The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 21


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


...


 


keesokan harinya....


cuaca hari ini sedang bagus. ditambah lagi, pohon pohon yang mulai berguguran membuat mood charissa bertambah. ia keluar dari kamarnya setelah menggunakan pakaian yang ia buat sendiri.


ia berjalan jalan di sekitar istana untuk sekedar berolahraga ringan. ia menghela nafasnya saat melihat segerombolan para putri  yang berjalan kearahnya. ia memainkan lidahnya didalam mulut dengan kesal.


charissa memang tidak pernah berkumpul dengan para putri. ia memang tidak menyukai perkumpulan orang orang itu. jika saja mereka berada di masa depan, mereka sama persis seperti orang kampungan.


"ahh.. aku sudah melihat kehadirannya. aku tidak bisa pergi dari sini jika tidak ingin ada rumor yang tersebar" batin charissa.


charissa menatap orang orang itu ketika sudah berada didekatnya. charissa menundukan kepalanya dengan ringan setelah mereka memberi hormat kepada charissa.


charissa kembali mendongak dan tersenyum dengan tipis. "selamat pagi putri charissa" ucap kakak tirinya, xiom yun.


"good morning too, princess xiom yun" jawab charissa yang sengaja menggunakan bahasa english.


 melihat eskpresi kebingungan dari mereka, membuat charissa tersenyum.


"ah.. maafkan aku. aku lupa kalau kalian tidak bisa berbahasa asing" kata charissa sambil tersenyum.


"selamat pagi juga, putri xiom yun" tambah charissa. xiom yun yang melihat itu hanya bisa menahan amarahnya. ia tidak bisa lagi memperlakukannya dengan seenaknya setelah kejadian hari itu.


charissa menjadi berubah dengan drastis. ia tidak bisa lagi di tindas seenaknya. ditambah lagi, saat ini raja sedang memperhatikannya karena charissa menciptakan penemuan terbaru yang membuat raja senang.


"selamat pagi juga semuanya. apa kabar kalian?" tanya charissa sambil menatap para putri yang ada di sana.


"cih. kau pasti sedang merayu kita bukan? kau ingin bergabung bersama kami juga kan?" tanya xiam ning. charissa memutar bola matanya saat mendengar itu.

__ADS_1


"ahh.. pasti sangat membosankan jika bergabung bersama kalian" bisik charissa tapi masih bisa terdengar oleh yang lainnya.


xiam ning yang melihat itu langsung menganga. "bagaimana bisa dia melakukan itu? seharusnya aku yang mengatakan itu! harusnya aku yang memutar mataku!!" batin xiam ning dengan kesal.


charissa kembali menatap mereka semua dengan tersenyum. "maaf putri xiam ning, aku terlalu sibuk untuk berkumpul denganmu. saat ini aku sedang melakukan sebuah projek mengenai masa depan kerajaan ini" jawab charissa.


"oh. aku dengar itu! kau sedang membuat sebuah alat bukan? kau hebat sekali!" sahut niang ning.


"ya benar sekali. untuk itu aku tidak bisa berlama lama disini. aku ada urusan" ucap charissa.


"selamat tinggal" tambah charissa sambil menundukan kepalanya sebagai tanda hormat. ia mendongak kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan mereka.


"dia semakin tidak tau cara sopan santun!" ucap xiam ning.


"sabarlah xiam, kita tidak bisa melakukan apa apa sekarang. saat ini, ia sedang menjadi kesayangan raja." ucap xiom yun. sedangkan, niang ning yang mendengar itu hanya bisa terdiam.


...


saat ini charissa sedang dalam perjalanan menuju danau. ia tersenyum tipis saat melihat pohon disana mulai berguguran. bunga bunga yang disana juga ikut berterbangan. sangat serasi jika digabungkan dengan pakaian yang sedang charissa kenakan.


seketika, ia kembali mengingat suatu kejadian yang membuatnya terseret ke dalam dunia ini. "aneh sekali, air ini terasa dangkal, tapi mengapa saat itu aku merasa seperti sedang berada di tengah laut" batin charissa.


"maaf. apa kau sudah menununggu lama?" charissa yang mendengar itu langsung menengok dan mendapati sean di belakangnya.


charissa tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. "aku baru saja sampai"


sean mengangguk pelan kemudian menatap charissa. kedua matanya saling bertabrakan dengan mata charissa. "ya. aku harus berpura pura menjadi sama sepertinya. aku harus mengetahui segala informasi tentangnya. aku harus mengetahui seperti apa masa depan itu" batin sean.


"jadi, bagaimana caranya berteleportasi?' tanya charissa.


"a.. apa itu teleportasi?" tanya sean dengan ragu ragu.


"kau tidak tau? really? kau berasal dari jaman apa hah?" ucap charissa.

__ADS_1


"yang kau lakukan kamarin disebut teleportasi. berpindah tempat dengan waktu singkat. begitu saja tidak tau" tambah charissa.


"ya.. aa... aku tau itu. maksudku... ah sudahlah lupakan saja" jawab sean dengan terbata bata.


"ya.. lupakan saja." bisik charissa.


"cepatlah. ajari aku" tambah charissa dengan kesal.


"sebenarnya, aku juga tidak tau. kekuatan ini datang secara tiba tiba. jadi, aku tidak bisa memberi tau caranya. karena aku sendiri tidak mengetahui caranya" jawab sean. charissa yang mendengar itu langsung menatap sean dengan menyipitkan matanya.


sean yang merasa di tatap seperti itu, jantungnya langsung berdetak dengan cepat. "apa dia tau kalau aku sedang berbohong?" batin sean.


charissa membuang mukanya sambil mengendus dengan kesal. "hmmm... tapi mengapa aku tidak memiliki kekuatan satu pun" ucap charissa dengan sedih.


"kenapa aku harus berada di tubuh orang ini. sangat lemah dan selalu ditindas" tambahnya. sean yang mendengar itu langsung mengerutkan alisnya.


"ya. sudah kuduga dia berasal dari dunia lain yang memasuki tubuh charissa yang sesungguhnya. pantas saja, bahasanya sangat aneh dan tidak ku mengerti. tapi, kemana perginya jiwa charisa yang sebenarnya?" batin sean.


"oh ya. ngomong ngomong, dari mana kau berasal? cina? jepang? korea? amerika? indonesia?" tanya charissa penasaran. sean yang mendengar itu langsung terkejut.


"kenapa di masa depan banyak sekali dunia? seperti apa dunia cina, jepang, korea, indonesia itu?" batin sean kebingungan.


"lalu, kau berasal dari tahun berapa?" tanya charissa kembali.


"aku benar benar tidak mengerti apa yang dia ucapkan. apakah masa depan serumit itu?" batin sean kembali.


"hey! apa kau sudah lupa ingatan?" bentak charissa. sean sempat terdiam kemudian mengangguk.


"ya. aku sedikit lupa tentang duniaku." jawab sean dengan terbata bata.


"huftt.. kau harusya bilang sedari tadi. itu wajar. mungkin tak lama lagi kau akan mendapat ingatanmu kembali" ucap charissa.


 

__ADS_1


 


...


__ADS_2