The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 2


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


 


Charissa membuka matanya saat merasakan sesuatu yang panas dari dalam tubuhnya. Ia terbangun dan mendudukan dirinya sambil menyentuh kepalanya yang terasa pusing.


“ah.. syukurlah ternyata semua itu mimpi” gumam charissa saat kesadarannya belum terkumpul.


Charissa menggaruk lehernya kemudian mengedarkan pandangannya kesekitar. Ia mengerutkan alisnya saat melihat kamarnya berubah menjadi bangunan kuno.


Charissa masih berusaha untuk berpikir positif. “cih, apa ini tempat syuting? Huftt... bagaimana bisa aku tertidur di tempat kuno seperti ini” ucapnya.


Charissa berdiri dari kasurnya lalu mengamati ruangan tersebut. “kenapa tempat ini kecil sekali” tambahnya.


Charissa berjalan menuju keluar ruangan tersebut lalu menghirup udara segar dengan panjang. Ia merenggangkan tubuhnya sambil tersenyum.


“ahhh... segar sekali” gumamnya.


“putri! Kau sudah sadar?!” ucap seorang yang menggunakan pakaian pelayan kerajaan.


“apaan ini? Aku bukan artis disini” bantah charissa sambil menjauhinya.


“tunggu putri! Kau mau kemana? Tunggu aku!” ucapnya sambil mengejar charissa.


Charissa meliriknya dengan tidak suka saat pelayan itu terus saja mengikutinya. Ia menghembuskan nafasnya lalu menghentikan langkahnya dan menatap pelayan itu dengan tajam.


“siapa kau?” tanya charissa.


“putri, kau tidak kenal aku?” tanyanya balik.


“ck, jangan panggil aku putri! Namaku charissa! Hentikan drama yang sedang kau perankan sekarang juga!” ucap charissa dengan kasar.


“putri.. kau..” jawab pelayan tersebut sambil menunduk. Ia benar benar tidak meyangka dengan perubahan charissa. Ia terkejut saat mendengar charissa membentaknya untuk pertama kalinya.

__ADS_1


“maafkan hamba putri...”ucapnya.


“panggil aku charissa bodoh!!” kata charissa.


“ba.. baik cha.. charissa”


“ah, membosankan” ketus charissa sambil berjalan diikuti oleh pelayan dibelakangnya.


“siapa namamu?” tanya charissa.


“mona..” jawabnya dengan ragu.


Charissa yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya. Ia berjalan jalan disekitar istana. Namun, ia terus saja mengerutkan alisnya saat melihat pakaian dan juga tingkah laku dari orang orang yang berada disana.


“apa jangan jangan...”


“hei mona, drama apa yang sedang kau mainkan?” tanya charissa.


“maksud put,... charissa?” tanya mona balik. Charissa yang melihat raut kebingungan dari wajah mona pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“kau sudah lupa? Apa kau hilang ingatan?” tanya mona. Charissa yang mendengar itu hanya diam.


“tempat ini adalah tempat tinggalmu, ini adalah istanamu” tambah mona.


“apa?!!” teriak charissa tidak percaya.


“tahun berapa ini? Siapa aku? Siapa rajanya?” tanya charissa dengan bertubi tubi.


“tahun 267, kau adalah putri kandung dari raja supolmono” jawab mona dengan terbata bata.


Charissa menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya. Ia menunduk dan melihat pakaian yang sedang ia kenakan.


“dimana pakaian lamaku? Dimana?” tanya charissa dengan panik.

__ADS_1


“apa maksudmu.. charissa?” tanya mona.


“aaaaaaa” teriak charissa dengan tidak percaya.


Ia menepuk nepuk pipinya dengan kasar Dengan Berharap, kalau ia akan terbangun dari mimpinya. Namun ia sedikit terkejut saat menyentuh kulitnya yang sangat halus dan lembut.


“bagaimana ini? Ini bukan mimpi” gumam charissa.


“putri.. maksudku charissa...” panggil mona.


“apa?”


“putri xiom yun menghampiri kita” jawab mona dengan panik. Charissa yang mendengar itu langsung menatap lurus kedepan. Dan benar saja, ia melihat seseorang yang berjalan menghampirinya diikuti juga dengan para pelayan


yang berbaris dibelakangnya.


Mona langsung membungkukan setengah badannya saat putri xiom yun berada di dekatnya. Berbeda dengan charissa yang justru mengangkat dagunya dan menatap putri xiom yun dengan tajam.


“dimana sopan santunmu putri charissa?” tanyanya.


“bagaimana dia tau namaku? Apakah pemilik tubuh ini memiliki nama yang sama denganku?” batin charissa.


Charissa menatap putri xiom yun sambil mengangkat alisnya. “siapa dia? Tapi sepertinya dia sangat menyebalkan. Riasannya juga berlebihan dan juga, sepertinya ia gila hormat” tambah charissa.


Charissa tersenyum miring. “kenapa kau bertanya?” tanya charissa dengan tengil. Mona yang mendengar itu langsung berlutut dihadapan xiom yun.


“maafkan hamba, putri. Putri charissa hilang ilangatan, sehingga ia lupa dengan sopan santunnya” ucap mona.


Charissa yang melihat itu pun berdecak pinggang. “mona, bangun. Apa harga dirimu serendah itu?” tanya charissa.


“apa benar kau hilang ilangatan?” tanya xiom yun.


“itu bukan urusanmu! Minggirlah, kau menghalangi jalanku ”jawab charissa sambil menarik lengan mona agar ia segera bangkit.

__ADS_1


....


__ADS_2