
Setelah pengumuman rencana Wina untuk melanjutkan studi di luar negeri, teman-teman dekatnya mulai merenungkan cara mereka bisa memberikan dukungan dan memberikan kontribusi positif dalam misi kemanusiaan yang telah mempengaruhi Wina secara mendalam. Sebuah gagasan muncul, dan dalam waktu singkat, kelompok sukarelawan baru terbentuk.
Suatu hari, Wina berkumpul dengan teman-temannya di taman kota yang indah yang dikelilingi oleh pepohonan rindang dan bunga-bunga berwarna-warni. Mereka duduk di bawah naungan pohon besar yang memberikan keteduhan.
Mira, teman dekat Wina, dengan antusias bertanya, "Wina, bagaimana jika kita membentuk kelompok sukarelawan yang fokus pada bantuan kemanusiaan dan bantuan korban konflik? Kita bisa mengikuti jejakmu dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan."
Wina tersenyum dan mengangguk, "Itu adalah ide yang luar biasa, Mira! Saya sangat senang melihat teman-teman saya ingin berkontribusi pada kemanusiaan. Mari kita lakukan ini bersama."
Kelompok ini diberi nama "Relawan Kemanusiaan Semangat Wina" sebagai penghormatan kepada teman mereka yang telah berjuang dengan semangat dalam misi kemanusiaan di Palestina.
Pertemuan pertama kelompok sukarelawan ini berlangsung di rumah Wina. Mereka berkumpul di ruang tamu yang hangat dengan dinding berwarna cerah dan lantai kayu. Wina duduk di antara teman-temannya, meletakkan beberapa foto dari perjalanannya di Palestina di atas meja kayu di tengah ruangan.
Rizky, salah satu teman yang terlibat dalam kelompok, berkata, "Wina, kami ingin belajar dari pengalamanmu dan mendapatkan bimbinganmu dalam upaya kemanusiaan ini."
Wina tersenyum dan mulai berbicara tentang pengalaman di Palestina dan bagaimana bantuan kemanusiaan dapat membuat perbedaan nyata dalam kehidupan orang-orang yang terkena dampak konflik. Dia menggambarkan momen-momen di mana mereka merasa bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan dan berharga.
Mira menambahkan, "Kami juga ingin mengumpulkan dana untuk proyek-proyek kemanusiaan. Bagaimana kita bisa mulai?"
Wina memberikan saran tentang bagaimana mereka dapat mengorganisir penggalangan dana dan menghubungi organisasi kemanusiaan yang mungkin bekerja di wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan. Mereka merencanakan beberapa acara penggalangan dana yang akan datang dan mengatur jadwal untuk kunjungan mereka ke tempat-tempat yang memerlukan bantuan.
__ADS_1
Dalam minggu-minggu berikutnya, kelompok sukarelawan ini semakin aktif. Mereka menyelenggarakan bazaar amal di taman kota, mengadakan pertunjukan amal untuk mengumpulkan dana, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan yang melibatkan warga setempat.
Ketika mereka mengunjungi panti asuhan dan tempat-tempat pelayanan sosial lainnya, ekspresi wajah anak-anak yang menerima bantuan mereka adalah campuran antara kebahagiaan dan harapan. Ini memberikan semangat tambahan kepada kelompok sukarelawan untuk terus bekerja dengan tekun.
Pada suatu hari, mereka menerima surat dari organisasi kemanusiaan internasional yang mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam proyek kemanusiaan di wilayah yang terkena dampak konflik di Asia Tengah. Wina sangat gembira ketika membacanya, dan teman-temannya juga merasa bersemangat untuk mengikuti jejaknya.
Mereka berbicara tentang rencana mereka untuk misi berikutnya, mengatur pertemuan lanjutan, dan memulai persiapan untuk proyek kemanusiaan mendatang. Keputusan mereka untuk membentuk kelompok sukarelawan dan memberikan kontribusi pada bantuan kemanusiaan menjadi sebuah tonggak yang luar biasa dalam hidup mereka, yang penuh dengan semangat dan tekad untuk membuat perbedaan.
