
Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.
Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.
Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.
Terimakasih, selamat membaca....
charissa memasuki kamarnya bersama dengan nico. ia membuka pintu secara perlahan dan melihat keluarganya yang sedang menunggunya disana.
dua tahun sudah berlalu dengan cepat. tapi, perubahan tidak kunjung datang kepada keluarganya. mereka menatap charissa dengan sinis. sedangkan charissa hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap mereka dengan datar.
charissa masuk ke dalam kamarnya. ia berjalan mendekati keluarganya yang sedang duduk di sofa. charissa tersenyum dengan terpaksa.
"huft... harapanku tidak terkabulkan" bisik mama tirinya saat melihat charissa yang berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"kenapa aku harus melihatnya kembali" tambah kakak tirinya sambil melirik charissa dengan sinis.
charissa membuang mukanya saat mendengar itu. ia benar benar tidak percaya dengan perkataan mereka. charissa menggelengkan kepalanya dengan pelan. "cih.. kakak tiri di dunia ini tidak ada bedanya dengan kakak tiri di masa laluku" batin charissa.
ia kembali melirik mereka sambil tersenyum miring. "sepertinya aku harus menyelesaikan orang orang ini dulu sebelum kembali ke masa lalu" batinnya.
sedangkan nico, yang melihat itu langsung mengeraskan rahangnya. namun, ia tidak bisa apa apa. ia hanya bisa diam.
tok tok tok
charissa langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara ketukan. begitu juga dengan yang lainnya. ia mematung ditempat saat melihat ayah kandungnya yang sedang berdiri di depan pintu.
ayahnya yang biasa dipanggil criss, langsung berjalan mendekati charissa dengan senyuman di wajahnya. tubuh charissa langsung merinding saat melihat senyuman itu.
baginya, senyuman yang dikeluarkan oleh ayahnya sangat menyeramkan. itu merupakan bahaya. criss memeluk tubuh charissa dengan erat.
ia melirik nico yang sedang berdiri di sampingnya. charissa meraih tangan nico sebagai tanda kode. nico yang peka akan itu langsung menarik charissa agar menjauh dari criss.
"maaf om. tapi, charissa sangat kelelahan. bagaimana jika kita pulang saja?" ucap nico. charissa yang semulanya sedang menghela nafasnya dengan lega, kini langsung panik kembali.
charissa menengok dan menatap nico sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"hmmm... baiklah. saya bisa memaklumi karena charissa baru saja pulih." ucap criss sambil menganggukan kepalanya.
"ahh... sial. aku tidak ingin kembali melihat rumah mengerikan itu." batin charissa sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
...
"maafkan aku. aku tidak tau.. kalau kau tidak ingin pulang ke rumah" ucap nico saat berada di dalam mobil.
charissa menghembuskan nafasnya dengan kesal. ia memilih untuk membuang mukanya ke luar jendela. ia memperhatikan jalanan dan mengingatnya di dalam otak.
hanya ada mereka berdua di dalam mobil itu. charissa memang sengaja, meminta nico mengantarkannya pulang. ia hanya tidak ingin mendengar ocehan dari keluarganya yang sangat menganggu ketenangannya.
"kau marah?" tanya nico. charissa mendnegar itu. namun, ia memilih untuk mengabaikannya.
"charissa..."panggil nico.
"hmm" jawab charissa tanpa mau menatap nico.
"kau sudah makan?" tanya nico basa basi.
"belum. aku lapar. ayo kita pergi makan" jawab charissa to the point.
"kau ingin bubur?" tanya nico kembali. charissa berdecak kesal kemudian menatap nico dengan tajam.
"mie instan" ucap charissa.
"tapi kau tidak boleh makan makanan seperti itu. kau saja, belum sepenuhnya sembuh. sudah bagus, kau diperbolehkan pulang hari ini juga" kata nico panjang lebar.
"nico! aku tegaskan sekali lagi. aku ingin makan mie instan!" bentak charissa. nico yang melihat itu langsung tersenyum.
__ADS_1
"baiklah..."