
Wina merasa bahwa keberhasilannya dalam ujian bukanlah hanya tentang nilai yang dia dapatkan, tetapi juga tentang bagaimana dia dapat berbagi pengetahuannya dengan orang lain. Dia sadar bahwa ada teman-temannya yang kesulitan dalam studi, dan dia ingin membantu mereka mencapai keberhasilan yang sama.
Suatu hari, setelah salah satu kuliah yang intens, Wina mendekati seorang teman sekelasnya yang tampak bingung dengan materi yang baru saja diajarkan oleh dosen. Teman sekelasnya, Rani, menggaruk kepalanya sambil memegang buku catatan yang tampak penuh dengan coretan.
"Rani," kata Wina dengan ramah, "Apakah kamu memahami materi yang diajarkan oleh dosen tadi?"
Rani menggelengkan kepala dengan murung. "Aku benar-benar bingung, Wina. Aku tidak tahu bagaimana cara menghadapinya."
Wina tersenyum dan berkata, "Jangan khawatir, Rani. Aku akan membantumu. Kita bisa belajar bersama-sama."
Mereka berdua pergi ke perpustakaan kampus dan membuka buku pelajaran yang sama. Wina dengan sabar menjelaskan konsep-konsep yang rumit kepada Rani, dan mereka berdua bekerja sama untuk menyelesaikan latihan-latihan yang sulit. Wina memberikan contoh-contoh yang jelas dan memberikan panduan yang membantu Rani memahami materi tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Wina mulai membantu teman-temannya yang lain dalam studi. Dia menyadari bahwa keberhasilannya dalam ujian adalah kesempatan baginya untuk berbuat baik kepada sesama. Dia tidak hanya membantu mereka memahami materi, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan yang mereka butuhkan.
Pada suatu kesempatan, teman sekelasnya yang lain, Ahmad, mendekati Wina dengan mata yang penuh keraguan. Dia berkata, "Wina, aku merasa begitu tertekan dengan ujian ini. Aku tidak yakin apa yang harus aku lakukan."
Wina merasa empati terhadap Ahmad dan berkata dengan lembut, "Jangan khawatir, Ahmad. Kita bisa belajar bersama-sama. Aku akan membantumu memahami materi ini."
Mereka berdua duduk di perpustakaan, menghabiskan berjam-jam untuk memahami konsep-konsep yang sulit. Wina menjelaskan dengan sabar dan memberikan contoh-contoh yang membantu Ahmad mengerti. Mereka bekerja keras bersama-sama, dan setelah beberapa pertemuan, Ahmad mulai merasa lebih percaya diri dengan materi tersebut.
__ADS_1
Bantuan Wina tidak hanya berhenti pada bidang akademik, tetapi juga dalam memberikan semangat dan dukungan moral kepada teman-temannya. Dia sering memberikan kata-kata semangat sebelum ujian atau tugas penting, mengingatkan mereka untuk percaya pada diri sendiri dan berusaha dengan sungguh-sungguh.
Melalui tindakan-tindakan baiknya ini, Wina merasa bahwa dia menjalankan salah satu ajaran agamanya untuk berbuat baik kepada sesama. Dia merasa bahwa membantu teman-temannya adalah cara untuk berbagi berkat dan keberhasilan yang telah dia terima dari Allah.
Wina terus berusaha dalam studinya dengan tekun dan rasa syukur yang mendalam. Setiap kali dia membuka buku pelajaran atau menghadiri kuliah, dia merasa ada keberkahan dalam upayanya. Dia merasa bahwa Allah selalu bersamanya dalam setiap langkah studinya.
Suatu sore, Wina duduk di perpustakaan kampus dengan buku teks terbuka di depannya. Dia mempersiapkan diri untuk ujian besar yang akan datang. Matahari terbenam perlahan, menyinari ruangan perpustakaan dengan cahaya senja yang lembut.
Wina mengambil buku catatan dan mulai membaca dengan penuh konsentrasi. Materi yang dia pelajari adalah rumit, tetapi dia merasa bahwa setiap kata yang dia baca adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam. Dia merasa bahwa Allah telah memberinya kemampuan untuk memahami dan menghafal materi tersebut dengan baik.
Saat Wina membaca ayat-ayat Al-Quran yang relevan dengan pelajaran yang sedang dia pelajari, dia merasa bahwa ayat-ayat itu memberinya inspirasi dan petunjuk. Dia merasa bahwa Allah sedang berbicara langsung kepada hatinya, memberinya kebijaksanaan dan kekuatan untuk terus berusaha.
