
Pagi itu, matahari bersinar terang di langit biru saat Wina bersiap-siap untuk melangsungkan akad nikahnya dengan Pak Surya. Dia duduk di kamar bersama ibunya, yang membantu dia mengenakan gaun pengantinnya dengan cermat. Wina merasa campur aduk dalam hatinya; dia senang akan pernikahannya yang akan datang, tetapi juga merasa cemas dan tegang.
Keluarga dan teman-teman mereka sudah berkumpul di lokasi pernikahan yang indah. Suasana haru bahagia terasa di udara. Para tamu berbaur dalam percakapan yang riang, dan semuanya tampak berjalan dengan lancar. Wina merasa beruntung memiliki teman-teman dan keluarga yang mendukungnya.
Namun, ketika saat akad nikah semakin mendekat, kebingungan tak terduga menghampiri mereka. Suara berisik mesin mobil mewah yang berhenti di luar venue pernikahan membuat semua mata tertuju pada pintu masuk. Ketika pintu mobil terbuka, seorang wanita cantik dan anggun keluar dengan langkah pasti.
Wanita itu mengenakan gaun yang memancarkan kemewahan dan keanggunan. Wajahnya terlihat tegar dan berwibawa. Semua mata menatapnya dengan rasa ingin tahu, termasuk mata Wina yang memancarkan kebingungan. Wanita itu berjalan dengan mantap menuju arah Wina dan Pak Surya yang sedang duduk di atas pelaminan.
"Dialah suami sah saya," kata wanita itu dengan suara tegas, membuat seisi ruangan terdiam dalam kebingungan. Pandangan yang tajam dan penuh tekad melintas di wajahnya.
Semua orang terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa. Wina merasa kepalanya pusing, dan dia melihat ke arah Pak Surya, yang tampak pucat dan bingung. Dia tidak tahu harus berbicara apa atau bagaimana menghadapi situasi ini.
"Maaf, tapi ini tidak mungkin," kata salah satu tamu yang duduk di barisan belakang. "Pak Surya adalah pria baik-baik, dia pasti tidak akan melakukan ini."
Wanita misterius itu tetap tenang dan berkata, "Saya punya bukti pernikahan kami yang sah. Saya adalah istrinya yang sah, dan saya tidak akan membiarkan dia menikah lagi dengan siapapun."
Kegaduhan semakin besar, dan suasana di ruangan itu berubah menjadi tegang dan membingungkan. Wina merasa seperti dunia di sekitarnya berputar terbalik. Dia berusaha untuk tetap tenang, menenangkan dirinya sendiri dengan berdoa dalam hati.
__ADS_1
Tiba-tiba, dalam kekacauan yang sedang terjadi, Wina merasa suara kecil dalam hatinya. Seolah-olah ada suara yang mengatakan padanya untuk tenang dan memohon petunjuk dari Allah. Dengan perasaan yang tulus, dia mencari ketenangan dalam doanya, berharap untuk mendapatkan jawaban dalam situasi yang semakin rumit ini.
Saat kebingungan melanda seluruh ruangan, wanita misterius yang mengaku sebagai istri Pak Surya dengan mantap melangkah maju. Wina bisa melihat kebingungan yang jelas terpancar di wajahnya, dan pertanyaan yang diajukan wanita itu membuat suasana semakin tegang.
"Wina," kata wanita itu dengan nada tegas, "kapan Pak Surya mengatakan bahwa dia akan menikah denganmu? Dan bagaimana pernikahan ini terjadi?"
Wina merasa bahwa pertanyaan ini adalah salah satu momen paling sulit dalam hidupnya. Dia mencoba untuk mengingat kapan pertama kali Pak Surya mengajukan pernikahan padanya. Wina memandang ke arah Pak Surya, yang tampak semakin gelisah.
Pak Surya menggigit bibirnya, seolah berusaha mencari kata-kata yang tepat. "Kami... kami tidak pernah benar-benar bicara tentang pernikahan dengan rinci," jawabnya dengan ragu. "Saya pikir... ini adalah kesempatan yang baik untuk mengumumkan pernikahan kami."
"Apa ini?" kata seorang tamu dengan kebingungan. "Surat nikah yang sah?"
Pak Surya terlihat semakin terpojok. Dia tidak dapat berbohong lagi. "Saya tidak tahu bagaimana ini terjadi," kata Pak Surya, mencoba menutupi kebohongannya. "Saya pikir pernikahan ini dibatalkan."
Namun, kebingungan semakin memuncak, dan banyak orang yang hadir semakin curiga. Wina merasa seperti semua yang dia ketahui menjadi kabur, dan dia mencoba untuk tetap berpikir jernih dalam kebingungannya.
Wanita misterius itu terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Dia ingin tahu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi jika Pak Surya telah berkomitmen padanya sebelumnya. Semua orang yang hadir, termasuk keluarga Wina, semakin curiga dan ingin mendapatkan klarifikasi.
__ADS_1
Wina merenung dalam hati, mencari ketenangan dalam doanya kepada Allah. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam situasi ini dan berharap agar mendapatkan petunjuk yang jelas untuk mengatasi kebingungannya. Meskipun dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dia tahu bahwa dia harus tetap tenang dan mencari kebenaran.
Saat pertengkaran semakin memanas di sekitar Wina, dia merasa perlu untuk menarik diri sejenak dari keramaian. Dia melangkah perlahan menjauh dari kerumunan, mencari tempat yang tenang untuk merenung dan berdoa.
Wina menemukan sebuah taman kecil yang terletak tidak jauh dari lokasi pernikahan. Di taman ini, pepohonan rindang memberikan teduh, dan udara segar pagi terasa menyegarkan. Suasana alam yang damai ini memberikan kontrast dengan kebingungan dan ketegangan yang dia alami di dalam ruangan.
Dia duduk di bawah pohon besar dan menutup mata. Wina merasa hatinya berat dan penuh kebingungan. Dia berbicara dalam hati kepada Allah dengan suara lembut.
"Allah yang Maha Penyayang, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa bingung dan takut. Tolong, berikan aku petunjuk. Tunjukkan jalan yang benar untukku."
Wina memohon dalam doanya agar Allah memberinya kekuatan untuk menghadapi situasi ini. Dia berdoa agar diberi kebijaksanaan untuk memahami kebenaran di balik kebingungannya. Dia juga meminta agar Allah melindungi hatinya dari rasa marah dan kebencian yang mungkin timbul akibat konflik ini.
Selama beberapa saat, Wina terdiam dalam doa dan merenung. Dia merasakan kedamaian yang perlahan mengisi hatinya, seolah-olah ada sebuah kehadiran yang tenang dan menghibur di sana. Meskipun dia belum mendapatkan jawaban yang jelas, dia merasa bahwa doanya telah didengar dan bahwa Allah berada di sana untuknya.
Ketika Wina membuka mata, dia merasa lebih tenang dan siap untuk menghadapi situasi di dalam ruangan. Dia tahu bahwa dia harus kembali ke sana dan berbicara dengan jujur kepada semua yang hadir. Meskipun kebingungannya belum terpecahkan, dia ingin mencari kebenaran bersama dengan semua yang terlibat.
Dengan langkah mantap, Wina kembali ke lokasi pernikahan. Dia tahu bahwa perjalanan ini mungkin tidak akan mudah, tetapi dia merasa bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang akan membimbingnya melalui semua ini. Meskipun dia belum memiliki jawaban, dia percaya bahwa dengan berpegang pada imannya dan mendekatkan diri pada Allah, dia akan menemukan jalan keluar dari kebingungannya.
__ADS_1