
Pagi yang cerah menyambut Wina dan tim medis saat mereka bersiap untuk hari yang baru. Momen reuni Ghada dengan orang tuanya semalam tetap menyisakan kesan mendalam pada hati mereka. Mereka merasa semakin termotivasi untuk terus berjuang dalam upaya kemanusiaan di Palestina.
Sementara para anggota tim bersiap-siap untuk memulai tugas mereka, Wina mengambil kamera fotonya dari dalam tasnya. Dia merasa sangat ingin mengabadikan momen bahagia yang terjadi semalam, di mana Ghada bersatu kembali dengan keluarganya. Wina ingin membagikan cerita ini kepada dunia dan memberikan pengingat bahwa bahkan dalam situasi konflik pahit, ada cahaya kecil kebahagiaan yang dapat ditemukan.
Dengan kamera di tangan, Wina mendekati Ghada yang sedang bersama ibu dan ayahnya di tenda sementara. Mereka tersenyum lebar, penuh kebahagiaan, dan tampaknya sedang bercerita tentang masa depan. Wina meminta izin untuk mengambil beberapa foto.
"Ibu, ayah, Ghada," kata Wina dengan penuh rasa hormat, "Apakah saya boleh mengambil beberapa foto untuk mengabadikan momen bahagia ini?"
Ibu Ghada tersenyum dan mengangguk. "Tentu, silakan. Kami senang berbagi momen ini dengan dunia."
Wina mulai mengambil foto-foto dengan cermat, mencoba menangkap ekspresi bahagia dan harap yang terpancar dari wajah Ghada dan keluarganya. Mereka menghabiskan beberapa saat bersama, tertawa dan berbicara, dan Wina berhasil menangkap setiap momen indah.
Setelah selesai memotret reuni Ghada dengan keluarganya, Wina mengabadikan momen-momen bahagia yang terjadi di sekitar kamp pengungsi. Ia mengambil foto warga yang membantu satu sama lain, anak-anak yang tersenyum meskipun dalam keadaan sulit, dan wajah-wajah penuh harap yang mencerminkan tekad untuk bertahan.
Saat Ghada melihat Wina berjalan-jalan mengambil foto, ia mendekati Wina dan bertanya dengan rasa ingin tahu, "Kenapa kamu mengambil banyak foto, Bu Wina?"
Wina tersenyum pada Ghada dan menjawab, "Aku ingin membagikan cerita tentang harapan dan kebahagiaan yang masih ada di tengah-tengah konflik. Foto-foto ini akan membantu kita mengingat momen-momen bahagia ini dan memberikan inspirasi kepada orang-orang di seluruh dunia."
__ADS_1
Ghada mengangguk dan menunjuk ke langit yang biru. "Aku juga ingin menjadi seperti bintang-bintang di langit yang memberikan cahaya di malam hari."
Wina tersentak oleh kata-kata bijak dari seorang anak kecil, dan dia menyentuh hati Ghada. "Kamu pasti akan menjadi bintang yang bersinar terang, Ghada."
Setelah selesai memotret momen-momen bahagia di kamp pengungsi, Wina kembali ke tenda tim medis. Dia menghubungkan kameranya ke laptopnya dan mulai mengedit foto-foto tersebut. Dalam proses pengeditan, dia memilih foto-foto yang paling menggambarkan kebahagiaan, harap, dan ketahanan yang ditemukan di kamp pengungsi.
Kemudian, Wina membagikan foto-foto tersebut di media sosial, bersama dengan cerita tentang reuni Ghada dengan keluarganya. Dia ingin dunia tahu bahwa di tengah konflik dan penderitaan, masih ada cerita-cerita kebahagiaan yang dapat menginspirasi dan memberikan harapan.
Mendengar tentang apa yang Wina lakukan, anggota tim medis yang lain juga ingin berbagi foto-foto dan cerita mereka sendiri. Mereka percaya bahwa dengan mengabadikan momen-momen bahagia ini, mereka dapat membangun kesadaran dan dukungan global untuk upaya kemanusiaan di Palestina.
