The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 30


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


 


 


 


 


"ahhhhh... huhuhu... tasku...." ucap charissa dengan lemas. ia sudah pasrah. ia menyerah untuk mencari tas kesayangannya.


"kemana tasku..."lirihnya dengan sedih. charissa menidurkan kepalanya di atas meja.


"aku bersumpah. jika aku menemukan siapa pencuri tasku, maka ia harus kena 1000 pukulan!!!' ucap charissa dengan kesal. charissa mengangkat kepalanya dan menatap berbagai notes yang ditempeli di tembok.


matanya menangkap sebuah notes yang bertuliskan sebuah pertanyaan.


"jika kau hidup di dalam sebuah buku, apa judul dari bab yang sedang kau jalanin?"


"entahlah.aku sendiri tidak tau apa judul bab ini. aku juga tidak tau siapa diriku yang sebenarnya. aku tidak tau aku hidup dimana. hahaha... bukankah itu lucu?" ucap charissa.


"aku bahkan tidak tau, apa yang terjadi pada diriku sendiri. apakah aku hidup di dalam mimpi? apa semua ini hanya mimpi? bukankah semua ini rumit untuk dijelaskan?" tambahnya.


seketika, pikiran charissa membawanya kepada sebuah nama. sean. itulah yang sedang terlintas dipikirannya. ia teringat dengan sean. ia penasaran dengan keadaannya.


"apa kabarnya?"

__ADS_1


"apa dia baik baik saja?"


"apa yang sedang ia lakukan?"


entah mengapa, charissa tidak yakin dengan alasan mengapa ia ingin menetap di masa lalu dan tidak ingin kembali lagi. ia mengatakan dengan mulutnya sendiri, kalau ia hanya membalas dendam. tapi, kenapa ia masih tidak yakin dengan apa yang ia katakan.


seolah olah, ada seseorang yang telah menyihirnya untuk tetap bertahan di antara kerumitan yang sedang terjadi. "apa sean adalah alasanku untuk menetap?" bisik charissa.


ia langsung menggelengkan kepalanya dengan kasar untuk mengusir pikiran itu. "tidak. dia yang membuat semuanya semakin rumit" ucap charissa.


"bisa bisanya dia menghilangkan ingatanku! aku kesulitan karenanya! aku bisa kembali berada disini karenanya!" tambah charissa dengan kesal.


"aku, tidak akan berada disini jika aku tidak mengejar buku itu untuk mendapatkan penjelasan tentang semua kerumitan ini. dan juga, kakakku akan senang jika aku tidak kembali" bisik charissa sambil tersenyum tipis.


charissa berdiri dari kursinya. ia berjalan menuju pintu dan keluar dari kamarnya. entah apa yang terjadi, charissa tidak sengaja berhadap hadapan dengan pacar kakaknya yang sedang berdiri di depannya.


ah, tidak, maksudku lebih tepatnya, di depan pintu kamar kakak tirinya.


setelah sekian lama, akhirnya charissa kembali melihat mantannya itu. yang tidak lain, adalah pacar kakaknya. dia leon.


"sayang!! aku sudah menunggumu dari tadi" teriak clara, kakak tirinya. mereka yang tadinya sedang bertatap tatapan, kini langsung menatap clara yang baru saja keluar dari kamarnya.


"em.. ya" ucap leon terbata bata. clara yang melihat ekspresi leon pun langsung menoleh dan menatap charissa dengan tajam.


"ah... sepertinya aku harus segera pergi dari sini" batin charissa. ia mengembuskan nafasnya dengan kasar kemudian berjalan melewati leon dan clara dengan begitu saja.


"lihatlah! sepertinya kau masih tidak bisa move on darinya" ucap clara dengan kesal.


"enggaa... aku hanya terkejut saat melihatnya" jawab leon.


"benarkah?" tanya clara. leon yang mendengar itu pun langsung mengangguk.


charissa menuruni tangga dengan perlahan. ia menatap sekelilingnya dengan datar. ia kembali mengingat suasana rumahnya dulu terasa hangat. namun, semuanya sudah berubah.


kini, sudah tidak ada lagi rumah yang hangat.

__ADS_1


ia berjalan menuju dapur. ia melihat meja makan yang dipenuhi dengan berbagai sampah bekas makanan. semua sampah makanan itu, berasal dari junkfood yang dipesan melalui online. ia tidak bisa membayangkan betapa rusaknya tubuh mereka.


charissa membuka kulkasnya. ia melongo saat mendapati isi kulkas yang kosong. tidak ada satu pun barang di dalam kulkas itu. ia meggelengkan kepalanya lalu menutup kulkas tersebut dengan kasar.


ia menyender pada kulkas kemudian menghela nafasnya. ia meremas rambutnya dengan kesal. ia benar benar tidak tahan, untuk tinggal di rumah ini.


...


 


"arghhhh... shhhh" charissa berdiri sambil membersihkan pakaiannya yang kotor karena terkena tanah. ia memutar bola matanya dengan kesal saat warna tanah itu menyatu pada pakaiannya.


ia melirik tangannya yang putih bersinar itu. charissa membulatkan matanya dengan tidak percaya saat melihat dirinya. "aku... aku kembali?" ucap charissa dengan terkejut.


ia menyentuh wajahnya dengan perlahan. charissa tersenyum lebar saat merasakan kulitnya yang halus itu. "ini aku? apa ini benar benar aku? apa aku kembali?!!!" kata charissa dengan bersemangat.


"ini aku!! aku kembali!!!!!" teriak charissa dengan bahagia. ia langsung memeluk tubuhnya sendiri dengan erat. senyumnya mengembang dengan lebar. ia benar benar senang saat dirinya kembali.


charissa menarik nafasnya dengan panjang lalu membuangnya secara perlahan. ia tersenyum miring. seketika tatapan charissa berubah. ia bukanlah charissa yang kalian maksud.


tetapi,


ia adalah,


pemilik asli tubuh itu.


.


.


.


 


 

__ADS_1


__ADS_2