
Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.
Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.
Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang
Terimakasih, selamat membaca....
...
setelah melewati perdebatan panjang dengan xzuan, akhirnya charissa bisa pergi dari tempat itu. charissa berjalan menuju kamarnya dengan lemas. pandangannya menunduk kebawah.
"lihatlah, xzuan semakin kuat dan aku semakin lemah. kalau begini terus, aku tidak akan bisa melawannya" batin charissa.
PRANGG
"katakan dimana dia?!!" teriak seseorang. charissa langsung mendongak saat mendengar suara itu. ia melihat depan kamarnya yang dijaga oleh para pengawal yang bukan berasal dari kerajaan ini.
charissa mengerutkan alisnya saat melihat itu. dengan cepat, ia langsung mengumpat sebelum para pengawal itu melihatnya.
"sudah kubilang. aku tidak tau!" jawab seorang pelayan. charissa berusaha mengingat suara itu. ia merasa tidak asing dengan suara itu.
"mona..." gumam charissa.
"jangan bohong! katakan sekarang atau mulutmu akan kurobek"
"aku bersumpah. aku tidak tau keberadaan putri charissa. dia belum kembali sejak siang tadi..."
__ADS_1
charissa yang mendengar percakapan mereka langsung membulatkan matanya. jantungnya berdetak dengan cepat saat mendengar namanya disebut. "siapa mereka? kenapa mereka mencariku?!" batin charissa panik.
"dasar tidak berguna! bunuh saja dia!"
"tidak. aku tidak berbohong. aku benar benar tidak tau dimana keberadannya"
"cepat bunuh dia!" teriaknya.
"tidak." ucap charissa yang langsung berlari menuju kamarnya.
ia tidak peduli dengan para pengawal yang berdiri di depan pintu kamarnya. ia juga tidak peduli dengan keselamatan dirinya sendiri. ia harus menyelamatkan mona dengan apapun itu caranya. tidak ada satu pun yang boleh membunuh pelayannya itu.
namun, ia terlambat. ia gagal menyelamatkan mona.
charissa benar benar tidak percaya saat melihat tubuh mona yang sudah tumbang dengan darah yang mengalir dengan deras dari tubuhnya yang ditusuk menggunakan pedang.
tubuh charissa langsung melemas. ia mematung di tempat. jantungnya terasa sesak. tanpa ia sadari, air matanya jatuh saat ia mengedipkan matanya.
tuan yang mereka maksud itu langsung membalikan badannya. "tangkap dia!!" teriaknya. seketika para pengawal itu langsung menahan kedua tangan charissa.
charissa masih terdiam di tempat. ia menatap mayat mona dengan rasa bersalah. "aku.. aku gagal menyelamatkanmu. aku tidak menepati janjiku..." batin charissa.
charissa mengeluarkan air matanya dengan deras. "lepas!! lepaskan aku!!! lepaskan aku, sialan!!!" teriak charissa sambil meronta ronta untuk dilepaskan.
"aaaaaarghhhh...... monaaaa.. hiks... monaaaa!!!!!" teriak charissa yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari para pengawal itu.
"monaaaa.... hiks.... mo... monaa...." teriak charissa pasrah.
ia menatap seseorang yang telah membunuh mona dengan tajam. yang tak lain adalah 'tuan' dari para pengawal itu. "hahahaha... ternyata tikus ini sangat payah. bawa dia ke istana. malam ini kita akan bersenang senang" ledeknya sambil menatap charissa dengan penuh kemenangan.
__ADS_1
mereka semua tampak sangat bahagia. tapi charissa membenci itu. ia mengeraskan rahangnya untuk menahan amarahnya.
charissa dibawa oleh para pengawal itu melewati lorong istana utama. tempat dimana raja berada. ia kebingungan saat melihat semuanya tetap berjalan seperti biasanya, seperti tidak terjadi sesuatu.
para pelayan tetap melakukan pekerjaannya. para pengawal istana juga sedang berjaga. apakah mereka semua tidak melihat charissa sedang dibawa oleh para pengawal yang bukan berasal dari kerajaannya? mengapa mereka semua tidak menyelamatkan charissa?
ia sempat melihat para pangeran yang sedang berkumpul di lapangan. tapi, tidak ada seorang pun dari mereka yang menolong charissa. "zuan!!! tolong aku!!!! zuaaaan!!!!" teriak charissa.
tidak ada yang menoleh saat charissa berteriak. mereka semua mengabaikannya. "apa yang terjadi? kenapa semuanya tampak aneh seperti ini?" batin charissa.
"cih. sekeras apapun kau berteriak, tidak akan ada yang menyelamatkanmu" ucap salah seorang dari para pengawal itu.
charissa yang mendnegar itu langsung menghembuskan nafasnya denga kasar. "kuharap semua ini hanya mimpi"
....
__ADS_1