
Wina dan Lisa terus berusaha mendekati Ali dan membantu mewujudkan impiannya. Mereka mencari sekolah kecil yang menawarkan kursus reparasi sepeda motor dan tempat kursus fotografi untuk Dodi. Semua rencana ini tampaknya berjalan baik, tetapi mereka menghadapi hambatan ketika mencoba meyakinkan Ali untuk segera mulai belajar.
Ali masih merasa ragu dan takut. Dia merasa terlalu lemah dan sakit untuk mulai belajar sesuatu yang baru. Setiap kali Wina dan Lisa mencoba membicarakan rencana mereka, Ali menunjukkan ketidakpastian dan kekhawatirannya.
Sementara itu, Lisa merasa semakin frustrasi dengan sikap Ali. Dia merasa bahwa Ali harus lebih bersemangat untuk memulai belajar dan mewujudkan impian tersebut. Terkadang, mereka terlibat dalam percakapan yang penuh ketegangan, di mana Lisa mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Ali.
Pada suatu hari, konflik mencapai puncaknya. Wina, Lisa, dan Ali sedang duduk di ruang tamu rumah sakit, dan suasana sangat tegang. Lisa tidak lagi bisa menahan perasaannya dan berkata dengan nada tajam kepada Ali, "Ali, kamu harus mengambil tindakan sekarang! Impianmu tidak akan terwujud jika kamu terus meragukannya!"
Ali merasa terluka dan marah oleh kata-kata Lisa. Dia merasa bahwa dia sudah cukup menderita dengan penyakitnya dan tidak perlu ditambah dengan tekanan ini. Dia berdiri dari kursinya dengan wajah yang merah dan mengatakan, "Kalian berdua tidak mengerti betapa sulitnya situasiku. Aku mencoba yang terbaik, tapi ini tidak mudah bagiku!"
Wina mencoba melerai konflik ini, tetapi suasana tetap tegang. Ali akhirnya meninggalkan ruangan dengan marah, meninggalkan Wina dan Lisa dengan perasaan yang campur aduk.
Pada malam harinya, Wina dan Lisa merenungkan apa yang telah terjadi. Mereka merasa bersalah atas konflik yang terjadi, dan mereka menyadari bahwa mereka harus mendekati situasi ini dengan lebih sensitif. Mereka tahu bahwa mereka ingin membantu Ali mencapai impian tersebut, tetapi mereka juga harus memahami bahwa kondisinya tidak mudah.
Keesokan harinya, mereka mengunjungi Ali di rumah sakit lagi. Kali ini, mereka mendekatinya dengan penuh empati dan meminta maaf atas kata-kata kasar yang telah diucapkan oleh Lisa. Mereka mencoba memahami ketakutan dan kekhawatiran Ali dan berjanji untuk mendukungnya dengan lebih sabar.
Ali akhirnya mengakui bahwa dia merasa takut gagal dan bahwa dia membutuhkan dukungan mereka. Dia setuju untuk mencoba kursus reparasi sepeda motor dan fotografi sesuai dengan rencana awal. Meskipun masih ada ketidakpastian, setidaknya mereka telah melewati konflik dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan perjalanan menuju impian mereka.
__ADS_1
Wina, Lisa, dan Ali mulai menjalani rencana mereka untuk membantu Ali mengubah hidupnya. Ali mulai mengikuti kursus reparasi sepeda motor dan fotografi dengan antusiasme yang baru. Meskipun dia merasa lelah karena penyakitnya, dia bersikeras untuk terus berusaha.
Namun, seiring berjalannya waktu, Ali semakin terlihat lemah dan kekurangan energi. Kondisinya semakin memburuk, dan dia sering kali harus beristirahat selama beberapa hari untuk pulih. Lisa dan Wina sangat khawatir tentang kesehatan Ali, tetapi mereka juga tahu bahwa Ali sangat ingin mengubah hidupnya.
Suatu hari, setelah Ali pulih dari serangan yang lebih parah dari biasanya, Wina dan Lisa duduk bersamanya di ruang tamu. Mereka melihat Ali yang tampak pucat dan lemah. Lisa dengan khawatir bertanya, "Ali, apa kamu yakin ini semua yang kamu ingin lakukan? Apakah kamu yakin kamu ingin melanjutkan kursus ini dengan kondisi kesehatanmu yang seperti ini?"
Ali terdiam sejenak sebelum menjawab, "Saya ingin merubah hidup saya. Saya ingin memiliki keterampilan baru dan bekerja. Tapi saya juga tahu bahwa kondisi kesehatan saya semakin buruk. Terkadang, rasanya sangat sulit untuk terus belajar dan berusaha."
