
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
sudah seminggu dari pertemuannya charissa dengan pria bertopeng itu namun, charissa tidak kunjung melihat kehadiran pria tersebut kembali. ia menunduk lesu saat harapannya sudah punah.
"aku tidak bisa lagi bertemu dengannya" batin charissa. ia menghela nafasnya kemudian menatap air danau yang tenang.
ia tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya dengan pelan. tanpa disadari,air matanya terjatuh dan membasahi pipinya. ia pun tidak tau mengapa ia bisa meneteskan air mata. namun, rasanya hati charissa sedang sakit.
seketika hujan datang membasahinya. diikuti oleh petir yang saling menyambar. charissa tidak kembali, ia justru berdiam di tempat dengan tatapannya yang kosong.
ia berjalan dengan perlahan mendekati tepi danau. ia menatap danau tersebut sambil meneteskan air matanya. "mengapa danau ini selalu menggerakan hatiku. sepertinya danau ini menginginkan aku untuk kembali. haruskah aku kembali?" batinnya.
saat ia hendak menceburkan dirinya ke dalam air, tiba tiba seorang menarik lengannya. niat charissa terbatalkan karena itu.
"kau gila?!!' bentak pria tersebut. charissa langsung tersadar dari lamunanya. ia langsung melirik pria tersebut. senyumnya mengembang saat melihat pria bertopeng itu kembali.
"kau ingin tenggelam?!" tambahnya.
"apa?" tanya charissa dengan bingung. ia melirik badannya dan tepi danau secara bergantian.
"apa bagimu hidup sangat tidak berarti? kau harusnya menikmati sisa hidupmu. kau tidak seharsnya melakukan hal seperti ini" ucap pria itu panjang lebar.
"tidak. hidupku ini sangat berarti" bantah charissa sambil menggeleng.
"lalu mengapa kau ingin bunuh diri?" tanyanya. charissa yang mendengar itu langsung kebingungan.
__ADS_1
"aku tidak melakukan apa apa" jawab charissa.
"maksudmu?"
"iya, hanya diam lalu kau menarikku" jawab charissa kembali. pria tersebut hanya bisa terdiam saat mendengar itu.
"kita lupakan saja. aku charissa, siapa namamu?" ucap charissa sambil tersenyum.
"kau.. kau tidak tau namaku?" tanya pria tersebut dengan kebingungan.
"tidak. untuk itu aku bertanya" jawab charissa.
"aku sean" katanya dengan terbata bata.
"aneh sekali. aku merasa aura charissa jauh lebih negatif dari sebelumnya. charissa tidak ingat denganku. aku merasa dia orang yang berbeda" batin sean.
sean membawa charissa menuju taman. ia menatap charissa dengan tajam. "kau tau tempat ini?" tanya sean.
"aku tau, seminggu yang lalu aku mengejarmu sampai ketempat ini. tapi aneh sekali, ketika aku ingin kembali kesini, aku tidak bisa menemukan tempat ini" ucap charissa.
"bagaimana bisa..." bisik sean.
...
"jangan pernah meneteskan air matamu lagi dan jangan biarkan orang menyakiti hatimu" ucap sean secara tiba tiba.
__ADS_1
charissa melirik sean lalu menatapnya. "kenapa?" tanya charissa.
sean menatap charissa balik. ia menghela nafasnya dengan kasar. "karena itu mengganggu tidurku" jawab sean.
charissa membuang mukanya saat mendengar itu. "aku tidak pernah bersuara saat menangis. lagi pula, aku tidak pernah menangis ketika sedang bersamamu" ucap charissa.
"aneh sekali, bagaimana bisa air mataku mengganggu tidurmu" bisik charissa dengan kesal.
"ya! itu sangat menganggu" kata sean dengan kesal.
"kenapa? kenapa bisa? apa alasannya?" tanya charissa tidak mau kalah.
"hujan akan turun jika kau meneteskan air matamu. bahkan, hujan juga turun saat hatimu sedang terluka. tidak masalah jika yang turun adalah hujan ringan. lah ini, kau mendatangkan hujan badai" kata sean.
"air matamu itu membawa musibah" tambah sean.
charissa yang mendengar itu langsung mengerutkan alisnya."maksudmu?' tanya charissa.
"lupakan" jawab sean sambil membuang mukanya.
"tidak. apa maksudmu?" bantah charissa.
"tidak. lupakan saja" kata sean sambil menjauh saat charissa semakin mendekat.
"kenapa? aku sudah terlanjur penasaran" ucap charissa dengan memasang wajah yang penuh rapan.
__ADS_1
"diamlah jika kau ingin berada disini." balas sean. charissa hanya bisa diam kemudian menundukan kepalanya.
"baiklah"