Mengikuti jejak Wina, mereka merasa bahwa dalam menjalani misi kemanusiaan, mereka telah menemukan tujuan yang lebih besar dalam hidup mereka, dan bersama-sama mereka merasa memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif di dunia yang terus berkonflik. Wina merasa sangat bangga dan bersyukur kepada teman-teman yang mendukungnya dan yang telah berkomitmen untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam upaya kemanusiaan.
Wina terus menjaga kontak dengan keluarga Omar dan Dr. Layla di Palestina melalui panggilan video dan pesan teks. Meskipun mereka berjarak jauh, ikatan persahabatan yang mereka bangun selama perjalanannya masih tetap kuat.
Mendekati ponselnya dengan senyum, Wina menjawab panggilan tersebut, "Halo, Dr. Layla! Bagaimana kabarnya?"
Dr. Layla tersenyum dan berkata, "Kami semua baik di sini meskipun situasi tetap sulit. Bagaimana kehidupanmu di sana?"
Wina membagikan berita tentang pembentukan kelompok sukarelawan dan rencananya untuk melanjutkan studi di luar negeri. Dia juga bertanya tentang keluarga Omar.
Dr. Layla menjelaskan, "Omar tumbuh dengan baik. Dia sangat merindukanmu, Wina. Setiap kali dia melihat pesawat terbang di langit, dia bertanya apakah kamu akan datang lagi."
__ADS_1
Wina tersenyum mendengar hal itu dan merasa senang bahwa dia masih dalam pikiran Omar meskipun berjarak jauh. Mereka berbicara tentang rencana kelompok sukarelawan dan bagaimana mereka dapat bekerja sama dalam proyek-proyek kemanusiaan mendatang.
Selama panggilan video tersebut, Wina berbagi foto-foto dan video dari acara-acara penggalangan dana yang telah diadakan oleh kelompok sukarelawan di Indonesia. Dr. Layla terkesan dengan semangat dan tekad kelompok tersebut.
Beberapa minggu kemudian, kelompok sukarelawan mengirimkan video ucapan selamat dan pesan dukungan kepada keluarga Omar dan tim medis di Palestina. Mereka mengungkapkan harapannya untuk berkolaborasi lebih lanjut dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina.
Pada suatu malam, Wina menerima pesan teks dari keluarga Omar yang memberi tahu bahwa Omar akan merayakan ulang tahunnya. Mereka mengundang Wina untuk bergabung dengan perayaan ulang tahun Omar melalui panggilan video.
Wina merasa senang dengan undangan tersebut dan segera menyetujui. Pada hari ulang tahun Omar, dia menerima panggilan video dari keluarga Omar yang berada di dalam rumah mereka yang sederhana di Gaza. Mereka telah menyusun pesta kecil dengan kue ulang tahun yang dihias sederhana dan lilin-lilin kecil.
Omar tersenyum ceria saat dia memotong kue ulang tahunnya, dan keluarganya menyanyikan lagu ulang tahun dalam bahasa Arab. Wina bergabung dengan mereka dalam bernyanyi dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Omar.
Setelah perayaan ulang tahun selesai, mereka berbicara lebih lanjut tentang perkembangan di Palestina dan situasi konflik yang masih berlanjut. Wina berjanji untuk terus mendukung mereka dalam upaya kemanusiaan dan membagikan berita baik dari Indonesia tentang usaha kelompok sukarelawan dalam mengumpulkan dana untuk proyek-proyek kemanusiaan.
Selama beberapa bulan ke depan, Wina dan keluarga Omar serta Dr. Layla tetap menjaga kontak dan berbagi berita. Mereka merasa bahwa meskipun berjarak jauh, ikatan persahabatan mereka tetap kuat dan mendukung satu sama lain dalam upaya kemanusiaan.
Wina juga terus memotivasi kelompok sukarelawan di Indonesia dengan cerita-cerita dari Palestina dan memberikan perspektif yang mendalam tentang pentingnya bantuan kemanusiaan di daerah yang terkena dampak konflik.
Kontak yang tetap terjaga antara Wina dan keluarga Omar serta Dr. Layla menjadi inspirasi bagi mereka semua. Mereka menyadari bahwa ikatan kemanusiaan mereka adalah sesuatu yang sangat berharga dan bahwa meskipun berjarak jauh, mereka dapat terus memberikan dukungan dan berbagi harapan satu sama lain di tengah situasi yang sulit.
__ADS_1