
Dalam dunia bisnis, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Khilafah ingin mengembalikan nilai tukar perdagangan ke media emas. Emas dikenal sebagai media dagang yang paling adil dari zaman dahulu. Menurut Khilafah, segala riba dan kecurangan bisa dihindari dengan media emas sebagai alat tukar.
Setelah kehancuran Khilafah Islamiyah Turki Utsmani tahun 1924, yahudi mengubah uang dinar emas dan dirham perak menjadi kertas-kertas bergambar (uang hampa/fiat money) yang berbeda sebutan untuk masing-masing negeri dan mengatur nilai takaran sesuai hawa nafsunya.
Dalam protokolat zionis yang disusun di kediaman sir meyer amschell Rothschild di tahun 1773 dan disahkan penggunaannya sebagai agenda bersama zionis yahudi dalam konferensi zionis internasional di swiss tahun 1897, disebutkan bahwa penguasaan dan penggunaan uang sebagai senjata penguasaan manusia. (eramuslim digest, The Satanic Finance, edisi 8)
Di novel ini, Author tidak akan menjelaskan mengenai konflik kaum penggerak. Namun sebagai seorang pendakwah, tokoh Suleyman memang berusaha untuk mengembalikan tatanan dunia ke tempat yang menurutnya semestinya.
Namun resiko dari pergerakan beliau bukannya tanpa korban, konflik uang vs emas ini bahkan sudah menggulingkan kedaulatan suatu negara di dunia . Kini pihak-pihak yang tidak suka terhadap kaum khilafah berusaha menyingkirkan pihak yang mengancam bisnis 'politik uang'. Kita sebut di novel ini adalah Kaum Kapitalis, dan David adalah salah satu anggota kehormatannya.
Kakak beradik kandung yang berbeda pemikiran, namun saling melindungi.
__ADS_1
Suleyman beruntung, ia memiliki David yang bisa melindungi kedua istrinya. Dan gara-gara Suleyman, aktivitas David kini sedang disorot. Karena itu, kalau sampai Alwa dan Hanifah lepas dari pengawasannya, ia akan merasa gagal memenuhi janjinya ke Suleyman.
Bukannya David tidak percaya Raka atau Galuh. David hanya tidak ingin banyak orang tidak berdosa menjadi korban.
Sudah cukuplah kehilangan Suleyman seorang.
Sudah cukuplah hanya dia yang terseret konflik dari Suleyman.
Sekali lagi dan tak bosan-bosannya, Saya sebagai author novel The Bitter Sweet ini ingin mengingatkan kalau seorang pengusaha besar dan konglomerat memiliki tekanan hidup yang sangat besar sebagai ganti harta mereka yang melimpah.
Orang lain melihat mereka tinggal di rumah mewah, dengan pelayan yang banyak, naik jet pribadi kesana kemari, barang-barang mahal di sekitar mereka, apakah mereka merasakan nikmatnya?
__ADS_1
Wajar jika dengan tekanan hidup sebegitu banyak mereka ingin barang berkualitas sebagai apresiasi atas apa yang mereka korbankan. Yang dikorbankan disini adalah kehormatan dan seringkali nyawa orang-orang yang mereka sayangi.
Jika dari mereka liburan ke luar negeri, mungkinkah hanya sekedar liburan? Apakah liburan hanya kedok untuk social media? Dengan kondisi nyawa terancam, apakah mereka berani menggunakan pesawat komersial? Pelayan yang banyak mungkin saja setengah dari mereka adalah untuk mengawasi keadaan sekitar dari ancaman pesaing. Mobil-mobil mewah yang mereka kendarai mungkin saja memiliki vitur untuk mempertahankan diri, mana bisa mereka memakai mobil rakyat yang terbuat dari 'kaleng' untuk sehari-hari?
Dari sini Author ingin memberitahukan, bersyukurlah dengan keadaan kalian saat ini. Karena Tuhan selalu tahu apa yang manusia butuhkan.
Author tidak akan membahas pengenai pengusutan tragedi pembunuhan Suleyman, beliau hanya berperan sebagai cameo penyebab Hanifah dan Alwa diperistri David.
Karena, novel ini adalah novel romantis. Sifatnya fiksi, bukan dokumenter.
Poligami yang sesungguhnya tidak berdasarkan nafsu dan kebutuhan batin. Namun demi melindungi dan mengangkat derajat kaum wanita, bukan malah menjatuhkan.
__ADS_1
Dalam hal ini David melakukan poligami seperti seharusnya, demi maksud tertentu. Hanya, karena keterpaksaannya menjadikannya keluar jalur. David pun juga manusia, dipenuhi emosi dan kelabilan dengan segala permasalahan hidupnya. Setelah ini kemungkinan Hanifah akan mengerti betapa Suleyman mencintainya dan sampai meninggal pun beliau tidak meninggalkan istri-istrinya, lewat David sebagai pemegang amanah.
Sekali lagi, selayaknya pernikahan didasari atas nama Cinta. Dan orang lain tidak ada hubungannya.