
Wina tiba di bandara Palestina setelah perjalanan panjang dan melelahkan dari Indonesia. Udara di sini terasa berbeda; panasnya sinar matahari dan aroma rempah-rempah yang khas langsung menyambutnya begitu ia keluar dari pesawat. Dia melihat sekeliling dan merasa sedikit canggung dalam lingkungan yang begitu berbeda.
Tim medis Palestina yang sudah menunggu di bandara berseragam putih biru dengan emblem organisasi kemanusiaan mereka tampak bersahabat. Mereka menyambut Wina dengan senyum hangat dan pelukan. Kepala tim, Dr. Layla, seorang wanita Palestina yang ramah, mendekati Wina.
Dr. Layla: "Selamat datang, Wina! Kami sangat senang kamu bisa bergabung dengan kami. Kami tahu perjalanan ini panjang dan melelahkan, tapi kamu akan menjadi bagian yang sangat berarti dalam misi ini."
Wina tersenyum dan merasa sedikit lega karena sambutan yang hangat. "Terima kasih, Dr. Layla. Saya benar-benar bersemangat untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina yang membutuhkan."
Mereka bergerak menuju bus yang akan membawa mereka ke markas tim medis. Saat bus melaju melewati jalan-jalan di sekitar bandara, Wina mulai memperhatikan pemandangan di sekitar. Lahan pertanian terhampar luas dengan tanaman zaitun, serta reruntuhan bangunan yang menjadi saksi bisu dari konflik yang pernah melanda daerah ini. Tapi ada juga tanda-tanda harapan, seperti mural seni jalanan yang mencerminkan tekad dan semangat masyarakat Palestina.
Ketika bus tiba di markas tim medis, mereka disambut dengan hangat oleh anggota tim medis lainnya. Wina merasa cepat merasa diterima dan segera dikenalkan kepada semua orang. Dia berbicara dengan beberapa perawat dan dokter lain yang memiliki beragam latar belakang dan pengalaman.
Salah satu perawat Palestina, Ahmad, mendekati Wina sambil tersenyum lebar. "Selamat datang, Wina! Saya senang ada orang baru di tim. Kami akan belajar banyak satu sama lain."
Wina merasa sangat dihargai dan bersemangat untuk memulai tugasnya. Mereka mengadakan pertemuan awal untuk merencanakan tugas-tugas mendatang dan memastikan bahwa semua peralatan medis siap digunakan.
Dr. Layla memimpin pertemuan tersebut, "Kita akan fokus pada memberikan perawatan medis kepada warga Palestina yang membutuhkan. Ini adalah misi yang penting, dan kita harus bekerja dengan hati dan semangat bersama-sama."
__ADS_1
Selama pertemuan, Wina mendengarkan dengan penuh perhatian dan merasa tergerak oleh tekad tim medis ini untuk membantu. Mereka berdiskusi tentang rencana tindakan, pembagian tugas, dan jadwal harian mereka.
Setelah pertemuan selesai, tim medis mulai mempersiapkan diri untuk tugas-tugas mereka yang akan dimulai besok pagi. Wina melihat semangat dan rasa solidaritas dalam gerak tubuh dan mimik muka mereka. Mereka tahu bahwa pekerjaan mereka adalah hal yang sangat penting.
Sebelum tidur, Wina mendapatkan kamar di markas tim medis. Meskipun sederhana, kamar itu nyaman dan bersih. Dia merenungkan perjalanan panjangnya dan merasa bersyukur atas kesempatan ini untuk berkontribusi dalam upaya kemanusiaan di Palestina. Dalam ketenangan kamar itu, dia merasa semakin mantap bahwa keputusannya untuk menjadi relawan adalah langkah yang benar.
Hari kedua di Palestina, Wina dan tim medis sudah siap untuk mulai menjalankan tugas mereka. Mereka berangkat menuju kota yang terkena dampak konflik, dengan satu tujuan yang jelas: memberikan bantuan medis kepada warga yang membutuhkan.
Mengendarai sebuah konvoi kendaraan medis, Wina duduk di kursi belakang sebuah ambulans bersama Dr. Layla, yang akan menjadi mitra kerjanya dalam tugas ini. Mereka berbicara sambil memperhatikan pemandangan di sepanjang jalan.
Dr. Layla: "Kondisinya memang sulit, Wina. Konflik ini telah merusak banyak hal di sini. Tapi kami tidak akan pernah berhenti berjuang untuk membantu mereka."
Wina: "Ini benar-benar menghancurkan, Dr. Layla. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana warga di sini harus menjalani hidup mereka di tengah-tengah semua ini."
Dr. Layla mengangguk, "Ya, tetapi itulah kenapa kita ada di sini, Wina. Kita akan memberikan bantuan sebanyak yang kita bisa, dan bersama-sama kita bisa membawa perubahan."
Mereka tiba di pusat kota yang sangat terkena dampak konflik. Beberapa bangunan yang masih berdiri telah rusak parah, dengan dinding-dinding yang terkelupas dan jendela-jendela yang pecah. Puing-puing beton berserakan di sepanjang jalan. Wina bisa melihat sejumlah warga Palestina yang tengah membersihkan puing-puing, berusaha memulihkan sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Mereka melihat beberapa tenda-tenda sementara yang didirikan di pinggiran kota. Warga yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka tinggal di tenda-tenda tersebut, mencoba menciptakan suasana rumah sementara di tengah kerusakan yang melanda.
Wina dan Dr. Layla turun dari ambulans, dan mereka segera didekati oleh seorang wanita Palestina yang tampak khawatir. Dia berbicara dengan cepat dalam bahasa Arab, dan Dr. Layla menerjemahkannya.
Wanita Palestina: "Kami membutuhkan bantuan medis untuk anak-anak kami. Mereka sakit dan tidak ada akses ke rumah sakit."
Dr. Layla: "Tentu, kami akan segera membantu. Tolong bawa anak-anakmu ke ambulans kami."
Wina melihat gerak tubuh Dr. Layla yang penuh perhatian dan empati saat dia berbicara dengan wanita Palestina itu. Mereka membantu memindahkan anak-anak yang sakit ke dalam ambulans, di mana perawat lain di dalam siap memberikan perawatan medis yang dibutuhkan.
Selama beberapa jam, tim medis memberikan perawatan medis kepada sejumlah warga Palestina yang membutuhkan. Mereka bekerja dengan tekun dan tulus, mencoba membawa sedikit harapan dan bantuan di tengah kondisi yang sulit.
Saat matahari mulai tenggelam, Wina kembali ke ambulans bersama Dr. Layla. Mereka melihat cakrawala yang penuh warna, dan meskipun ada kerusakan di sekitar, keindahan alam masih ada di sana.
Wina: "Saya terharu, Dr. Layla, melihat semangat dan ketahanan warga Palestina di tengah segala kerusakan ini."
Dr. Layla tersenyum, "Mereka adalah sumber inspirasi bagi kami. Kita harus terus bekerja bersama untuk membantu mereka."
__ADS_1
Ketika mereka kembali ke markas tim medis, Wina merenungkan pengalaman hari itu dan merasa bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan dapat membawa harapan dan perubahan di tengah-tengah penderitaan. Meskipun kondisi kota ini memprihatinkan, dia percaya bahwa dengan kerja keras dan semangat timnya, mereka dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk membantu warga Palestina yang membutuhkan.