The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 3


__ADS_3

 Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau


meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu


aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode


baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


 


“bisakah kau jelaskan lebih jelas, mengapa aku bisa


tenggelam?” tanya charissa.


“maaf, tapi tidak ada yang tau mengapa kau bisa tenggelam. Tapi...”


jawab mona dengan ragu.


“kenapa? Ada apa?” tanya charissa penasaran.


“ada seorang pria yang membawamu kesini.” Jawab mona.


“pria?” gumamnya. Seketika ia mengingat pria yang


menolongnya saat ia tenggelam, belum lama terjadi.


“siapa dia?!” tanya charissa sambil melotot.


“aku pun tidak tau. Tapi anehnya, pria itu langsung


menghilang. Aku tidak pernah lagi melihatnya” jawab mona.


“dan juga, setengah wajahnya ditutupi oleh topeng” tambah


mona.


“topeng?” gumam charissa. Mona yang mendengar itu hanya


mengangguk.


Charissa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia berjalan


menuju meja riasnya. Ia duduk di kursi lalu mengambil sebuah cermin.

__ADS_1


“woah.. cantiknya” ucap charissa saat melihat wajahnya di


cermin.


charissa mengelus wajahnya. ia mencubit pipinya dengan pelan. "ini nyata, tubuh ini milikku!" batin charissa.


“mona, mari kita keluar” ajak charissa.


“tapi, tapi kau tidak boleh keluar dari istana” ucap mona


sambil menunduk. Charissa mengigit bibir bagian bawahnya saat mendengar itu. Ia


memikirkan cara untuk ia keluar agar bisa memamerkan betapa cantiknya wajah


ini.


“aku punya ide” ucap charissa sambil tersenyum miring. Mona langsung


mendongak lalu menatap charissa dengan penasaran.


...


“apa seperti ini tidak apa apa?” tanya mona.


charissa sambil tersenyum.


“i-iya” jawab mona dengan terbata bata.


"tuhan, semoga recana ini berjalan dengan lancar" batin mona.


Setelah memakan waktu kurang lebih 15 menit, charissa dan


mona berhasil sampai di pasar. Setelah melewati penjagaan istana yang sangat


ketat, akhirnya charissa berhasil menginjakan kakinya di pasar.


Ia terkagum kagum dengan pasar di sana. “woah, ternyata


benar benar ada pasar seperti ini di jaman kuno” batin charissa.


“mona, mari kita bersenang senang” kata charissa sambil


tersenyum senang. Mona yang melihat itu mengangguk dengan bersemangat.

__ADS_1


...


“aku benar benar tidak percaya kalau aku mengalahkan gadis


itu” ucap mona.


“kau benar benar hebat mona! Kau harus mengajariku setelah


ini” kata charissa.


“pasti charissa” jawab mona sambil tersenyum.


“mari kita kembali sebelum matahari terbenam” ajak charissa.


Charissa dan mona membutuhkan waktu 10 menit. Jauh lebih


cepat dibanding waktu berangkatnya tadi. Dengan membawa banyak camilan dan juga


perhiasan di kantongnya, ia sampai kembali di dalam kamarnya yang kecil itu.


Ia tersenyum lalu meletakan semua belanjaannya diatas kasur.


Charissa melepas seluruh riasan yang ada di rambutnya. Ia merenggangkan


tubuhnya kemudian menidurkan tubuhnya di atas ranjang miliknya.


Charissa menatap langit langit kamarnya. Ia menghela


nafasnya dengan kasar.


“entah ini mimpi atau bukan. Tapi, aku ingin bertahan di


dunia ini. Aku tidak ingin kembali. aku ingin terus berada di sini” batin


charissa.


ia memejamkan matanya dengan perlahan.


tanpa ia sadari, sedari tadi seseorang terus memperhatikannya. senyumnya mengembang saat melihat belanjaan yang charissa bawa. ia menyentuh belanjaannya sambil menggelengkan kepalanya.


"nakalnya gadis itu" bisiknya. ia kembali melirik charissa lalu mendekatinya.


"selamat malam, gadisku" ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2