Tetesan Pertama Air Wudhu Wina

Tetesan Pertama Air Wudhu Wina
Antisipasi dan Kegembiraan


__ADS_3

Malam itu, Wina duduk di kamarnya dengan mata terpaku pada layar komputernya. Suara jantungnya berdebar-debar begitu keras sehingga dia bisa merasakannya di tengah dada. Ini adalah malam yang begitu dinanti-nantikan, malam pengumuman kelulusan SMA, dan Wina merasa gugup dengan perasaan campur aduk.


Seiring dengan jari-jarinya yang mengetik di keyboard, Wina teringat seluruh perjalanan yang telah dia lalui selama tiga tahun di SMA. Dia mengingat perjuangan kerasnya untuk meraih prestasi akademis yang baik, berkomitmen untuk menjalani perjalanan spiritualnya, dan menjaga keseimbangan antara keduanya. Itu bukan perjalanan yang mudah, tetapi itu adalah perjalanan yang membuatnya berkembang menjadi individu yang lebih baik.


Wina juga memikirkan dukungan yang dia terima dari keluarganya. Orang tuanya selalu ada di sampingnya, mendukung dan memberikan semangat. Mereka memahami pentingnya perjalanan spiritualnya dan mendukung keputusannya untuk mengenakan jilbab. Itu adalah momen-momen di mana Wina merasa bersyukur atas keluarganya yang penuh cinta dan pemahaman.


Dalam ruang chat grup teman-temannya, semua mahasiswa SMA dari sekolahnya juga menunggu pengumuman dengan antusiasme. Mereka saling memberikan dukungan moral dan berbicara tentang rencana mereka jika diterima di perguruan tinggi pilihannya. Wina menyukai bagaimana mereka semua merasa seperti satu keluarga, mendukung satu sama lain dalam momen-momen penting ini.


Akhirnya, pengumuman itu tiba. Wina menahan nafas dan mengklik link yang mengarah ke daftar nama-nama yang diterima. Jantungnya berdegup lebih cepat saat dia menggulirkan halaman dengan cepat, mencari nama lengkapnya. Dan kemudian, ada itu, di antara daftar nama-nama yang diterima, terlihat jelas: "Wina Pratiwi."


"Alhamdulillah," bisik Wina dengan suara yang gemetar. Air mata bahagia langsung meluncur di pipinya, dan dia merasa rasa syukur yang mendalam di dalam hatinya. Dia segera mengirim pesan ke keluarganya di ruang sebelah, memberi tahu mereka tentang kelulusannya.


Dalam hitungan menit, ibu dan ayah Wina masuk ke dalam kamar dengan wajah berseri-seri. Mereka merangkulnya dengan penuh kasih sayang, dan Wina merasakan kehangatan dalam pelukan mereka. "Kami sangat bangga padamu, sayang," kata ibunya sambil menghapus air mata Wina dengan lembut.


"Sekarang kamu akan memulai babak baru dalam hidupmu," kata ayahnya, tersenyum lebar. "Dan kami akan selalu mendukungmu."


Saat itu juga, ponsel Wina berdering. Teman-temannya mengirim pesan ucapan selamat kepadanya, dan grup chat mereka penuh dengan emotikon bahagia dan ucapan selamat. Wina merasa terharu oleh dukungan teman-temannya.


Wina kemudian kembali ke komputernya untuk melihat lebih lanjut tentang program studi yang akan dia ikuti di perguruan tinggi. Dia merasa terinspirasi dan antusias untuk memulai babak baru dalam hidupnya. Meskipun perasaan gugup masih ada, dia tahu bahwa dia telah melewati ujian ini dengan baik, dan itu adalah awal dari perjalanan yang menarik dan penuh harapan.


Setelah berbagi kabar tentang kelulusannya, Wina meninggalkan komputernya dan menuju ruang keluarga. Orang tuanya, Ibu Siti dan Ayah Ahmad, duduk di sofa sambil menunggu dengan penuh antisipasi. Mereka bisa melihat wajah cerah Wina, dan mereka tahu bahwa ada berita baik yang akan dibagikannya.

__ADS_1


"Kak, apa kabar?" tanya Ayah Ahmad dengan senyum ramah saat Wina memasuki ruangan.


Wina tersenyum lebar dan mengangguk. "Ayah, Ibu, saya harus memberi tahu Anda sesuatu yang sangat penting."


"Apakah itu?" tanya Ibu Siti dengan mata berbinar.


Wina duduk di dekat mereka, perasaannya masih berdebar-debar. "Saya diterima di perguruan tinggi terkemuka, Ayah, Ibu. Saya berhasil."


Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan ekspresi kebahagiaan pada wajah Ibu Siti dan Ayah Ahmad. Mereka merangkul Wina erat-erat dan mengucapkan selamat dengan tulus. "Alhamdulillah," kata Ibu Siti dengan suara haru. "Kami sangat bangga padamu, Nak."


