
Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.
Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.
Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.
Terimakasih, selamat membaca....
....
"bukankah katamu ia menghilang? lalu kenapa ia ada di pasar?" tanya sean terheran heran.
"dia sudah kembali." jawab sang peramal sambil menghembuskan nafasnya.
"benarkah?" tanya sean bersemangat.
"ya. pemilik asli tubuh itu sudah kembali. kau harus waspada. ia jauh lebih berbahaya dari pada jiwa negatifnya." jawab peramal kembali.
"maksudmu, dia bukan... charissa yang selama ini kulihat?" kata sean tidak percaya.
"lalu kemana perginya charissa yang selama ini kulihat?" tambah sean dengan panik.
"ia sudah kembali ke tempat asalnya..." jawab sang peramal sambil membuang mukanya. sean yang mendengar itu langsung lemas.
__ADS_1
"kapan ia akan kembali kesini?" sang peramal melirik sean dengan tajam. ia menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"yang mulia, kau harus cepat menangkapnya. kau tidak bisa membiarkannya berkeliaran di bawah sana. akan sangat berbahaya jika kita hanya berdiam disini dan menunggu jiwa negatif itu kembali." ucap sang peramal dengan serius.
"jika pemilik asli tubuh charissa sangat berbahaya, lalu mengapa aku harus membunuh jiwa negatifnya? mengapa aku tidak membunuh pemilik asli tubuh itu saja?" tanya sean dengan pelan.
"kau tidak bisa membunuh pemilik asli tubuh itu. itu sama saja dengan membunuh manusia yang tidak seharusnya kau bunuh. tujuanmu untuk merebut kekuasaanmu kembali, juga tidak akan tercapai. semua usahamu akan sia sia. bahkan, posisimu bisa saja dilengserkan."
"karena, penyebab utama dari semua ini adalah jiwa negatifnya yang berasal dari masa depan"
"kau harus bertindak dengan cepat. jangan sampai jiwa negatif dan jiwa pemilik asli tubuh itu bersatu. itu akan sangat berbahaya. kau bahkan bisa dikalahkan olehnya" ucap peramal.
"apa?! mereka bisa bersatu?" tanya sean dengan nada tingginya.
"ya. tapi, semoga saja itu tidak akan terjadi"
"satu satunya petunjuk adalah dorino" bisik sang peramal.
"sebuah buku" jawab sang peramal singkat. sean yang mendengar itu langsung melongo.
"bbu.. buku?! apa aku tidak salah dengar?! hanya sebuah buku?!" bentak sean.
"buku itu tidak sembarangan. masa depanmu, charissa, dan juga kerajaan itu tercatat di dalam buku tersebut." balas sang peramal dengan pelan.
"lalu apa hubungannya denganku?! aku tidak ingin mengetahui masa depan!"
"kau hanya bisa membunuh jiwa negatif charissa dengan buku itu. buku itulah satu satunya petunjuk untuk membunuhnya" jelas sang peramal.
"buku itu bisa berubah menjadi pedang. dan hanya pedang itulah yang bisa membunuh jiwa negatif charissa. semua pedang dan senjatamu itu tidak akan mempan di jiwa negatif charissa." tambahnya. sean yang mendengar itu langsung terdiam.
"dimana buku itu?" tanya sean sambil menatap sang peramal dengan serius.
"kau harus mencari buku itu sendiri" jawab peramal sambil membuang mukanya.
__ADS_1
"kenapa? bukankah kau peramal? jangan bilang kalau kau tidak tau dimana buku itu" ucap sean.
"aku hanya peramal, bukan seorang yang tau segalanya. aku sudah memberi tau mu sebisaku. hanya itu yang kuketahui" kata sang peramal dengan kesal.
sean menghembuskan nafasnya dengan kasar saat mendengar itu.
"kalau saja kau membunuhnya saat ia masih bayi, maka semuanya tidak akan seperti ini. kau harus menerima resiko dari apa yang sudah kau putuskan"
...
xzuan memperhatikan gerakan pedang yang diayunkan oleh charissa dari kejauhan. ia sempat kebingungan saat melihat charissa yang kembali memegang pedangnya setelah sekian lama. ia tersenyum miring kemudian mengambil sebuah batu kecil yang berada di dekatnya.
"kita lihat, apakah kau adalah charissa yang asli... atau bukan..." bisiknya. xzuan melempar batu tersebut ke arah charissa yang sedang sibuk berlatih.
charissa yang menyadari itu pun langsung menghindar tepat sebelum batu itu mengenai tubuhnya. ia melihat batu itu jatuh ke tanah kemudian melirik xzuan dengan tajam.
"pria ini minta dihajar sepertinya..." ucap charissa dengan kesal. ia mengarahkan pedangnya kearah xzuan dengan maksud menantang xzuan untuk beradu dengannya.
xzuan yang mengerti dengan gerakan itu pun langsung tersenyum. ia berjalan kearah charissa. "kau menantangku?" tanya xzuan.
"seperti yang kau lihat" jawab charissa datar.
"kau sudah mulai berani rupanya" ucap xzuan sambil mengambil pedangnya.
"apa kau sudah lupa, kalau aku yang mengajarimu ilmu bela diri?" tambah xzuan. melihat charissa yang hanya terdiam membuat xzuan tersenyum miring.
"aku masih mempunyai 3 tahun lagi untuk mencegah kejadian itu. aku tidak boleh membiarkan xzuan menjadi raja. akan lebih baik jika aku membunuhnya sekarang juga..." batin charissa.
"aku harus menyingkirkan raja, pria busuk ini dan juga... sean" tambah charissa sambil menatap xzuan dengan tajam.
"tidak, sebelum aku membunuh sean, ia harus membunuh jiwa negatif yang mengendalikan tubuhku terlebih dahulu. dengan begitu, aku bisa bebas mengendalikan tubuhku dan segala keinginanku akan terwujud..."
"baiklah jika itu yang kau mau..." kata xzuan.
__ADS_1