Saat dia mengemas bukunya dan bersiap-siap pulang, seorang teman sekelasnya, Maya, datang mendekatinya. Maya tampak sedikit cemas dan berkata, "Wina, aku merasa sangat kewalahan dengan semua tugas dan ujian. Aku tidak tahu bagaimana cara menghadapinya."
Wina tersenyum dan mengulurkan tangan ke Maya. "Maya, jangan khawatir. Aku di sini untuk membantumu. Kita bisa belajar bersama-sama."
Mereka berdua duduk di meja yang sama, dan Wina dengan sabar menjelaskan konsep-konsep yang sulit kepada Maya. Dia membantu Maya memahami materi dengan cara yang mudah dipahami. Saat mereka berdua bekerja bersama, Maya merasa semakin percaya diri dan bersyukur bahwa dia memiliki seorang teman seperti Wina.
Setelah pertemuan mereka selesai, Maya berkata dengan penuh rasa terima kasih, "Terima kasih, Wina. Aku merasa begitu beruntung memiliki teman seperti kamu."
__ADS_1
Wina tersenyum dan menjawab, "Tidak perlu berterima kasih, Maya. Kita saling membantu. Dan ingatlah, setiap usaha yang kita lakukan memiliki keberkahan dari Allah. Jadi, teruslah berusaha dengan sungguh-sungguh dan percayalah pada-Nya."
Maya merasa terinspirasi oleh kata-kata Wina. Dia merasa bahwa setiap usaha yang dia lakukan adalah langkah menuju kesuksesan yang diawasi oleh Allah. Keberkahan dalam upaya mereka membuatnya semakin bersyukur dan termotivasi untuk terus berusaha dalam studinya dan perjalanan spiritualnya.
Cerita ini mencapai puncaknya saat matahari mulai merunduk dan menjatuhkan bayangan yang panjang di taman kampus. Wina duduk di bawah pohon yang rindang, melihat matahari terbenam dengan penuh kekaguman. Dia merasa begitu dekat dengan Allah dalam momen-momen seperti ini.
Sinar matahari terakhir yang memancar seolah-olah memberi sentuhan magis pada taman kampus. Burung-burung bernyanyi dengan gembira di atas cabang-cabang pohon, dan semilir angin membawa harum bunga-bunga yang mekar di sekitar mereka. Wina merenung, mengamati keindahan alam yang Allah ciptakan.
Dia membuka Al-Quran yang selalu dia bawa, membiarkan halaman-halamannya ditiup oleh angin sejuk. Dalam keheningan taman yang tenang, dia mulai membaca ayat-ayat Al-Quran yang dia hafal dengan penuh pengabdian. Setiap kata terasa begitu khusyuk dan penuh makna.
Setelah beberapa saat, Wina menutup Al-Quran dan menutup matanya. Dia merasa kehadiran Allah di sekitarnya, merasakan keberkahan yang mengalir dalam dirinya. Dia membuka hatinya dalam doa yang dalam, mengungkapkan rasa syukur dan kerinduannya pada Allah.
"Dengan nama-Mu yang Maha Pengasih, Maha Penyayang," ucap Wina dengan suara yang penuh rasa. "Terima kasih atas semua yang Engkau berikan padaku. Terima kasih atas petunjuk-Mu dalam hidupku. Aku merasa begitu dekat dengan-Mu saat ini, dan itu adalah anugerah terbesar dalam hidupku."
Wina merasa bahwa dia tidak sendirian dalam doanya. Dia merasa bahwa Allah selalu mendengarkan dan memberinya kekuatan dalam setiap langkah hidupnya. Kedekatannya dengan Allah adalah sumber kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya.
Matahari akhirnya tenggelam sepenuhnya, dan langit berubah menjadi warna oranye dan merah. Wina membuka matanya kembali dan tersenyum. Dia merasa bahwa ini adalah momen yang indah untuk merayakan kedekatannya dengan Allah.
Dia tahu bahwa perjalanan akademik dan spiritualnya masih panjang, tetapi dia merasa siap menghadapinya dengan penuh keyakinan dan keberkahan yang Allah berikan. Dalam ketenangan taman kampus, dia berdiri dan berjalan pulang dengan hati yang penuh rasa syukur, siap menghadapi semua yang akan datang dalam hidupnya.
__ADS_1