The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 9


__ADS_3

Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...


....


charissa berjalan berdampingan dengan sean. mereka berdua berjalan menuju istana. tak butuh waktu yang lama untuk mereka sampai di istana.


charissa melirik sean saat mereka sudah berada di gerbang istana. ia tersenyum tipis. "terimakasih" ucap charissa. sean yang mendengar itu hanya diam dan menatap charissa dengan tajam.


"masuklah" ucap sean. charissa mengangguk lalu melangkahkan kakinya meninggalkan sean. ia melewati gerbang istana. sebelum itu, charissa sempat melirik sean sambil tersenyum.


sean menatap charissa yang mulai menjauh. ia menghembuskan nafasnya kemudian pergi dari tempat itu. hari ini, sean akan pergi ke atas awan. ada keperluan yang harus ia selesaikan. ia juga akan menanyakan apa yang terjadi.


....


"charissa, ada yang datang mencarimu" ucap mona.


"siapa dia?" tanya charissa yang masih sibuk dengan lukisannya.


"pu-putra mahkota" jawab mona dengan terbata bata. charissa yang mendengar itu langsung menghentikan aktifitasnya. ia menengok dan menatap mona dengan bingung.


"kenapa dia mencariku?" gumam charissa. ia berdiri dari kursinya kemudian berjalan mendekati pintu.


dan benar saja, ia melihat seorang pria yang sedang menunggunya di depan pintu. namun, pria ini terlihat sangat berbeda dari pangeran yang lainnya.

__ADS_1


"sepertinya kau bukan pangeran" ucap charissa.


"maaf menganggu putri. saya bukan pangeran. saya hanya pelayan pribadi putra mahkota" jawabnya. charissa yang semulanya tegang, kini bisa melemaskan tubuhnya.


"hufftt... ada apa?" tanya charissa.


"putra mahkota memanggilmu, putri. ia menunggumu di perpuskaan kerajaan" jawabnya.


"apa?!!" tanya charissa dengan tidak percaya.


"kenapa? kenapa dia memanggilku? kenapa tidak putri yang lain saja?!!" bentak charissa.


"maaf putri, saya tidak tau tentang itu. tapi, putri bisa mengetahui alasannya setelah putri datang ke perpustakaan" jawab pelayan tersebut sambil membungkukan badannya.


"mohon, putri setelah berhias datang ke perpuskaan" ucapnya dengan sopan.


"baiklah. pergi sekarang!" kata charissa dengan malas.


"baik put..." belum pelayan tersebut menyelesaikan perkataannya, charissa sudah lebih dulu masuk kembali ke dalam.


...


"kau tidak bisa membunuhnya" ucap peramal langit.

__ADS_1


"cih. kenapa? apa dia terlalu kuat? tidak ada yang tidak bisa kulakukan pria tua" jawab sean.


"ya. dia sangat kuat. tubuhnya dikuasai oleh dua jiwa yang berbeda. kau harus membunuh salah satu dari jiwa tersebut. jiwa yang memiliki aura negatif" balas peramal langit.


"maksudmu?" tanya sean dengan kebingungan.


"jika kau salah memilih dan justru membunuh jiwa positif di tubuh tersebut, kau telah melakukan kesalahan terbesar selama hidupmu" jawabnnya.


"kenapa dia memiliki dua jiwa? dan bagaimana cara untuk membunuh jiwa negatif itu?" tanya sean kembali.


"kau harus mencari jawaban itu sendiri" jawab peramal.


"apa? kau sudah gila?" bentak sean.


"maaf raja, saya hanya bisa menyampaikan segitu saja" balas peramal dengan bergetar.


"kau ingin ku bunuh ya?" ucap sean sambil tersenyum miring.


"maafkan saya raja. tapi kau harus mencari jawaban itu sendiri. dorino" jawab peramal.


"dorino? apa itu?" belum sempat peramal itu menjawab pertayaannya, tubuh sean kini terlempar. saat ini ia kembali berada di tanah.


sean mengeraskan rahangnya sambil menatap langit. "sialan kau pria tua!!!!' teriak sean.

__ADS_1


"dorino... apa itu sebuah teka teki?" batinnya.


__ADS_2