
Setelah pertemuan dengan dosen selesai, Wina merasa bahwa Allah telah memberinya kekuatan untuk menghadapi situasi yang sulit ini. Dia merasa bahwa kedekatannya dengan Allah semakin dalam setiap kali dia mencari bimbingan dalam doa.
Wina memutuskan untuk menghabiskan beberapa waktu sendirian di masjid kampus. Di dalam masjid yang tenang dan damai, dia merenungkan pengalaman ini. Dia merasa bahwa ujian ini adalah bagian dari perjalanan spiritualnya yang telah membantunya untuk semakin mendekat pada Allah.
Duduk bersila di sajadah dengan mata tertutup, Wina memulai doanya dengan suara yang lembut. "Ya Allah, aku bersyukur atas keberanian yang Engkau berikan kepada kami dalam menghadapi situasi yang sulit. Terimakasih karena Engkau selalu mendengarkan doaku dan memberiku kekuatan untuk berbicara dengan hati yang terbuka. Aku tahu bahwa ujian ini adalah bagian dari rencana-Mu yang lebih besar, dan aku percaya bahwa Engkau akan membimbing langkah-langkahku dalam perjalanan ini."
Selama beberapa saat, dia terus merenung dan berdoa. Dia merasa bahwa Allah selalu hadir dalam setiap langkahnya, memberinya kekuatan untuk tetap tegar dalam menjalani perjalanan ini. Dalam keheningan masjid yang penuh kekhidmatan, dia merasakan kedekatan yang semakin dalam dengan Allah.
Pada saat yang sama, Wina merasa bahwa perjalanan ini telah membantu merenungkan nilai-nilai agamanya dan betapa pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan dalam kehidupan mereka. Dia tahu bahwa Allah akan selalu bersamanya, memberikan petunjuk dan kekuatan yang dia butuhkan untuk menghadapi setiap tantangan yang mungkin muncul dalam perjalanan hidupnya.
Meskipun tidak ada perubahan besar dalam pandangan dosen kontroversial itu, Wina dan teman-temannya merasa bahwa mereka telah melakukan yang terbaik untuk mencapai pemahaman bersama. Mereka merasa bahwa mereka telah menjalani ujian keimanan ini dengan bijak dan berani menghadapinya.
Setelah meninggalkan kampus dan berjalan menuju asramanya, Wina merenungkan pertemuan tersebut. Dia tahu bahwa perjuangan untuk menjaga kepercayaan agamanya akan terus berlanjut, tetapi dia juga tahu bahwa Allah selalu ada di sisinya, memberinya kekuatan dan kebijaksanaan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Ketika dia tiba di asrama, teman-temannya berkumpul di kamarnya. Mereka duduk bersama, merenungkan apa yang telah mereka alami hari ini. Salah satu teman Wina, Maya, berbicara dengan penuh penghargaan, "Saya bangga menjadi bagian dari kelompok ini. Kami telah menunjukkan kepada dosen bahwa keyakinan kami adalah sesuatu yang sangat penting bagi kami, dan kami melakukannya dengan hormat."
Teman lainnya, Rizky, menambahkan, "Dan kita juga telah menunjukkan kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa menghadapi tantangan ini dengan kepala tegak. Saya percaya bahwa Allah akan selalu bersama kita dalam perjalanan ini."
Wina tersenyum, merasa bersyukur memiliki teman-teman yang mendukungnya dalam perjuangan ini. "Kita telah melakukan yang terbaik yang kita bisa hari ini. Yang penting, kita tidak pernah melupakan nilai-nilai kita dan tetap menghormati perbedaan. Ini adalah bagian dari perjalanan spiritual kita."
__ADS_1
Mereka semua mengangguk setuju, dan suasana hati mereka menjadi lebih ringan. Meskipun mereka tahu bahwa tantangan mungkin selalu ada dalam hidup, mereka memiliki keyakinan bahwa Allah akan selalu memberi mereka kekuatan untuk menghadapinya. Dalam cahaya lampu ruangan yang lembut, mereka merenungkan perjalanan spiritual mereka yang telah membawa mereka lebih dekat pada Allah dan satu sama lain.
Taman kampus yang terletak di tengah-tengah gedung-gedung perguruan tinggi tersebut adalah tempat yang indah. Pepohonan rindang menjulang tinggi dan berdaun lebat, menciptakan bayangan-bayangan yang menari-nari di atas tanah berbatu. Semilir angin sejuk menyentuh wajah mereka, memberikan rasa kesegaran yang menyenangkan. Wina dan Maya duduk di atas rerumputan hijau yang lembut, melepas sandal mereka untuk merasakan sentuhan alam yang nyaman di bawah kaki mereka.
Seiring matahari perlahan merunduk di ufuk barat, langit senja dipenuhi warna oranye dan merah yang hangat. Cahaya matahari yang merambat memberikan suasana yang tenang dan damai. Mereka dikelilingi oleh teman-teman kampus mereka yang beragam, dari berbagai latar belakang dan keyakinan. Mereka semua berkumpul di taman ini untuk merayakan persahabatan, kebersamaan, dan keberagaman yang ada di antara mereka.
