The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 12


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


...


charissa berjalan menuju perpustakaan. tempat dimana  xzuan, putra mahkota berada. ia berjalan sambil menghentakan kakinya dengan kesal. ia menggenggam sebuah kertas yang ia gulung.


sesampainya disana, ia langsung mendorong pintu dengan keras. matanya melototi xzuan ketika ia melihatnya. charissa menggenggam kertas itu dengan keras. nafasnya berjalan dengan tidak teratur.


charissa melangkahkan kakinya mendekati xzuan yang sedang duduk dengan santai. ia meletakan kertas yang ia bawa di hadapannya dengan keras.


BRUK


"inikah yang kau mau?!!" tanya charissa dengan kesal. xzuan menatap charissa dengan datar. ia mengambil kertas tersebut kemudian membuka gulungannya.


xzuan menghela nafasnya dengan kasar kemudian mengembalikan kertas itu setelah melihat isi dari kertas itu. charissa yang melihat itu langsung menatapnya dengan bingungan.


"buat ulang. aku tidak menerima kertas yang tidak rapih" ucap xzuan dengan santai. charissa langsung membulatkan matanya. ia berusaha untuk menahan amarahnya.


"aaaaaaaaaaaarghhh... sialan kau!!" teriak charissa.


"hukumanmu bertambah tiga kali lipat" balas xzuan dengan santai. charissa yang mendengar itu langsung menatap xzuan dengan tatapan benci.


"sialan! kenapa harus kau yang mengajariku" bisik charissa namun masih bisa terdengar oleh xzuan.


"baiklah. kuberi kau waktu tiga pekan untuk belajar membaca dan menulis tanpa diajari oleh ku. tapi, jika kau masih tidak bisa membaca dan menulis maka hukumanmu bertambah menjadi 10 kali lipat" ucap xzuan dengan datar.


"baiklah! siapa takut" jawab charissa sambil melipat tangannya di depan perut.


"tapi jika aku berhasil, maka aku bisa menampar mu seribu kali" tambahnya. charissa menatap xzuan dengan tajam kemudian berjalan meninggalkannya.


sebelum ia menghilang dari tempat itu, charissa sempat berbalik dan menatap xzuan sambil tersenyum miring. ia menangkat jari tengahnya kemudian menunjukannya kepada xzuan. "ini hadiah untukmu!' teriak charissa kemudian menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


xzuan yang melihat itu langsung kebingungan. ia melihat jari tangannya sambil mengerutkan alisnya."apa maksudnya?" bisik xzuan.


...


2 minggu kemudian....


"aaaaaaaaaarghhhhhhh....." teriak charissa frustasi. ia mengacak acak rambutnya sendiri. ia menatap tumpukan buku panduan yang ada di hadapannya.


"kenapa sulit sekali memahami huruf huruf ini" tambah charissa. mona yang melihat itu hanya bisa terdiam.


"mona!! kenapa kau hanya berdiam disana hah?!!" bentak charissa.


"maafkan saya charissa. aku harus apa. aku tidak bisa membaca dan menulis" jawab mona sambil menundukan kepalanya.


"apa kau tidak belajar? kau hidup didunia ini selama delapan belas tahun" kata charissa.


"aku juga ingin seperti itu. tapi, aku hanya seorang pelayan." jawab mona. charissa yang mendengar itu langsung merasa bersalah. ia merasa kasihan dengan mona. "huftt... seandainya aku punya kekuasaan yang paling tinggi. atau setidaknya aku punya kekuatan. pasti aku akan membebaskanmu dari sini" batinnya.


...


"sialan. kenapa aku bisa mnegatakan itu padanya" dumel charissa.


ia mengambil sebuah batu kecil kemudian melemparnya. niatnya, ia ingin melemparkan itu ke air. tapi apalah daya, batu itu justru terlempar kebelakang. ia juga heran mengapa batu itu bisa terlempar kebelakang.


"aww" charissa yang mendengar itu langsung membalikan tubuhnya dan melihat sean sedang berdiri di belakangnya. charissa langsung menganga saat melihat itu.


"maaf. maafkan aku. apakah sakit?' tanya charissa yang langsung mendekati sean. kini jarak mereka sangata berdekat dekatan.


sean yang semulanya sedang mengelus elus wajahnya yang terkena batu itu, langsung menatap charissa dengan dalam. sean menatap kedua mata charissa.


"siapa kau. apa kau charissa yang sesungguhnya. apakah jiwamu postif ataukah negatif. haruskah aku membunuhmu sekarang? bagaimana caranya untuk membunuh jiwa negatifmu?" batin sean.

__ADS_1


"hey! kenapa kau diam saja" kata charissa. sean yang mendengar itu langsung tersadar dari lamunanya.


"apa?" tanya sean.


"apakah wajahmu sakit?" tanya charissa. sean langsung menggelengkan kepalanya. charissa yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya.


"baguslah" kata charissa.


charissa dan sean sama sama terdiam. charissa menatap wajah sean dengan tajam. "kenapa kau menutupi wajahmu dengan topeng?' ceplos charissa.


sean yang mendengar itu hanya terdiam. charissa yang menyadari perkataannya langsung merasa bersalah. "maaf" bisik charissa sambil membuang mukanya.


sean mengangkat dagu charissa menggunakan jari telunjuknya. sean menatap kedua bola mata charissa kemudian membuka topengnya dengan perlahan.


charissa langsung membulatkan matanya saat melihat sean membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya. ia terkejut saat melihat luka di bagian kantung mata hingga pipi nya. ia melihat goresan yang sangat jelas.


seketika kepalanya terasa sangat pusing. charissa memejamkan matanya saat kepalanya terasa sangat sakit. tiba tiba saja, ia melihat bayangan dari dalam pikirannya.


ia melihat seorang pria dengan pakaian serba hitam. ia juga melihat sebuah pedang panjang dengan ukiran di bagian badan pedang itu. pedang itu menancap di tubuhnya dengan darah yang mengalir dengan deras.


street


"kenapa... kenapa kau membunuhku?"


charissa langsung membuka matanya saat mendengar suara samar itu. "apa maksudnya? siapa dia?' batin charissa. ia menyentuh dadanya, bagian dimana pedang itu tertancap di tubuhnya.


charissa mendongak dan menatap sean yang kini sudah kembali memakai topengnya. "siapa kau?" ucap charissa.


sean yang mendengar itu langsung kebingungan. sedangkan, charissa terus saja menatap wajah sean dengan tajam. charissa membuang mukanya dengan tubuhnya yang bergetar.


"aku harus pergi dari sini" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2