The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 15


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu  untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku  dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate


episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


 ....


 


charissa mengedarkan pandangannya. ia menengok ke kanan, kiri, dan juga belakang. ia menghembuskan nafasnya dengan kasar saat tidak mendapati kehadiran kakek itu.


"sialan! dia benar benar menghilang" bisiknya. charissa sempat terdiam beberapa saat sebelum ia menyadari sesuatu.


ia langsung menengok ke belakang saat sudah mulai menyadari sesuatu. "gawat. dimana aku sekarang?" ucap charissa dengan panik.


"aaaaahhh... sial!"


...


hari sudah semakin malam. charissa tidak kunjung menemukan jalan pulang untuk kembali ke istana. charissa kesulitan untuk melihat karena ia sedang berada di dalam kegelapan.


ditambah lagi, jalanan yang ia sedang tapaki adalah tanah liat. ia sulit berjalan karena pohon pohon saling berdekatan, sehingga ia harus mencari celah untuk melewati itu.


entah apa yang membuatnya berpikir untuk berjalan melewati hutan. charissa merasa sedikit ketakutan tapi, karena pikirannya sedang di penuhi oleh sebuah buku, ia bisa berjalan tanpa takut yang berlebihan.


charissa merasa kedinginan saat angin berhembus dari arah yang berlawanan. daun daun pepohonan  mulai berhembus.

__ADS_1


ia kebingungan saat melihat angin yang membelah hutan. pepohohonan bergoyang goyang, membelah tengah hutan.


charissa merasa, angin itu sedang memberikan jalan untuk seseorang. dan benar saja, charissa melihat seseorang yang terbang di atasnya dengan cepat.


charissa menutup matanya saat angin menghajar dirinya. charissa membuka matanya dengan perlahan. ia dapat melihat jubah berwarna hitam yang berterbangan karena angin yang meniupnya dengan berlawanan, walau terlihat samar.


seketika ia teringat dengan pikirannya yang belum lama ini terjadi. "jubah hitam itu. dia yang menusukku dengan pedang" batin charissa.


charissa mendongak dan kembali melihat kemana orang itu pergi. matanya melotot saat seseorang telah berdiri didepannya.


"lupakan kejadian ini" bisiknya.


bruk


seketika tubuh charissa terjatuh ke bawah. entah apa yang terjadi padanya. seseorang yang ada di depannya hanya terdiam dengan wajahnya yang datar. "merepotkan sekali"


...


charissa berdiri dengan perlahan kemudian mendekati cermin besarnya yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu. ia tersenyum saat melihat dirinya cermin. ia menyentuh wajahnya."woah, lihatlah. betapa cantiknya aku"  bisik charissa.


ia mengerutkan alisnya saat melihat pantulan dirinya di cermin, tidak sesuai dengan apa yang sedang ia lakukan saat ini. ia menggerakan tangannya, tapi pantulan dirinya justru berbeda. "apa ini?' batinnya kebingungan.


charissa melihat dirinya di cermin dengan tajam. ia mendekati cermin itu. awalnya sama seperti apa yang seharusnya terjadi. pantulannya di cermin, mengikuti apa yang sedang charissa lakukan.


namun seketika, pantulan charissa tersenyum dengan tiba tiba. charissa yang melihat itu langsung terkejut dan menjauhi cermin itu. "aaaa... apa itu?" tanya charissa dengan panik.

__ADS_1


"kau takut dengan dirimu sendiri? oh tidak. maksudku tubuh yang sedang kau tempati itu" charissa menenatap cermin itu dengan perlahan.


"siapa kau?" tanya charissa dengan gemetar.


"aku? aku adalah pemilik tubuh itu. alias dirimu dari masa lalu" jawabnya sambil tersenyum miring.


"ba.. bagaimana bisa" kata charissa dengan jantungnya yang berdetak dengan cepat.


"huftt.. tidak seperti dugaanku, ternyata dunia masa depan jauh lebih menyenangkan." ucapnya sambil melihat jari tangannya yang sudah dikuteki.


"dengar. aku tidak ingin terjadi untuk yang kedua kalinya. aku tidak ingin mati karena dibunuh olehnya. kau sudah membaca buku itu bukan?" tambahnya. charissa mengangguk dengan gemetar.


"ya. itu kau. kaulah pemeran utama dari buku itu." tambahnya. charissa yang mendengar itu langsung menelan ludahnya dengan kasar.


"apa kau ingin mati ditangannya?" tanyanya kembali. "tidak" jawab charissa sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"ya! itu yang kurapkan. jika kau tidak ingin mati diusia muda, maka kau harus melakukan sebuah tugas"


"apa itu?" tanya charissa.


"buat dia (sean) jatuh cinta denganmu. tapi, jangan sekali kali kau jatuh cinta dengannya jika,kau tidak ingin bernasip sama denganku" jawabnya.


"siapa sean? siapa dia? apa hubungannya denganku?" tanya charissa dengan terbata bata.


"charissa? kau bicara dengan siapa?' tanya mona secara tiba tiba. charissa langsung menoleh dan menatap mona.

__ADS_1


"mo.. mona" ucap charissa dengan terbata bata. charissa kembali melihat cermin tersebut dengan perlahan.


"dia menghilang" bisik charissa.


__ADS_2