Wina dan Maya duduk bersila di dekat pohon besar yang memberikan naungan sejuk. Wina menatap langit yang berubah warna dengan mata yang dipenuhi kerinduan dan syukur. Dia merenungkan perjalanan hidupnya selama di kampus ini. Saat dia pertama kali tiba di sini, dia merasa cemas dan takut akan bagaimana imannya akan diuji dalam lingkungan yang berbeda. Tapi seiring berjalannya waktu, dia menyadari bahwa tantangan-tantangan itu juga merupakan bagian dari pertumbuhannya.
Maya, temannya sekelas, melihat Wina dengan senyuman lembut. "Wina, apa yang kamu pikirkan?"
Wina tersenyum. "Aku hanya merenungkan semua yang telah terjadi selama masa kuliah ini. Tantangan-tantangan, persahabatan yang kubangun, dan tentu saja, iman kita."
Wina mengangguk setuju. "Betul sekali. Bagaimanapun, Allah selalu bersama kita, di mana pun kita berada."
Teman-teman mereka yang duduk di sekitar mulai bergabung dalam percakapan. Mereka berbicara tentang pengalaman-pengalaman mereka selama kuliah, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan. Mereka juga berbagi cerita tentang bagaimana mereka belajar satu sama lain dan merasakan pentingnya keragaman dalam hidup.
Saat malam semakin mendekat, mereka memutuskan untuk melakukan doa bersama di taman. Mereka membentuk lingkaran, menggenggam tangan satu sama lain, dan merasa kedekatan mereka satu sama lain dan dengan Allah. Suara adzan dari masjid kampus yang jaraknya tidak terlalu jauh terdengar dengan indahnya, mengingatkan mereka untuk merenungkan kebesaran Allah dan betapa beruntungnya mereka dapat berada di sini, bersama-sama, di bawah langit yang bercahaya bintang-bintang.
Senja telah benar-benar tiba, dan cahaya matahari yang merambat di ufuk barat mulai redup. Taman kampus semakin terasa damai dengan pepohonan rindang yang merambatkan bayangan-bayangan lembut di atas tanah berbatu. Wina dan teman-temannya berkumpul di sekitar lingkaran yang mereka bentuk dengan indah di rerumputan hijau. Suasana taman yang tenang menciptakan atmosfer yang sempurna untuk doa bersama.
__ADS_1
Wina duduk di tengah-tengah lingkaran, di antara teman-temannya yang beragam. Dia merasakan perasaan kedekatan dengan mereka dan dengan Allah yang begitu kuat. Matanya memandang ke langit yang masih terlihat sedikit oranye dari matahari terbenam. Dia tahu bahwa momen ini adalah waktunya untuk merayakan dan bersyukur atas segala yang telah mereka alami selama kuliah.
Maya, yang duduk di sebelah Wina, tersenyum padanya dengan penuh semangat. "Wina, kita bisa memulai doa bersama sekarang."
Wina mengangguk dan mengangkat tangannya dalam doa. Teman-temannya juga mengikuti gerakannya, dan mereka membentuk lingkaran erat. Mereka merasa kedekatan satu sama lain saat menghadap Allah dalam doa.
"Ya Allah," Wina memulai dengan suara yang khidmat, "kami bersyukur kepada-Mu atas segala petunjuk-Mu yang telah Engkau berikan kepada kami selama masa kuliah ini. Kami tahu bahwa tanpa bimbingan-Mu, kami tidak akan bisa melewati semua tantangan dan rintangan yang telah kami hadapi."
Suasana di sekitar mereka begitu tenang, dan hanya suara lembut angin yang berbisik di antara dedaunan yang terdengar. Cahaya lampu jalan mulai menyinari taman, menciptakan atmosfer yang lebih magis.
Wina melanjutkan, "Kami bersyukur atas teman-teman yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Mereka adalah sahabat sejati yang selalu mendukung kami dalam perjalanan kami, dan kami berdoa agar Engkau selalu menjaga persahabatan ini."
Teman-teman di sekitarnya mengangguk setuju, dan beberapa dari mereka menyampaikan doa-doa mereka sendiri dalam hati. Mereka merasakan kehadiran Allah yang begitu dekat dalam doa ini.
Wina kemudian melanjutkan, "Ya Allah, kami juga bersyukur atas keberagaman yang Engkau ciptakan di antara kami. Kami tahu bahwa keragaman adalah salah satu tanda kebesaran-Mu, dan kami berdoa agar kami selalu dapat hidup dalam harmoni dan saling menghormati."
Doa ini menjadi semakin khidmat, dan Wina merasakan air mata kebahagiaan yang menetes dari matanya. Dia tahu bahwa Allah selalu mendengarkan doa mereka, bahkan di tengah-tengah kesibukan kampus yang berat.
Setelah beberapa saat, doa bersama itu selesai. Mereka semua merasa lebih dekat satu sama lain dan dengan Allah. Mereka melepaskan genggaman tangan mereka dan duduk dalam keheningan yang meresapi hati mereka.
__ADS_1
Teman-teman Wina tersenyum dan saling berpelukan. Mereka merasakan kedekatan yang lebih mendalam, bukan hanya sebagai teman kuliah, tetapi juga sebagai sahabat yang berbagi nilai-nilai spiritual yang sama. Suasana taman semakin tenang, dan bintang-bintang mulai muncul di langit malam. Momen ini adalah pengingat bagi mereka bahwa dalam keheningan dan doa, mereka selalu dapat merasakan kedekatan dengan Allah.