The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 25


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


...


sama seperti biasanya, charissa akan pergi ke danau. namun kali ini berbeda. jika biasanya ia akan menghabiskan waktu untuk menenangkan pikirannya disana, kini ia hanya ingin mengambil kainnya yang tertinggal.


entah sebuah takdir atau pun bukan, charissa dipertemukan dengan sean ditempat itu. posisi sean, sedang membelakanginya.


angin bertiup dengan kencang dari berlawanan arah. charissa mematung saat melihat rambut sean yang berantakan karena tertiup angin.seketika jantungnya berdetak dengan cepat saat sean membalikan badannya dengan perlahan.


wajahnya merona secara tiba tiba. sean berjalan mendekati charissa sambil tersenyum tipis. charissa menatap kedua mata sean dengan dalam.


"apa.. yang kau lakukan disini?" tanya charissa.


"hanya mencari angin. kau sendiri?" jawab sean. charissa yang mendengar itu langsung menatap tepi danau.


"eh, kenapa tidak ada?" bisik charissa kebingungan saat tidak melihat kainnya. sean yang mendengar itu langsung tersenyum miring.


"kau mencari ini?"  tanya sean sambil mengangkat kain putih milik charissa.


"ah.. ini milikku" ucap charissa. ia mengambil kain itu dengan perlahan lalu melirik sean.


"terimakasih" ucap charissa. sean yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya.


"maukah kau ikut bersamaku?" tanya sean. charissa mengerutkan alisnya. "kemana?" tanya charissa.


"aku, ingin membawamu kesuatu tempat" jawab sean.


charissa tersenyum kemudian mengangguk. sean yang melihat itu langsung menggandeng tangan charissa. "tutup matamu, charissa" bisik sean.


"baiklah" jawab charissa sambil menutup matanya dengan perlahan. sean tersenyum tipis kemudian, melakukan teleportasi ke sebuah tempat.


ia membawa charissa menuju sebuah taman, yang hanya pernah dikunjungi oleh dirinya dan juga charissa. tidak ada orang selain itu, yang pernah menginjakan kakinya di taman tersebut. "buka matamu sekarang" ucap sean.


dengan perlahan, charissa membuka matanya. betapa terkejutnya ia saat melihat tempat tersebut. charissa melirik sean dengan tidak percaya. "woah... tempat ini sungguh ada" gumam charissa.


"aku pernah bermimpi ke tempat ini" ucap charissa sambil tersenyum. "tidak. itu bukan mimpi." batin sean.


charissa berjalan menuju sebuah bunga yang menarik perhatiannya. sean sempat panik saat charissa ingin menyentuh bunga itu. "jangan disentuh!" teriak sean.

__ADS_1


namun, semuanya sudah terlambat. charissa sudah lebih dulu menyentuh bunga itu. senym charissa langsung menghilang saat melihat bunga itu yang langsung layu. "ya. dalam mimpiku juga seperti ini" batin charissa.


raut wajah charissa langsung berubah. ia menjadi sedih saat melihat bunga secantik itu, layu karena disentuh olehnya. sean menghela nafasnya dengan kasar kemudian mendekati charissa.


sean melirik bunga yang sudah layu itu. karena melihat raut wajah charissa, membuat hati sean tersentuh. ia pun meniup bunga itu. betapa terkejutnya, saat bunga itu kembali mekar. charissa melongo dan menatap sean sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"ba.. bagaimana bisa" ucap charissa.


"rahasia" jawab sean sambil tersenyum jail. charissa yang mendengar itu langsung memberikan dua ibu jarinya.


mereka sempat terdiam beberapa saat. sampai akhirnya, sean kembali membuka mulutnya.


"mari kita lakukan love" ucap sean secara tiba tiba. charissa yang mendnegar itu langsung melotot.


"ada apa dengan matamu" tambah sean. charissa menggelengkan kepalanya sambil membuang mukanya.


"tidak. aku tidak mau melakukannya denganmu" jawab charissa.


"kenapa?" tanya sean penasaran.


"kau, bukan tipeku" jawab charissa kembali. sean yang mendengar itu langsung mengerutkan alisnya.


"lalu, seperti apa tipemu?" charissa yang mendengar itu langsung tersenyum. "mungkin.. seperti zayn malik" bisik charissa.


"siapa dia?!" bentak sean. charissa yang melihat raut wajah sean langsung tertawa.


dengan kekuatan yang ia miliki, sean memperlambat waktu agar semuanya terasa lambat. sean menyentuh dadanya saat jantungnya berdetak dengan cepat. ia hanya bisa mematung di tempat saat melihat senyuman charissa yang begitu mempesona.


jantungnya yang semula hanya berdetak dengan cepat, kini berubah. jantungnya terasa sangat sakit. rasanya seperti tertusuk oleh pisau. karena, kekuatannya itu hanya bertahan selama 15 detik, semuanya pun kembali seperti semula.


charissa yang melihat sean, langsung kebingungan. "kau tidak apa apa?" tanya charissa panik.