Malam itu, Wina dan tim medis berkumpul di dalam tenda mereka dan melihat berbagai foto yang telah mereka ambil. Mereka tertawa, berbagi cerita, dan merasa bangga akan pekerjaan mereka. Suasana yang hangat dan dukungan satu sama lain membuat mereka merasa terhubung sebagai tim yang kuat.
Hari-hari di Palestina telah meninggalkan kesan mendalam pada Wina. Ia telah menyaksikan penderitaan, kekuatan kemanusiaan, dan momen-momen kebahagiaan yang terjadi di tengah konflik yang berlarut-larut. Saat waktu untuk pulang semakin dekat, Wina merasa perlu untuk mengungkapkan perasaannya pada seseorang yang selalu menjadi inspirasinya dalam upaya kemanusiaan ini.
Malam itu, dia duduk di dalam tenda medis dengan buku harian ayahnya yang telah diberikan oleh Dr. Layla. Buku harian itu merupakan warisan yang berharga, dan Wina ingin menambahkan pesannya sendiri untuk menjadi bagian dari sejarah keluarganya.
Mengambil pena dan dengan hati yang penuh rasa, Wina mulai menulis pesan dalam buku harian itu. Ia ingin berbicara kepada ayahnya, yang telah mendukungnya dalam tekadnya untuk membantu orang lain, terutama di Palestina.
__ADS_1
"Ayah tercinta,
Saat saya menulis pesan ini, saya merasa sangat berterima kasih atas warisan yang berharga ini yang Anda tinggalkan untuk saya. Buku harian ini, yang berisi cerita-cerita inspiratif tentang pengorbanan dan tekad Anda selama perang, telah memberi saya semangat dan motivasi yang tak terukur dalam perjalanan kemanusiaan saya di Palestina.
Pengalaman di sini telah mengubah hidup saya secara mendalam. Saya telah melihat penderitaan yang dialami oleh warga Palestina, tetapi saya juga telah menyaksikan kekuatan kemanusiaan yang luar biasa. Momen reuni Ghada dengan keluarganya semalam adalah salah satu pengalaman yang tak terlupakan. Itu adalah pengingat bahwa di tengah konflik dan kehancuran, masih ada harapan, cinta, dan kebahagiaan yang dapat ditemukan.
Saya merasa terpanggil untuk terus berperan dalam upaya kemanusiaan, tidak hanya di Palestina tetapi di seluruh dunia. Saya ingin mewujudkan tekad Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, dan saya ingin menjadi bintang yang bersinar terang dalam dunia yang mungkin terasa suram.
Mengingat kata-kata Anda dan buku harian ini akan selalu memberikan inspirasi dan panduan dalam perjalanan saya. Saya tahu bahwa Anda akan bangga dengan komitmen saya untuk mempromosikan perdamaian dan kemanusiaan di dunia.
Terima kasih, Ayah, atas semua dukungan dan inspirasi yang Anda berikan kepada saya. Saya akan menjaga warisan ini dengan baik dan terus berjuang untuk mewujudkannya.
Dengan cinta dan tekad yang mendalam,
Wina"
Setelah menulis pesan ini, Wina meletakkan buku harian itu kembali di dalam tasnya dengan penuh harapan. Pesannya adalah penutup yang penuh arti untuk seri pengalaman kemanusiaannya di Palestina. Ia merasa bahwa ayahnya akan selalu hadir dalam perjalanan dan upayanya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
__ADS_1
Malam itu, saat Wina dan tim medis berkumpul di dalam tenda untuk beristirahat, ia merasa tenang dan penuh semangat. Pengalaman di Palestina telah memberinya wawasan baru tentang kekuatan kemanusiaan dan tekad untuk melakukan perubahan positif di dunia.
Dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Wina membawa pesan tersebut bersamanya, meyakininya bahwa dengan tekad dan dukungan dari teman-temannya, dia akan terus berperan dalam upaya kemanusiaan dan menjadi bagian dari solusi untuk perdamaian di dunia.