"Kami tahu bahwa kamu telah bekerja keras untuk ini," tambah Ayah Ahmad. "Ini adalah hasil dari usaha dan dedikasimu."


Wina merasa hangat oleh dukungan dan kasih sayang keluarganya. Mereka menghabiskan beberapa saat berpelukan dan merayakan bersama. Wina merasa bahwa momen ini adalah salah satu yang akan dia kenang sepanjang hidupnya.


Ibu Siti dan Ayah Ahmad mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka selalu mendukung keputusan Wina dalam menjalani perjalanan spiritualnya, dan mereka merasa bangga dengan kesungguhannya.


"Kami selalu mendukungmu dalam apapun yang kamu pilih, Nak," kata Ibu Siti. "Agama adalah bagian penting dari hidupmu, dan itu adalah hal yang baik."


Ayah Ahmad mengangguk setuju. "Dan jangan ragu untuk mencari dukungan dari kami atau siapapun jika kamu menghadapi tantangan di perguruan tinggi. Kami akan selalu ada untukmu."


Wina merasa begitu bersyukur atas keluarganya yang penuh pengertian. Mereka selalu menjadi tempat berlindungnya, tempat dia merasa diterima apa adanya. Momen ini memperlihatkan kedekatan antara mereka, dan Wina merasa bahwa keluarga adalah pondasi kuat dalam hidupnya.

__ADS_1


Setelah berbicara tentang rencana-rencana masa depan Wina, mereka menghabiskan waktu bersama dengan ceria. Mereka mengobrol tentang kenangan-kenangan masa lalu dan rencana untuk persiapan perguruan tinggi. Momen kebersamaan seperti ini adalah yang membuat mereka semakin dekat satu sama lain, dan Wina merasa diberkati memiliki keluarga yang begitu mendukung.


Saat malam tiba, mereka makan malam bersama dengan makanan kesukaan Wina, nasi goreng spesial buatan Ibu Siti. Mereka tertawa, berbicara, dan merayakan kelulusan Wina dengan sukacita. Bagi Wina, ini adalah salah satu malam yang penuh berkat dalam hidupnya, dan dia tahu bahwa dia memiliki keluarga yang selalu ada untuknya.


Setelah berbicara dengan keluarganya, Wina mengambil ponselnya yang sudah berdering beberapa kali. Dia tahu bahwa pesan ucapan selamat dan dukungan dari teman-temannya akan berlimpah, dan dia tidak salah. Kotak masuknya sudah dipenuhi dengan pesan-pesan positif yang datang dari teman-temannya.


Dia membuka pesan pertama dan senyum tersungging di wajahnya ketika membaca kata-kata ucapan selamat dari Amira, sahabatnya sejak kecil. Pesan tersebut berbunyi, "Selamat, Win! Aku tahu kamu pasti akan berhasil. Kami akan merindukanmu di sekolah nanti!"


Wina segera membalas pesan Amira, "Terima kasih, Mira! Aku juga akan merindukanmu semua. Mari kita rencanakan pertemuan sebelum aku berangkat ke perguruan tinggi."


Kemudian, dia melanjutkan membaca pesan dari teman-temannya yang lain. Setiap pesan memancarkan kebahagiaan dan dukungan. Beberapa teman bahkan mengirimkan emoji perayaan dan foto-foto saat mereka bersama-sama di masa lalu.


Teman laki-laki Wina, Rizky, juga mengirim pesan. "Kamu hebat, Win! Selamat ya! Pasti akan sangat menyenangkan memiliki teman yang sehebat kamu di perguruan tinggi."


Wina tersenyum dan membalas pesan Rizky, "Terima kasih, Rizky! Semoga kita bisa bertemu di perguruan tinggi nanti."


Sementara itu, grup chat mereka yang biasanya ramai menjadi semakin hidup. Teman-teman SMA mereka mulai berbicara tentang rencana mereka masing-masing. Beberapa akan melanjutkan studi di perguruan tinggi yang sama, sementara yang lain akan berpisah untuk mengejar impian mereka.


Salah satu teman Wina, Lina, berkata, "Ini adalah awal dari babak baru dalam hidup kita, teman-teman. Mari kita berjuang untuk meraih sukses di masa depan!"


Semua orang setuju, dan grup chat itu dipenuhi dengan semangat yang tinggi. Wina merasa bahagia karena memiliki teman-teman yang begitu positif dan mendukung di sekitarnya. Mereka adalah teman-teman yang selalu ada dalam setiap langkahnya, termasuk dalam perjalanan spiritualnya.

__ADS_1


Setelah selesai membaca semua pesan, Wina merasa bersemangat dan penuh energi. Dia merasa didukung oleh lingkungan sosialnya yang positif, dan itu memberinya kekuatan tambahan untuk menghadapi masa depan yang belum terungkap. Bagi Wina, teman-teman adalah satu lagi aset berharga dalam hidupnya, dan dia bersyukur atas persahabatan mereka yang tak ternilai.


__ADS_2