
Suasana kampus pada hari itu begitu riuh. Mahasiswa dan mahasiswi sibuk berjalan ke kelas, berbincang-bincang, atau sibuk dengan aktivitas ekstrakurikuler mereka. Di tengah keramaian itu, sekelompok teman dekat Wina sedang berkumpul dengan penuh semangat di salah satu sudut kampus.
Lisa, salah satu teman Wina, berdiri di tengah-tengah teman-temannya yang lain. Dia memegang selembar kertas dengan daftar rencana yang telah mereka susun. Wina, yang tidak tahu apa-apa tentang rencana mereka, masih berada di kelas, tenggelam dalam pelajarannya.
"Baik, teman-teman," ucap Lisa dengan penuh semangat, "hari ini adalah ulang tahun Wina, dan saya pikir kita harus memberinya kejutan yang luar biasa."
Teman-teman Lisa, termasuk Ryan, Sarah, dan Dika, setuju dengan ide tersebut. Mereka adalah teman-teman seperjalanan yang telah mengenal Wina selama beberapa tahun di kampus ini.
"Saya sudah berpikir," lanjut Lisa, "kita bisa mengundangnya ke restoran favoritnya untuk makan malam. Kemudian kita berikan dia hadiah-hadiah kecil yang bisa kita beli sebelumnya."
Ryan mengangkat tangan dengan senyum cerah. "Saya suka ide itu! Wina pasti akan terkejut dan senang."
Sarah mengamini, "Tentu saja! Dia adalah teman terbaik kita, dan dia pantas mendapat kebahagiaan di hari ulang tahunnya."
Dika yang selalu tahu bahwa Wina adalah seseorang yang sangat religius, berbicara, "Tapi kita juga harus ingat bahwa Wina adalah orang yang sangat spiritual. Dia sering berzikir dan berdoa. Bagaimana jika kita tambahkan sentuhan spiritual dalam kejutan ulang tahunnya?"
Lisa memikirkan saran Dika. "Itu ide yang bagus, Dika. Bagaimana kita bisa melakukannya?"
Mereka semua berpikir sejenak, dan akhirnya Sarah mengusulkan, "Mungkin kita bisa memulai malam ini dengan berzikir bersama. Kita bisa membuatnya merasa dekat dengan Allah dan teman-teman yang mendukungnya dalam perjalanan spiritualnya."
__ADS_1
Semua orang setuju dengan usulan Sarah, dan mereka mulai merencanakan bagaimana cara melibatkan elemen spiritual dalam kejutan ulang tahun Wina. Semakin mereka berbicara tentang rencana ini, semakin yakin mereka bahwa hal ini akan membuat Wina merasa sangat istimewa. Lisa membuat daftar belanjaan yang harus mereka persiapkan, termasuk hadiah-hadiah kecil yang akan mereka berikan kepada Wina.
Saat mereka bersiap-siap untuk merayakan ulang tahun Wina, mereka merasa bahagia bisa memberikan kebahagiaan kepada teman mereka yang begitu istimewa. Dan mereka berharap rencana tersembunyi ini akan menjadi momen yang tak terlupakan untuk Wina.
Minggu yang sibuk telah berlalu, dan hari ulang tahun Wina semakin mendekat. Teman-teman Wina terus bekerja keras untuk memastikan bahwa rencana mereka untuk kejutan ulang tahun berjalan lancar.
Pada suatu sore yang cerah, mereka berkumpul di salah satu kamar kosan Lisa. Mereka duduk di sekitar meja dengan berkas-berkas dan catatan-catatan persiapan yang mereka butuhkan.
Lisa, yang adalah otak di balik rencana kejutan ini, mengambil inisiatif untuk memimpin rapat persiapan mereka. "Baik, kita hanya punya beberapa hari lagi. Apa kabar persiapannya?"
Ryan mengangguk dan menjawab, "Meja di restoran favorit Wina sudah kami pesan. Mereka akan menghiasnya untuk kita sesuai tema ulang tahun Wina."
Sarah menambahkan, "Kami juga telah memesan hidangan-hidangan yang Wina sukai. Mereka akan menyiapkan hidangan khusus yang biasa dia pesan di sana."
Lisa tersenyum puas mendengar semua itu. "Bagus, semuanya berjalan sesuai rencana. Sekarang, yang perlu kita atur adalah bagaimana kita akan mengundang Wina tanpa sepengetahuannya."
