka berbagi cerita lucu dan kenangan dari rumah masing-masing. Mereka tertawa bersama, menciptakan momen ringan yang sangat dibutuhkan di tengah kekacauan konflik yang tak berkesudahan.
Tiba-tiba, Marmut melompat dari pangkuan Wina dan berjalan mendekati pintu tenda. Mereka berempat yang duduk di dalam tenda menatap dengan heran saat kucing itu menjilat-jilat dirinya dengan penuh antusiasme.
"Kamu melihat itu?" kata Wina sambil tersenyum. "Marmut merasa lebih baik sekarang."
Anak-anak dan Dr. Layla berganti cerita tentang hewan peliharaan mereka, menciptakan momen empati dan kebahagiaan.
Mereka merasa lebih kuat dan lebih dekat satu sama lain setelah momen kebersamaan yang penuh dengan musik dan cerita ini. Meskipun konflik terus berlanjut di luar sana, mereka tahu bahwa saat-saat seperti ini adalah yang membuat mereka terus berjuang untuk membantu yang membutuhkan.
Setelah malam yang penuh dengan nyanyian dan cerita di tengah kekacauan perang, Wina dan tim medisnya merasa semakin dekat satu sama lain. Mereka merasa bahwa mereka telah menemukan keluarga baru dalam keadaan yang sulit ini.
Pagi tiba dan sinar matahari mulai meresap melalui tenda medis mereka. Suasana udara masih terasa segar dan dingin saat mereka berkumpul untuk sarapan pagi. Mereka duduk mengelilingi senter yang redup, dengan senyuman dan keceriaan di wajah mereka.
Wina memandangi teman-temannya dan berkata, "Aku merasa sangat bersyukur bisa bertemu dan bekerja bersama kalian di sini. Kita telah menjalani banyak hal bersama."
Dr. Layla mengangguk, "Benar, Wina. Meskipun konflik ini mengerikan, kami telah menemukan keluarga baru di antara kita. Kami adalah satu tim."
__ADS_1
Mereka mulai berbicara tentang negara asal masing-masing. Salah satu anggota tim, Ahmad, menceritakan tentang rumahnya di Palestina sebelum konflik meletus. "Kami memiliki kebun buah yang indah di belakang rumah," katanya, dengan mata yang berbinar. "Kami selalu mengadakan pesta di sana, dengan makanan lezat dan tawa."
Wina mendengarkan dengan penuh perhatian. "Kamu tahu, di Indonesia, kita memiliki tradisi yang mirip. Kami sering mengadakan pesta besar-besaran dan berkumpul dengan keluarga besar. Itu membuat kita merasa bersatu."
Dr. Layla menambahkan, "Kami juga memiliki banyak hidangan lezat di Palestina, seperti mansaf dan maqluba. Makanan adalah cara kami merayakan kehidupan, bahkan dalam masa sulit."
Mereka terus berbicara tentang tradisi dan kenangan dari rumah masing-masing. Hal itu membuat mereka semakin dekat satu sama lain, karena mereka menemukan kesamaan dalam kehidupan mereka meskipun berasal dari budaya yang berbeda.
Anak-anak yang mereka selamatkan juga ikut dalam percakapan. Salah satu dari mereka, Nadia, mengatakan, "Kami sering pergi ke pantai bersama keluarga. Pantai adalah tempat kami merasa bebas."
Wina tersenyum kepada Nadia. "Aku juga suka pantai. Di Indonesia, kami memiliki pantai yang indah dan pasir putih. Itu tempat yang menenangkan."
Mereka terus berbicara tentang impian dan harapan mereka. Salah satu anggota tim, Aisha, bercerita tentang cita-citanya menjadi dokter yang mampu memberikan perawatan medis kepada yang membutuhkan. Dia mengejar impian ini bahkan dalam situasi yang sulit seperti sekarang.
Wina merasa terinspirasi oleh semangat teman-temannya. Dia berkata, "Kita semua di sini dengan tujuan yang sama, yaitu membantu dan memberikan perawatan medis kepada warga Palestina yang terluka. Kita adalah tim yang luar biasa."
Mereka menghabiskan pagi itu dengan berbagi cerita dan tertawa bersama. Ketegangan dari situasi konflik menjadi sedikit meredakan, dan mereka merasa semakin dekat satu sama lain. Mereka tahu bahwa pertemanan mereka adalah sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan yang terus berlanjut.
Saat mereka bersiap untuk kembali ke tugas medis mereka, Dr. Layla menyatakan, "Kita adalah keluarga sekarang. Kami akan menjaga satu sama lain dan terus bersama dalam perjuangan ini."
__ADS_1
Mereka memberikan pelukan dan senyuman satu sama lain, merasa bahwa mereka memiliki dukungan dan kekuatan yang tak tergantikan dalam keluarga baru mereka di tengah perang yang terus berkecamuk. Meskipun tantangan yang sulit ada di depan, mereka siap menghadapinya bersama-sama.