The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 20


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


...


charissa sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. ia melihat sekelilingnya yang kini sangat berbeda dengan yang tadi. charissa kembali menatap sean matanya yang membulat.


"bagaimana bisa" bisik charissa. sedangkan sean, ia hanya diam dan memilih untuk menyembuhkan kaki charissa.


"siapa kau?" tanya charissa sambil memperhatikan sean. ia tambah terkejut saat kakinya kini tidak terasa sakit lagi. sean mendongak dan menatap charissa.


"apa aku harus menghilangkan ingatannya lagi?' batin sean. ia menggelengkan kepalanya dengan pelan sambil berdiri.


"lebih baik jika dia mengenalku." tambahnya. saat sean ingin berjalan meninggalkan charissa, tiba tiba, charissa berdiri dan menahan lengan sean.


"urusanmu belum selesai denganku" ucap charissa sambil menatap sean. sean melirik tangan charissa yang kini sedang menyentuh lengannya. ia mendongak secara perlahan dan menatap charissa.


"lupakan semua ini" bisik sean. charissa berdecak sambil menatap sean dengan tidak suka.


"kau pikir, aku akan melupakan semua ini dengan mudah?" tanya charissa. ia melepaskan lengan sean saat melihatnya hanya terdiam di tempat.


"apa.. kau berasal dari masa depan juga?" bisik charissa sambil menyipitkan matanya.


"apa?" tanya sean dengan bingung.


"ahh... apa kau pura pura bodoh?" tanya charissa balik. ia melipat kedua tangannya di depan perutnya.

__ADS_1


"bagiamana caramu melakukan itu?" bisik charissa.


"tidak. apa maksudmu? masa depan?" ucap sean sambil mengerutkan alisnya. charissa yang mendengar itu langsung menghela nafasnya dengan kasar.


"kau tau, reaksimu itu berlebihan. aku tau kau juga sama sepertiku" jawab charissa.


"kenalkan, aku charissa dari jurusan teknik nuklir. kau sendiri?" tambah charissa sambil tersenyum. sean yang mendengar itu langsung kebingungan. "teknik nuklir?" batin sean.


"aa... aku sean." jawab sean dengan terbata bata. charissa pun menganggukan kepalanya saat mendengar itu.


"oh ya, kenapa kau bisa berada disana? apa kau juga sedang mencari bunga merah?" tanya charissa.


"bunga merah?" batin sean kebingungan.


"hmmm.. baguslah." gumam charissa sambil tersenyum. mereka berdua sempat terdiam beberapa saat. sampai akhirnya, charissa mengingat sesuatu.


"aku harus segara kembali. bagaimana jika besok kita bertemu kembali? apa kau tau danau yang berada di dekat istana?" tanya charissa.


"ya. aku tau" jawab sean dengan datar.


"nice! kalau begitu sampai bertemu besok. kau harus mengajarkanku cara melakukan teleportasi" ucap charissa sambil tersenyum. sean sempat terdiam kemudian mengangguk.


"baiklah. selamat tinggal" sean menghela nafasnya saat charissa sudah berjalan meinggalkannya sendirian disana. ia menatap punggung charissa yang mulai menjauh.


"siapa kau? dari mana sebenarnya kau berasal? kenapa bahasamu banyak yang tidak kumengerti?" bisik sean.

__ADS_1


sedangkan charissa, ia tersenyum miring kemudian mengangkat barang yang baru saja ia curi dari kerajaan lain. "ahh... pintarnya kau charissa" bisiknya dengan bersemangat.


...


BUMMM


"ayah, kau melihatnya bukan?" tanya charissa saat melihat bom hasil rakitannya berjalan dengan mulus.


"ya. bagaimana bisa kau menciptakan alat sebagus ini" ucap raja sambil tersenyum senang.


"ahh... ini baru di awal. aku akan membuat yang lebih besar lagi nantinya. ayah tidak perlu menyiapkan beribu ribu pasukan untuk menyerang kerajaan lain. ayah hanya perlu melemparkan bom ini dan..."


"bummm.... semuanya rata dengan tanah" ucap charissa


"benarkah? ahh... aku harus memberimu hadiah besar atas hal ini' balas sang raja. charissa yang mendengar itu tersenyum.


"tapi ayah, aku tidak bisa membuat bom ini sendiri. aku membutuhkan orang yang ahli hitung untuk membantuku membuat ini semua ayah" ucap charissa sambil menundukan kepalanya.


"berapa banyak yang kau butuhkan anakku? aku akan memberikan semua ahli hitung kerajaan kepadamu" jawab raja. "cih, ini pertama kalinya kau memanggilku sebagai anakmu" batin charissa.


"benarkah? terimakasih ayah" ucap charissa sambil tersenyum senang.


"kau pikir, aku melakukan semua ini demimu? tidak pak tua bodoh. setelah berbagai penderitaan yang diterima oleh tubuh ini, jangan harap kau akan hidup dengan damai" batinnya.


"setelah menjalankan semuanya sesuai rencanaku, aku akan melengserkanmu dari kedudukanmu itu pak tua. aku akan membuat posisiku paling tinggi disini" tamabhnya sambil tersenyum miring.

__ADS_1


__ADS_2