Wina menambahkan, "Kami sangat mendukungmu, Ali, tetapi kami juga peduli tentang kesehatanmu. Mungkin kamu harus mempertimbangkan untuk berhenti kursus sementara waktu dan fokus pada pemulihanmu."
Mereka semua duduk bersama dalam keheningan selama beberapa saat, mencoba mencari solusi terbaik. Lisa akhirnya mengusulkan, "Bagaimana jika kita mencari pendekatan yang lebih fleksibel? Ali, kamu bisa melanjutkan kursus secara bertahap, tanpa tekanan. Jika kamu merasa lemah, kamu bisa beristirahat dan kembali ketika kamu siap. Kami akan mendukungmu sepanjang perjalanan."
Ali tersenyum dan merasa terharu oleh dukungan Lisa dan Wina. Dia tahu bahwa mereka peduli dan ingin membantunya mencapai impian tersebut tanpa harus mengorbankan kesehatannya. Akhirnya, mereka mencapai kesepakatan untuk melanjutkan kursus secara perlahan dan fleksibel.
Meskipun ada ketidakpastian di depan, Ali, Wina, dan Lisa tahu bahwa mereka telah menghadapi konflik ini bersama-sama dan tetap kuat. Mereka akan terus berjuang untuk meraih impian Ali, meskipun dengan langkah-langkah yang lebih hati-hati dan penuh perhatian terhadap kesehatannya.
Ali terus melanjutkan kursusnya, meskipun dengan perjuangan yang besar. Dia belajar tentang perbaikan sepeda motor dengan tekun, meskipun kadang-kadang tubuhnya memberontak dan memberinya rasa sakit yang tak tertahankan. Wina dan Lisa tetap mendukungnya, selalu ada di sampingnya untuk memberikan semangat.
__ADS_1
Suatu hari, setelah menyelesaikan pelajaran tentang perbaikan sepeda motor, Ali pulang dengan perasaan sangat lelah. Tubuhnya gemetar, dan dia merasa nyaris tak bisa lagi berdiri. Dia duduk di kursi di ruang tamu sambil mengelus kepala dan mencoba mengatasi rasa sakitnya.
Wina duduk di sampingnya, merasa sangat khawatir. "Ali, apa yang terjadi? Kamu tampak sangat lelah. Mungkin kamu perlu istirahat sejenak."
Ali menatap Wina dengan mata lelah. "Saya tahu bahwa saya harus terus berjuang, tetapi kadang-kadang tubuh saya memberontak. Rasanya seperti saya mencoba untuk mengendalikan sesuatu yang tak terkendali."
Lisa bergabung dalam percakapan, "Ali, kami paham bahwa ini adalah perjuangan yang besar bagimu. Kami bangga dengan tekadmu, tetapi kita juga harus memikirkan kesehatanmu. Mungkin kamu perlu istirahat sebentar dan berkonsultasi dengan dokter tentang bagaimana cara terbaik untuk mengatasi rasa sakit ini."
Ali merenung sejenak sebelum akhirnya setuju dengan saran Lisa. Dia tahu bahwa dia tidak boleh mengabaikan kesehatannya dan harus mencari solusi yang tepat.
Beberapa hari kemudian, Ali mengunjungi dokter yang mengkonsultasikan masalah kesehatannya. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter memberitahu Ali bahwa dia memerlukan operasi untuk mengatasi masalah dalam tubuhnya. Ali sangat khawatir tentang operasi ini dan apa dampaknya pada kursusnya.
Dia kembali berbicara dengan Wina dan Lisa tentang situasinya. "Saya harus menjalani operasi," katanya dengan suara bergetar. "Dan dokter bilang saya akan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama setelahnya. Ini berarti saya harus berhenti dari kursus untuk sementara waktu."
Wina dan Lisa merasa sedih mendengar berita ini, tetapi mereka tahu bahwa kesehatan Ali harus menjadi prioritas utama. Mereka mendukung keputusan Ali untuk menjalani operasi dan pemulihan. "Kami akan selalu ada untukmu, Ali," kata Wina dengan lembut. "Kami tahu ini adalah perjuangan, tetapi kesehatanmu adalah yang terpenting."
Ali merasa lega karena mendapatkan dukungan dari dua sahabatnya. Dia tahu bahwa perjalanan ini mungkin memerlukan lebih banyak waktu dan usaha, tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak sendirian dalam menghadapinya. Meskipun ada konflik dan rintangan di depan, tekad dan persahabatan mereka akan membantu mereka melewati semuanya.
__ADS_1