"ti.. tidak. kau tunggu disini" ucap sean sambil berjalan menjauhi charissa.


"aku hanya sebentar" tambah sean. charissa yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.


...


sudah lebih dari 30 menit, charissa menunggu. ia yang semulanya sedang melihat pemandangan pun merasa bosan. ia menatap sekelilingnya untuk mencari keberadaan sean.


"dimana pria itu?" batin charissa. ia melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaannya.


setelah memakan waktu kurang lebih 15 menit, ia pun menemukan keberadaan sean. tapi, ia sangat terkejut dengan apa yang sedang dilakukan olehnya. charissa bersembunyi di balik pohon.


charissa melihat tubuh sean yang dikelilingi oleh petir. ia mengaga saat melihat seseorang yang tiba tiba saja muncul dihadapan sean. charissa tidak dapat mendengar apa yang sedang dibicarakan olehnya karena, jaraknya berjauhan dengan sean.


entah apa yang terjadi, seketika langit menjadi mendung. charissa mendongak dan menatap langit yang mulai gelap secara tiba tiba. charissa kembali menatap sean.

__ADS_1


ia langsung menutup telinganya saat sean berteriak diikuti oleh suara petir yang menyambar. charissa benar benar tidak tahan dengan suara teriakan itu. sean seperti sedang kesakitan.


charissa menggengkan kepalanya saat melihat sebuah jubah berwarna hitam yang terbang dan menghampiri sean. jubah itu langsung terpasang di tubuh sean. "jubah.. jubah itu sama persis seperti apa yang kulihat" bisik charissa.


ia kembali mengingat sosok jubah hitam yang menghantui pikirannya. dan saat itulah, ia melihat tubuhnya sendiri yang tertancap oleh pedang. "dia. dia orang yang akan membunuhku" tambah charissa.


"aku sudah menduga dia bukan orang biasa. aku.. harus pergi dari tempat ini secepatnya" batin charissa.


saat charissa hendak pergi dari sana, ia tidak sengaja menimbulkan suara yang membuat sean menyadari kehadirannya. mata charissa sempat bertabrakan dengan mata sean.


seketika, jantung charissa berdetak dengan cepat. ia pun panik, sehingga charissa langsung berlari begitu saja. sedangkan sean, ia langsung mengejar charissa begitu menyadari kehadiraannya.


sampai akhirnya, charissa hanya mendapati jalan buntung. didepannya hanya ada tebing tinggi yang dimana, jika charissa terjatuh maka nyawanya akan melayang. ia pun semakin panik. ditambah lagi, nafasnya berjalan dengan tidak teratur. ia kesulitan bernafas.


charissa langsung membalikan badannya saat menyadari sean berada dibelakangnnya. "kemarilah, charissa" ucap sean.


charissa menggelengkan kepalanya. bukannya mendekat, charissa justru semakin menjauh. ia melirik ujung tebing yang kini jaraknya sangat berdekatan dengan dirinya. "siapa kau sebenarnya?" tanya charissa yang kini matanya sudah berkaca kaca.


"mendekatlah charissa" ucap sean sambil mendekati charissa. sedangkan, charissa yang melihat itu langsung mendekatkan dirinya pada maut.


"jangan mendekat atau aku akan lompat" ancam charissa dengan tubuhnya yang bergetar.


"jangan bermain main denganku, charissa" bentak sean. charissa menatap sean yang kini berpakaian serba hitam. ia menelan ludahnya dengan kasar.


"siapa kau" kata charissa.


"charissa!" teriak sean dengan amarahnya. charissa meneteskan airmatanya kemudian melirik ujung tebing itu kembali. ia merinding saat melihat betapa tingginya tebing itu.


ia kembali melirik sean. "aku harus membuat keputusan. jika ia akan menolongku, maka dia bukanlah seorang manusia biasa. jika ia tidak menolongku, maka sudah waktunya aku mengakhiri semua ini' batin charissa.


charissa menghela nafasnya dengan kasar. ia langsung melemaskan tubuhnya. seketika, tubuh charissa terjatuh. sean yang melihat itu langsung membulatkan matanya.


sean berlari mendekati ujung tebing dan melihat tubuh charissa. tanpa basa basi lagi, sean langsung menjatuhkan dirinya untuk menolong charissa. ia juga memperlambat waktu.


ia menangkap tubuh charissa dengan cepat sebelum mereka berdua mengenai tanah. mata sean dan charissa saling bertatap tatapan. sean manatap charissa dengan tajam kemudian membawanya kembali ke atas.


ke tempat semula, dimana charissa menjatuhkan dirinya disana.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2