The Cold King (JK)

The Cold King (JK)
Episode 29


__ADS_3

Halo. Apa kabar? Terimakasih udah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini.


Sebelum itu, jangan lupa untuk memberikan tombol like sebagai dukungan agar terus update eps baru.


Saran dan masukan yang kalian berikan juga sangat bermanfaat.


Yuk, sebelum membaca cerita ini, untuk memberi 5 bintang.


Terimakasih, selamat membaca....


...


"makasih..." ucap charissa sambil tersenyum tipis. nico mengangguk kemudian mengacak acak rambut charissa dengan gemas.


charissa sampat terdiam beberapa saat. "dulu, aku merasa paling istimewa jika diperlakukan seperti ini olehnya. tapi, entah mengapa, sekarang rasanya seperti biasa saja. tidak ada yang istimewa lagi" batinnya sambil menatap nico.


"aku.. akan masuk ke dalam" ucap charissa.


"baiklah. jangan lupa hubungi aku" kata nico sambil menjauhkan tangannya dari kepala charissa. "em.. ya" jawab charissa dengan pelan. ia membalikan badannya dan menatap bangunan yanng kini ada di hadapannya.


charissa menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian berjalan masuk ke dalam rumahnya.


setelah sekian lama, akhirnya kaki charissa kembali menginjak rumah ini. charissa menatap rumahnya itu dengan datar. ia benar benar tidak menyangka, kalau rumahnya ini berubah menjadi kapal pecah. perabotan rumahnya banyak sekali yang rusak.


bau khas rumah itu pun sudah berubah dengan drastis. baunya sangat menyengat. charissa mendongak dan menatap lampu ruangan tersebut sudah remang remang. ia menghela nafasnya kemudian berjalan menuju dapur dengan perlahan.


"ckckckck..." decak charissa saat melihat cucian piring yang menumpuk. ia menunduk dan melihat lantainya yang sangat kotor.


charissa berjalan meninggalkan dapur dan mengarah pergi ke ruang keluarga. dari kejauhan, ia sudah bisa mendengar suara tv yang sedang menyala. ya, seperti dugaannya. tidak ada seorang pun disana.


charissa kebingungan. kenapa tv ini bisa dibiarkan menyala saat tidak ada yang menontonnya. ia melirik sofa dan juga meja didepannya yang dipenuhi oleh sampah sampah makanan. tubuhnya langsung merinding saat melihat betapa joroknya tempat itu.


ia menggelengkan kepalanya dan langsung menaiki tangga. ia harus melewati kamar kakak tirinya itu untuk sampai di kamarnya.


"ah.. betapa menyedihkannya aku! kenapa dia harus bangun di saat seperti ini?! padahal aku berharap dia mati saja..." ucap kakak tirinya secara samar.


"sayang.. jangan berbicara seperti itu.." jawab pacarnya di dalam telefon.


"jadi kau membelanya?!!" bentak kakaknya dengan kesal.


"bukan begitu sayang... kau.."


charissa yang tidak sengaja mendengar pembicaraan itu langsung menganga. ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "bisa bisanya dia berkata seperti itu" bisik charissa dengan kesal.


ia kembali berjalan menuju kamarnya berada. perasaannnya mulai tidak enak saat melihat pintu kamarnya yang sudah sedikit terbuka. ia menarik nafasnya dengan dalam sebelum masuk ke dalam kamarnya.


tubuh charissa melemas saat melihat keadaan kamarnya yang seperti kapal pecah. kamarnya sangat berantakan. barang barangnya berserakan dimana mana. charissa menutup matanya untuk menahan amaranya. ia mengepalkan tangannya dengan keras.


ia ingin berteriak, tapi tidak bisa. ia harus menahan amaranya sedini mungkin. charissa tidak ingin berdebat dengan penghuni rumah ini. ia kembali membuka matanya dan menatap kamarnya itu. ia menggelengkan kepalanya sambil memijit kepalanya.

__ADS_1


"harus darimana aku merapihkan semua ini?" batin charissa.


...


sedangkan dilain tempat, sean bersama dengan peramal sedang berbicara dengan serius. tampaknya, saat ini sean sangat marah besar kepada sang peramal.


"apa aku tidak salah dengar?! bagaimana dia bisa menghilang?!!" teriak sean dengan marah.


"ini semua karena kau" balas sang peramal.


"kau menyalahkanku?!!" kata sean sambil menatap sang peramal dengan tidak suka.


"itu kenyataannya! ini semua terjadi karena kau jatuh cinta dengannya! kau tidak tau, betapa paniknya aku dan penduduk langit saat merasakan getaran itu?!" bentak sang peramal.


"tidak! aku tidak pernah jatuh cinta dengan manusia dan tidak akan pernah" teriak sean dengan kesal.


"kau tidak bisa membohongiku. semua penduduk langit sudah mengetahui kalah kau jatuh cinta dengan manusia" kata peramal yang tidak mau kalah.


"tidak! kau ini tuli ya?! sudah kubilang berapa kali, aku. tidak. mencintainya!!" bentak sean dengan penekanan di akhir kalimat.


"oh ya? jika itu katamu, kenapa aku dan juga penduduk langit merasakan getaran?" tanya peramal. seketika, sean hanya bisa membatu. ia tidak tau harus berkata apa lagi.


"cih.. sepertinya kau ingin mati ditanganku ya?" ancam sean. kini, sang peramal lah yang terdiam. ia tidak bisa melakukan apa apa jika sean sudah mengancamnya seperti itu.