Semua orang berpikir sejenak, dan Sarah mencetuskan ide, "Apa jika saya mengajak Wina untuk makan malam bersama di restoran ini, tapi saya akan bilang bahwa itu adalah undangan dari pekerjaan dan bukan untuk ulang tahunnya? Dia tidak akan mencurigai apa-apa."
Semua orang setuju dengan saran Sarah, dan mereka mulai merencanakan cara untuk menjalankannya dengan baik. Mereka membuat undangan palsu yang terlihat seperti undangan pekerjaan dari perusahaan tempat Sarah bekerja. Lisa juga berbicara dengan Wina secara diam-diam dan berhasil mengalihkan perhatiannya agar Wina tidak mencurigai rencana mereka.
__ADS_1
Saat semuanya sudah tampak tertata dengan baik, mereka mengatur waktu untuk bertemu di restoran pada hari ulang tahun Wina. Mereka merasa semakin dekat dengan momen istimewa ini dan bersemangat untuk melihat reaksi Wina ketika dia mengetahui semua rencana yang telah mereka persiapkan dengan penuh kasih sayang.
Selama beberapa hari ke depan, mereka terus bekerja keras, memastikan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Hari ulang tahun Wina semakin mendekat, dan semuanya tampak siap untuk sebuah kejutan yang akan membuat Wina merasa sangat bahagia.
Hari ulang tahun Wina akhirnya tiba. Wina bangun dengan perasaan istimewa, meskipun dia tidak tahu apa yang menantinya. Dia berpikir bahwa hari ini adalah hari biasa di kampus, tapi dalam hatinya, dia merasa ada yang berbeda.
Wina menghabiskan pagi dengan berzikir dan berdoa di kamarnya seperti yang selalu dia lakukan setiap hari. Bagi Wina, momen-momen ini adalah saat yang penuh makna dan mendalam, di mana dia merasa dekat dengan Allah. Dia mengucapkan rasa syukurnya atas tahun yang telah dia lalui, berharap agar dia terus diberkahi dan dipandu oleh-Nya.
Sementara itu, teman-teman Wina berkumpul di restoran favoritnya. Mereka telah mempersiapkan segalanya dengan teliti, dan mereka tak sabar untuk melihat reaksi Wina saat dia mengetahui kejutan ini. Mereka duduk di sekitar meja yang telah mereka pesan, tersenyum dan berbicara tentang bagaimana momen ini akan menjadi spesial bagi teman mereka yang begitu istimewa.
Saat Wina tiba di restoran, dia merasa agak bingung. Sarah, yang telah merencanakan rencana untuk mengajak Wina makan malam, menyambutnya dengan senyum hangat. "Selamat datang, Wina! Ini undangan dari perusahaan tempat saya bekerja. Mereka ingin memberikan penghargaan kepada Anda atas kerja keras Anda di sana."
Wina tersenyum, tidak menyangka bahwa ini adalah awal dari kejutan besar yang telah direncanakan untuknya. Dia duduk di meja yang telah disiapkan untuknya, dan begitu dia melihat teman-temannya yang duduk di sekelilingnya, dia terkejut.
"Selamat ulang tahun, Wina!" seru mereka dengan senyum lebar. Mereka mulai menyanyikan lagu ulang tahun untuknya, dan Wina merasa begitu terharu oleh kebaikan hati teman-temannya.
Setelah lagu ulang tahun selesai, mereka memberikan hadiah-hadiah kecil kepada Wina. Hadiah-hadiah itu dibungkus dengan cantik, dan Wina merasa sangat bersyukur karena memiliki teman-teman yang begitu peduli dan penuh kasih sayang.
Lisa, yang selalu memikirkan semua detail, berkata, "Kami ingin hari ulang tahunmu menjadi istimewa, Wina. Kami ingin memberikan kebahagiaan padamu, sama seperti yang selalu kamu berikan kepada kami."
__ADS_1
Wina merasa begitu terharu dan tidak mampu menutupi kebahagiannya. Dia berterima kasih kepada teman-temannya dengan tulus. "Terima kasih, teman-teman. Ini adalah ulang tahun yang paling istimewa dalam hidupku. Aku merasa sangat diberkahi memiliki teman-teman seperti kalian."
Malam itu berlanjut dengan makan malam yang lezat dan obrolan yang penuh tawa. Wina merasa begitu bersyukur dan bahagia. Di hatinya, dia merasa begitu dekat dengan Allah, merasa bahwa semua momen ini adalah tanda kasih sayang-Nya.