
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
charissa berjalan sambil tersenyum. ia merasa puas dengan acara tadi. semua berjalan sesuai harapannya. kini pangeran ke 8, masuk kedalam perangkapnya. tinggal beberapa langkah untuk menjatuhkannya setelah charissa membawanya terbang ke atas.
saat ia sedang berjalan, tiba tiba tangannya ditarik oleh seseorang. siapa lagi kalau bukan kaka tirinya, xiam ning. hidup xiam ning dipenuhi oleh dengki. ia selalu saja ingin menjatuhkan charissa. alasannya, karena charissa jauh lebih cantik dari xiam ning.
xiam ning menatap charissa dengan tatapan benci. sedangkan, charissa hanya menatapnya dengan datar.
"aku tau kau hanya pura pura lupa hingatan!" bentak xiam ning.
"huftt.. aku juga berharap seperti itu. aku ingin sekali mengetahui mengapa aku bisa tenggelam." kata charissa.
"aku tenggelam tanpa alasan. bukankah itu sebuah keanehan?" bisik charissa sambil mendekati xiam ning.
"kau... kau menuduhku!!" teriak xiam ning.
"ups, padahal aku tidak bilang kalau kau penyebab aku tenggelam." kata charissa sambil tersenyum. xiam ning hanya bisa terdiam. tubuhnya mulai bergetar.
__ADS_1
"jangan kau kira, dengan mencuri hati raja kau bisa merebut pangeran zuan dariku!" bentak xiam ning. charissa sempat terdiam. "zuan? apa dia pangeran ke 8?" batinnya.
"bagaimana jika aku merebut pangeran zuan darimu? apa kau akan menangis? apa kau akan merengek?" bisik charissa.
"beraninya kau!!!" teriak xiam ning sambil mengangkat tangannya. ia hendak untuk melayangkan tangannya kearah charissa. namun, pangeran ke 8 sudah lebih dulu menahan tangan xiam ning.
"xiam ning!!! apa yang kau lakukan!!!" bentaknya.
"pangeran zuan..." kata xiam ning dengan gemetar. zuan melepas tangan xiam ning dengan kasar kemudian menatap charissa.
"kau baik baik saja?" tanya zuan. charissa sampat terdiam namun ia mengangguk.
"tapi, dia... ingin memukulku. aku tidak tau apa yang salah, tapi tiba tiba saja dia ingin memukulku!" tambah charissa sambil meneteskan air matanya. zuan yang mendengar itu langsung menatap xiam ning.
"xiam ning!!!" teriak zuan.
"tidak.. dia berbohong.. jangan percaya dengannya. dia adalah iblis!!!" kata xiam ning sambil menggeleng. zuan melirik pengawal kerajaan. "hukum dia. cambuk dia 25 kali. jangan beri dia ampun!!" perintah zuan.
__ADS_1
"baik" ucap mereka dengan serempak. mereka menahan lengan xiam ning dengan keras.
"tidak!! dia bohong!!!! kau lihat saja nanti charissa!!1 kau brengsek!!!" teriak xiam ning sambil meronta ronta. charissa menatap xiam ning yang mulai menjauh kemudian ia tersenyum miring.
"jangan membawa perkataannya ke dalam hati" ucap zuan sambil tersenyum. charissa yang melihat itu langsung membuang mukanya. "menjijikan sekali" batin charissa.
"iya, terimakasih pangeran" ucap charissa dengan terpaksa.
"mmm... aku dengar, kau hilang ilangatan ya?" tanya zuan. charissa mengangguk dengan lemah. tak ingin berlama lama disana, charissa langsung memanggil mona saat ia melihatnya.
"mona! kemarilah!" teriak charissa. mona yang mendengar itu langsung menghampiri charissa. ia memberi hormat kepada pangeran zuan dan juga charissa,
"ada apa putri?' tanya mona dengan sopan.
"mari kita kembali. aku lelah sekali" jawab charissa.
"baik putri" charissa melirik zuan kemudian tersenyum tipis. "aku akan kembali" ucap charissa.
__ADS_1
"baiklah. hati hati" jawab zuan sambil tersenyum.