"berikan barang gadis itu padaku" tambah sean yang mulai merendahkan nadanya. sang peramal menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menyerahkan sebuah tas ransel kepada sean.


berbeda halnya jika di masa depan. bahkan semua orang pun tau bagaimana cara membuka tas ransel itu.


charissa selalu membawa tas ransel itu saat ia pergi kuliah. dan kebetulan saja, charissa tenggelam di danau saat ia sedang menggendong tasnya.


charissa pikir, segala barang yang ia bawa akan menghilang jika ia berada di masa lalu. tapi ternyata, sean lah yang membawa tas ransel milik charissa juga baju yang charissa gunakan.


sean membuka tas ransel milik charissa. ia mengerutkan alisnya saat melihat berbagai benda benda aneh. ia mengeluarkan satu per satu barang yang ia lihat.


"apa ini?" tanya sean saat melihat sebuah tempat pensil, berbagai buku yang hurufnya asing di masa itu. ia juga melihat parfum yang wanginya sangat menenangkan.


sean mengeluarkan pouch bag berisi sebagian maceup dan skincare milik charissa. ia juga mengeluarkan dompet yang berisi banyak kartu dan juga uang kertas. "apaan ini? kenapa kertas ini disimpan dengan baik?" bisiknya.


sampai pada akhirnya, sean mengeluarkan sebuah benda yang sangat aneh. sebuah ponsel. ya.


"benda aneh macam apa ini?" tanya sean sambil menatap sang peramal.


"jangan tanya aku. aku tidak tau semua benda benda aneh itu" jawab sang peramal. sean yang mendengar itu langsung membuang mukanya.


sean menekan tombol ponsel itu. betapa terkejutnya ia saat melihat layar ponsel itu menyala. sean melemparnya dengan panik. "benda itu.. benda itu berbahaya. singkirkan barang itu!!" teriak sean.


sang peramal yang melihat itu, langsung memungut kembali ponsel itu. sang peramal memencet layar itu dengan sembarang. samapi akhirnya, ia tidak sengaja menekan kamera.


"woah.. lihatlah. ada wajahku disini" ucap sang peramal dengan bersemangat. sean yang mendengar itu langsung mendekati sang peramal dengan ragu ragu.

__ADS_1


ia terkejut saat melihat pantulan dirinya di layar ponsel itu. sean mencoba menggerakan wajahnya. "ini adalah cermin!" ucap sean.


"sepertinya tidak. ini bukan cermin biasa. lihatlah ini" ucap sang peramal sambil menunjukan hasil foto mereka berdua.


"waah.. kau benar benar pintar. kau bisa memakai barang dari masa depan!" puji sean sambil mengacungkan jempolnya. sang peramal yang mendengar itu pun langsung tersenyum.


"kita harus bergaya agar tampak keren!' tambah sean. sang peramal pun mengangguk kemudian kembali memotret mereka berdua sambil bergaya.


namun, sang peramal tidak sengaja menekan tombol vidio sehingga, mereka berdua sangat terkejut saat melihat hasilnya. "woah. ternyata cermin itu bisa menunjukan gerakan kita dimasa lalu!" kata sean dengan bersemangat.


"barang ini benar benar ajaib!" ucap sang peramal.


"kau harus menyimpan barang ini dengan baik baik" bisik sean.


"sembunyikan barang ini. jangan sampai ada orang lain yang mengetahui benda ini" tambah sean.


"ini rahasia kita berdua" kata sang peramal sambil menatap hasil vidio itu.


sang peramal tidak sengaja menggeser layar ponsel itu, sehingga memperlihatkan foto mereka berdua. sampai akhirnya, sang peramal meggeser layar itu hingga memperlihatkan berbagai foto charissa.


sean yang melihat itu langsung melotot. "bukankah itu charissa?!!" tanya sean tidak percaya.


"ya. itu charissa" jawab sang peramal sambil menggelengkan kepalanya.


"kenapa.. kenapa pakaiannya seperti itu? kakinya terlihat sangat jelas" ucap sean.


"apa jangan jangan, hal seperti ini sudah menjadi umum di masa depan?" tambah sean dengan panik.


"sepertinya begitu. lihatlah, teman temannya juga memakai pakaian dengan model yang sama" jawab sang peramal.


"tapi, charissa sangat cantik" ceplos sang peramal.


sean yang mendengar itu langsung merebut barang itu secara paksa. sean menatap peramal dengan tajam kemudian menggeser layar itu kembali.


ia membulatkan matanya saat melihat sebuah vidio yang sedang terputar. ia melihat gedung gedung tinggi dan juga kendaraan yang terlihat sangat aneh.


"apakah masa depan seperti ini?" bisik sean.


"jika itu benar, maka itu akan sangat keren" tambah sean.


"rasanya, aku ingin pergi ke masa depan" ucap peramal.


"ya aku juga" balas sean.


sean melirik sang peramal yang berdiri disampingnya. ia menatap sang peramal dengan tidak suka. "shhh... aku penasaran. apa kau ini sungguh seorang peramal" ucap sean.


"tentu saja aku seorang peramal"


"tapi, kenapa ramalanmu tentang masa depan sangat berbeda?!" tanya sean sambil tersenyum miring. sang peramal yang mendengar itu hanya bisa terdiam.

__ADS_1


__ADS_2