
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau
meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu
aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode
baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
“bisakah kau jelaskan lebih jelas, mengapa aku bisa
tenggelam?” tanya charissa.
“maaf, tapi tidak ada yang tau mengapa kau bisa tenggelam. Tapi...”
jawab mona dengan ragu.
“kenapa? Ada apa?” tanya charissa penasaran.
“ada seorang pria yang membawamu kesini.” Jawab mona.
“pria?” gumamnya. Seketika ia mengingat pria yang
menolongnya saat ia tenggelam, belum lama terjadi.
“siapa dia?!” tanya charissa sambil melotot.
“aku pun tidak tau. Tapi anehnya, pria itu langsung
menghilang. Aku tidak pernah lagi melihatnya” jawab mona.
“dan juga, setengah wajahnya ditutupi oleh topeng” tambah
mona.
“topeng?” gumam charissa. Mona yang mendengar itu hanya
mengangguk.
Charissa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia berjalan
menuju meja riasnya. Ia duduk di kursi lalu mengambil sebuah cermin.
__ADS_1
“woah.. cantiknya” ucap charissa saat melihat wajahnya di
cermin.
charissa mengelus wajahnya. ia mencubit pipinya dengan pelan. "ini nyata, tubuh ini milikku!" batin charissa.
“mona, mari kita keluar” ajak charissa.
“tapi, tapi kau tidak boleh keluar dari istana” ucap mona
sambil menunduk. Charissa mengigit bibir bagian bawahnya saat mendengar itu. Ia
memikirkan cara untuk ia keluar agar bisa memamerkan betapa cantiknya wajah
ini.
“aku punya ide” ucap charissa sambil tersenyum miring. Mona langsung
mendongak lalu menatap charissa dengan penasaran.
...
“apa seperti ini tidak apa apa?” tanya mona.
charissa sambil tersenyum.
“i-iya” jawab mona dengan terbata bata.
"tuhan, semoga recana ini berjalan dengan lancar" batin mona.
Setelah memakan waktu kurang lebih 15 menit, charissa dan
mona berhasil sampai di pasar. Setelah melewati penjagaan istana yang sangat
ketat, akhirnya charissa berhasil menginjakan kakinya di pasar.
Ia terkagum kagum dengan pasar di sana. “woah, ternyata
benar benar ada pasar seperti ini di jaman kuno” batin charissa.
“mona, mari kita bersenang senang” kata charissa sambil
tersenyum senang. Mona yang melihat itu mengangguk dengan bersemangat.
__ADS_1
...
“aku benar benar tidak percaya kalau aku mengalahkan gadis
itu” ucap mona.
“kau benar benar hebat mona! Kau harus mengajariku setelah
ini” kata charissa.
“pasti charissa” jawab mona sambil tersenyum.
“mari kita kembali sebelum matahari terbenam” ajak charissa.
Charissa dan mona membutuhkan waktu 10 menit. Jauh lebih
cepat dibanding waktu berangkatnya tadi. Dengan membawa banyak camilan dan juga
perhiasan di kantongnya, ia sampai kembali di dalam kamarnya yang kecil itu.
Ia tersenyum lalu meletakan semua belanjaannya diatas kasur.
Charissa melepas seluruh riasan yang ada di rambutnya. Ia merenggangkan
tubuhnya kemudian menidurkan tubuhnya di atas ranjang miliknya.
Charissa menatap langit langit kamarnya. Ia menghela
nafasnya dengan kasar.
“entah ini mimpi atau bukan. Tapi, aku ingin bertahan di
dunia ini. Aku tidak ingin kembali. aku ingin terus berada di sini” batin
charissa.
ia memejamkan matanya dengan perlahan.
tanpa ia sadari, sedari tadi seseorang terus memperhatikannya. senyumnya mengembang saat melihat belanjaan yang charissa bawa. ia menyentuh belanjaannya sambil menggelengkan kepalanya.
"nakalnya gadis itu" bisiknya. ia kembali melirik charissa lalu mendekatinya.
"selamat malam, gadisku" ucapnya.
__ADS_1