
Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.
Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.
Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.
Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.
Terimakasih, selamat membaca....
....
suara gesekan dari kedua pedang terdengar dengan jelas di lapangan, tempat dimana para bangsawan berlatih. charissa yang baru pulang dari pasar, langsung melewati lapangan dengan begitu saja.
zuan yang menyadari kedatangan charissa, langsung menghentikan aktifitasnya. "oi!" panggil zuan sambil menatap charissa.
charissa menoleh ke arah sumber suara dan mendapati kehadiran zuan juga xzuan disana. mereka berdua adalah sodara kandung tapi, perbedaan mereka sangat terlihat jelas. zuan cenderung terlihat lebih aktif, sedangkan xzuan termasuk orang yang pendiam.
"zuan? kenapa dia memanggilku?" batin charissa kebingungan.
"ada apa?" tanya charissa.
"kau dari mana dan ingin kemana?" ucap zuan sambil mendekat ke arah charissa. sedangkan xzuan, ia hanya diam di tempat.
"apa urusanmu?" kata charissa sambil menatap zuan dengan tatapan benci.
"tidak, aku hanya penasaran..." jawab zuan dengan terbata bata.
"a.. apa kau marah?" tanya zuan saat melihat tatapan charissa.
"aku benar benar meminta maaf. aku sangat panik saat itu..." tambah zuan sambil menatap charissa dengan penuh harap.
__ADS_1
"aneh sekali. kenapa sikapnya berubah drastis seperti ini? apakah terjadi sesuatu saat aku sedang tidak mengendalikan tubuh ini?" batin charissa.
"kenapa kau minta maaf?" tanya charissa kebingungan.
"aku telah meninggalkanmu saat terjadi gempa pada acara ulang tahunku..." jawab zuan.
"benar juga, ulang tahunnya sudah lewat. ah sial... aku akan kesulitan untuk membalas dendam..." batin charissa sambil menunduk.
charissa mendongak dan menatap kedua mata zuan. "ah.. benar juga. kau berhutang padaku" kata charissa.
"jadi, kau memaafkanku?" tanya zuan sambil tersenyum. charissa yang melihat itu langsung membuang mukanya.
ia melirik xzuan yang berdiri tak jauh darinya. "apakah dia orangnya?"
"oh ya, kenapa kau menggunakan penutup wajah kembali? sejujurnya aku lebih menyukaimu saat kau tidak menggunakan penutup wajah..." kata zuan.
"dengan begitu, kau terlihat lebih cantik" tambahnya. charissa yang mendengar itu langsung menatap zuan dengan tatapan tajam.
"kau pernah melihat wajahku?!" bentak charissa.
"sialan! dia memperlihatkan wajahku kepada semua orang!" batin charissa.
charissa mengendus dengan kesal kemudian berjalan meninggalkan tempat itu. zuan yang melihat itu hanya bisa mematung ditempat.
"dia seperti orang yang berbeda.."' ucap zuan saat xzuan mendekatinya.
"tidak. melainkan, itu adalah sifat aslinya." kata xzuan sambil menatap charissa yang mulai menjauh.
...
sedangkan di lain masa, di lain tempat, di lain waktu, charissa sedang berdiri di tepi danau. ia memandangi air danau itu sambil mengepalkan tangannya. "aku bisa... aku pasti bisa melakukan ini" ucapnya.
charissa menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memejamkan matanya. saat ia ingin menceburkan dirinya kedalam air itu, tiba tiba saja ia dikejutkan dengan suara seseorang.
__ADS_1
"kalau ingin bunuh diri, jangan disini. nyusahin aja"
charissa membuka matanya kemudian menatap sekitarnya. "siapa kau?" tanya charissa dengan panik. ia mengerutkan alisnya saat tidak melihat satu orang pun disana.
pletak
"awww" ringis charissa saat kepalaya dilempar oleh batu ukuran kecil. ia mengelus elus kepalanya sambil mendongak.
"turun!" teriak charissa saat melihat seorang lelaki sepantarannya yang sedang menangkring di atas pohon.
"gak mau" jawabnya dengan santai. charissa yang melihat itu pun langsung mengepalkan tangannya dengan kesal. ia menunduk dan memungut sebuah batu yang jaraknya berdekatan dengannya.
"turun atau kelempar batu ini!" ucap charissa.
"coba aja kalo bisa" jawabnya.
charissa tersenyum miring lalu meleparkan batu itu kearahnya. dengan cepat, lelaki itu langsung menghindar. "sial!" bisik charissa.
lelaki tersebut melirik charissa sambil tersenyum meledek. "kau meledekku ya?!" tanya charissa yang ikut tersenyum.
"tidak" jawabnya singkat. "jelas jelas kau meledekku tadi!" bentak charissa dengan kesal.
"kalau sudah tau begitu, kenapa bertanya?" charissa sempat terdiam beberapa saat.
"gawat! aku tidak boleh berlama lama disini" batin charissa. ia yang semulanya sedang menunduk, kini ia kembali mendongak dan menatap lelaki itu dengan tidak suka.
"urusan kita belum selesai!" ancam charissa sambil mengambil tasnya yang ia letakan di antara semak semak. ia berjalan cepat meninggalkan tempat itu.
sedangkan lelaki yang melemparnya dengan batu tadi, hanya diam ditempat. senyumnya mengembang. seketika tubuhnya berubah menjadi seorang kakek kakek. yang tak lain adalah seseorang yang telah mendorong charissa ke danau itu.
...
__ADS_1